ISSN 2477-1686  

 Vol. 11 No. 37 Juli 2025

Kilas Maju Sejarah KPIN

Oleh:

Eko A Meinarno*

*salah satu pendiri KPIN saat ini menjadi dosen di Universitas Indonesia

Pendahuluan

Kebiasaan orang banyak menulis frasa kilas balik, tapi kali ini penulis memilih frasa yang tidak lazim yakni kilas maju. Pemilihan frasa ini karena penulis hendak mengajak pembaca untuk melihat banyak potensi dan peluang di masa depan ketimbang membicarakan masa lalu. Benar bahwa masa lalu adalah hal penting bahkan yang menentukan kondisi saat ini. Namun masa depan dapat kita raih dengan mempertimbangkan apa yang ada saat ini dan keinginan yang ingin diraih sesuai situasi dan kondisi saat ini dan perkiraan masa depan.

Tulisan ini dibuat untuk merayakan 10 tahun (2014-2024) berdirinya Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN). Sebuah rentang waktu yang tidak sedikit, dan telah membuahkan banyak hal, dari ide yang sederhana. Penulis terinspirasi dengan tulisan-tulisan sejarah pendidikan psikologi di berbagai negara seperti yang ditulis oleh Stevens dan Wedding (2005), dengan judul The handbook of international psychology. Mereka dapat meminta banyak penulis seantero dunia untuk dapat menulis tentang sejarah pendidikan psikologi di masing-masing negara. Oleh karena itu, saat terdapat sesi webinar mengenai sejarah KPIN, penulis memberanikan diri untuk dapat menuliskan apa yang diingat dari KPIN sejak pendiriannya sampai sekarang (2024).

Metode penulisan artikel ini masih menggunakan metode yang awam yakni mengandalkan ingatan dan ceceran informasi yang ada di internet. Dengan demikian, informan dari tulisan ini adalah diri penulis dan informasi yang tersedia di internet khususnya situ KPIN.

 

Penandatanganan Nota Kesepahaman KPIN yang Pertama

Pada tanggal 17 Desember 2014, bertempat di Fakultas Psikologi, Universitas YARSI, Jakarta, para anggota KPIN telah menandatangani Nota Kesepahaman untuk kerjasama lebih erat dalam Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara. Pada saat itu yang langsung menandatangani adalah Universitas Persada Indonesia YAI, Universitas Pelita Harapan, Universitas Pancasila, Universitas Bunda Mulia, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Tama Jagakarsa, dan Universitas YARSI (https://k-pin.org/sejarah/). 

Kepemimpinan KPIN diawali oleh Universitas YARSI dengan periode (2017-2019). Pada masa kedua diisi oleh Universitas Prof. Dr. UHAMKA (2019-2021). Berikutnya diketuai oleh Universitas Bunda Mulia (2021-2023). Dan saat tulisan ini dibuat KPIN tengah dipimpin oleh Universitas Katolik Atma Jaya (2024-2026).

Keanggotaan KPIN diawali dari delapan kampus psikologi seluruh Indonesia. Melalui proses yang panjang dan tawaran program yang menarik maka semakin banyak anggota lainnya masuk. Sanpai dengan tulisan ini dibuat keanggotaan KPIN adalah sebagai berikut Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Universitas Pelita Harapan, Universitas YARSI, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Bunda Mulia, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Pancasila, Universitas Tama Jagakarsa, Universitas Mercu Buana, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Tarumanagara, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Islam Bandung, Universitas Surabaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas HKBP Nommensen, Universitas Syiah Kuala, Universitas Katolik Musi Charitas, Universitas Udayana, Universitas Nusa Cendana, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Universitas Bosowa, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Program Kemajuan

SWS Award. Suatu program pemberian penghargaan yang diberi nama sesuai dengan salah satu pendiri KPIN yakni Prof. Dr. Sarlito W Sarwono. Terakhir dilaksanakan saat COVID-19. Penghargaan ini jelas bukan ajang mencari hadiah berupa uang. Justru yang diupayakan dicari adalah para ilmuwan psikologi muda (di bawah usia 40 tahun) yang dapat memberi kontribusi dalam perkembangan psikologi di Indonesia. Penghargaan ini telah direstui keluarga Prof. Dr. Sarlito.

Pembuatan buku. Ide pembuatan buku terjadi tidak lama setelah Prof. Dr. Sarlito W Sarwono (salah satu pendiri KPIN) wafat. Judul buku adalah Psycoffee yang diluncurkan di Universitas Pancasila. Buku ini hasil kerja sama antara KPIN dengan penerbit Rajagrafindo (yang dikenal juga sebagai Rajawali Pers). Selain itu juga terdapat buku-buku lainnnya seperti Psikologi Indonesia, Kesehatan Mental (dengan penyunting Karel Karsten, Ph.D. (UPH) dan Made Diah, Ph.D. (Udayana), dll. Buku Psikologi Industri dan Organisasi terbit dari kerja sama pembuatan modul ajar yang dipimpin oleh Dr. Seta (Universitas Pancasila). Selain itu terdapat buku Psikologi Klinis yang juga terbit karena program penulisan modul. Buku itu dikomandani oleh Mia Lestari. M.Psi., Psikolog (Universitas Tama Jagakarsa). Terbitnya buku-buku tadi menandakan bahwa KPIN bukan sekedar organisasi dari kampus, tapi juga meningkatkan kapasitas dosen di dalamnya. Terlebih ketika produk bukunya adalah buku pegangan (handbook) atau buku ajar, maka fungsinya sudah menjadi alat bantu ajar yang mencerdaskan mahasiswa.

Seri kanal. Ide ini terwujud dalam rangka pengenalan kuliah lintas kampus. Metode ini muncul dari rekan Subhan El Hafiz di masa COVID-19. Salah satu bentuknya adalah Bentuknya seri kuliah daring (lihat https://www.youtube.com/watch?v=S4bjmhzb-VU). Program ini memang tidak berlanjut, tapi kemudian di tahun 2024 terdapat acara webinar selama setahun penuh dengan cara kerja yang mirip.

Pembuatan RPS. Salah satu alat bantu ajar adalah rencana pengajaran semester (RPS). KPIN menilai bahwa sebagai kumpulan para dosen yang memiliki kompetensi yang baik dan pengalaman mengajar yang lama. Berdasar hal itu maka KPIN mencoba memberi layanan RPS mata kuliah (MK) yang generik. Hal yang dimaksud generik adalah secara prinsip mengandung hal-hal yang penting dalam penyusunan RPS, dan secara sederhana dapat dilaksanakan di banyak kampus bagi yang ingin menjalankannya. Brerdasar hal itu telah terdapat dua RPS yang telah dibuat oleh KPIN. Adapun RPS itu untuk MK Dinamika Kelompok dan Psikologi Sekolah. Saat itu dikomandani oleh rekan-rekan Universitas Tama Jagakarsa. Saat tulisan ini dibuat, juga tengah persiapan serah terima RPS Psikologi Emosi yang digawangi oleh rekan Universitas YARSI. Semua RPS yang dijelaskan terpampang dan bisa diakses oleh pengunjung di situs KPIN.

Pembentukan jurnal. Jurnal yang dihasilkan oleh KPIN adalah Jurnal Psikologi Ulayat (JPU). Uniknya JPU lahir lebih awal daripada organisasinya yakni tahun 2012 di Universitas Pelita Harapan. Saat ini diketuai oleh Karel Karsten Ph.D. (Universitas Pelita Harapan). Jurnal Psikologi Agama dipimpin oleh Subhan El Hafiz, Ph.D. (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. UHAMKA). Selain yang dilahirkan oleh KPIN, ada jurnal yang menjadi mitra KPIN yakni Jurnal Mind Set dan Jurnal Devotion, keduanya produk dari Universitas Pancasila.  

Penyelamatan pemikiran dasar pendiri Pendidikan Psikologi Indonesia. Anggota KPIN dari pulau Sumatera yakni Universitas Sumatera Utara membuat acara seminar tentang Bapak Pendidikan Psikologi Indonesia yakni Prof. Dr. Slamet Iman Santoso. Paparan dilakukan oleh beberapa orang, Dr. Nani Nurrachman (Universitas Katolik Atma Jaya), Dr. Clara Moningka (Universitas Pembangunan Jaya), Dr. Eko A Meinarno (Universitas Indonesia), dan termasuk oleh anaknya yakni Prof. Dr. Suprapti S Markam (Universitas Persada Indonesia YAI).

Pemetaan kepakaran/peminatan. Upaya sederhana ini dilakukan dalam rangka untuk saling mengetahui kepakaran dari rekan-rekan dosen yang tergabung dalam KPIN. Adapun saat ini tercatat dalam sebuah data terbuka (internal dosen KPN). Hal ini dimaksudkan untuk dapat memudahkan para dosen/peneliti menemukan rekan atau kolaborator dalam penelitian atau pembuatan karya.

Kolaborasi, Webinar, dan Kemitraan. Dalam penulisan artikel sebagai contoh, Telah beberapa kali tulisan yang dilakukan oleh Eko A Meinarno bersama rekan-rekan KPIN dari UPI YAI, Universitas Prof. Dr. UHAMKA, Universitas Katolik Atma Jaya, Univeristas Achmad Yani, Universitas Pelita Harapan, Universitas Tama Jagakarsa, Poltekkes Jakarta 3, dan Universitas Djuanda. Webinar. (lihat https://k-pin.org/proceeding-e-conference-kpin-2021/).Kemitraan (dengan HIMPSI Banten, dengan pusat-pusat kajian). Salah satunya berupa Webinar lainnya adalah yang dilaksanakan oleh universitas Atma Jaya, KPIN, dan HIMPSI Banten. Dengan beberapa pusat penelitian yakni DASPR dan CSSC. Acara tahunan bersama Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. UHAMKA tentang peneliti muda psikologi telah berlasung setidaknya lima tahun (2019-2024) dan masih akan terus berlangsung. Lokakarya. Lokakarya penulisan populer dilaksanakan dua bulan sekali secara daring. Dilakukan oleh Divisi Buletin KPIN sejak Agustus 2024 secara daring. Lokakarya ini membawa misi sederhana yakni membuat para dosen/peneliti untuk dapat menulis dari ide ilmiah dalam bentuk yang lebih populer.

Apa yang Diinginkan ke Depan?

Kemajuan, kemajuan, dan kemajuan. Itu yang diharapkan saat ini untuk masak kini dan masa depan. Dengan segala aktivitas yang menunjang dalam KPIN, tentu hal ini menjadi pijakan organisasi atau kampus-kampus di dalamnya untuk dapat bergerak maju. Kampus dapat membuat kegiatan yang sifatnya mengajak kampus-kampus lain yang memiliki kesamaan tujuan atau capaian.

Pengembangan kemitraan dalam KPIN selalu dimulai dengan kesederhanaan, bukan kerumitan. Mitra dalam menulis misalnya, tidak perlu sampai artikel jurnal nasional atau inteernasional, tapi cukup dengan menulis bersama di Buletin KPIN (yang terbit dua kali dalam sebulan). Saat ini, Eko A Meinarno mendesai program menulis bersama. Hal ini sudah terlihat sejak tahun 2019 dengan terbitnya buku Psikologi Indonesia yang berlanjut dalam tulisan-tulisan yang terbit di Buletin KPIN edisi 2019 dan seterusnya.

Kepentingan strategis dan taktis. KPIN tidak sekedar dilihat sebagai ajang kerja sama. Sebagai contoh, selain kerja sama antarkampus, sangat memungkinkan adanya kelas dengan dosen tamu dari antarkampus yang berdampak pada catatan kedatangan dosen luar. Hal ini jelas akan berdampak pada laporan kinerja kampus, khususnya yang berada dalam KPIN. 

Membangun kemitraan dalam pendidikan profesi psikolog. Dengan dilaksanakannya UU No. 23 tentang pendidikan layanan psikologi maka tantangan pendidikan psikologi juga bertambah dan meluas. Jika isu kesarjanaan dapat dikatakan sudah tuntas, profesi justru baru mulai. Di KPIN setidaknya terdapat beberapa kampus yang pernah dan tengah menjalankan pendidikan magister profesi. Ada Universitas Katolik Atma Jaya, Universitas Tarumanegara, UNISBA, dan UPI YAI, Universitas Surabaya, dan Universitas Sumatera Utara. Prodi-prodi profesi psikolog yang ada dalam KPIN sekiranya perlu untuk melakukan banyak kerja sama untuk menghasilkan lulusan psikolog yang handal. Tidak berhenti sampai profesi, kelas pascasarjana juga perlu menjadi perhatian. Pengembangan riset dari pendidikan master dan doktoral akan menjadi bahan atau produk (alat bantu) para psikolog kelak. Dengan demikian gotong-royong antarprodi pascasarjana dibutuhkan agar ada standarisasi untuk pengukuran dan dugaan gejala psikologis yang ada di Indonesia.

Hadir dan bangkitnya tokoh ilmuwan psikologi. Dalam kajian sederhana yang dilakukan oleh Meinarno (2023) misalnya, diajukan dua tokoh psikologi nasional yakni Prof. Dr. dr. Slamet Iman Santoso dan Prof. Dr. Sarlito W Sarwono. Kedua tokoh ini telah membuktikan kapasitasnya dalam pendidikan dan penelitian dasar psikologi di Indonesia. Ke depan, atau tepatnya saat ini kita memerlukan adanya tokoh yang dapat menjawab banyak gejala psikologi dengan menggali dari apa yang dimiliki masyarakat atau kepekaan terhadap tingkah laku Indonesia. Hal ini sejalan dengan pemikiran Selo Somerdjan, bapak sosiologi Indonesia yang mengharapkan sosiologi dapat menjelaskan dan berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia (Meinarno, 2025). Memasuki dasawarsa kedua abad 21 mulai ada peneliti-peneliti psikologi yang mulai melihat perlunya menjawab tantangan Soemardjan, dan meneruskan langkah Hassan dan Warnaen. Ada beberapa konsep baru yang diperkenalkan oleh ilmuwan psikologi sosial (yang diterbitkan di media ilmiah asing) yakni Idhamsyah E Putra. Konsep-konsep itu adalah MetaPrejudice, Human Nature Approach, TOPASC, yang idenya muncul dari memahami problem-problem sosial di Indonesia. Selain yang dimunculkan di luar negeri, ada juga upaya mengelaborasi konsep modal sosial Indonesia menjadi konsep psikologi sosial Indonesia. Konsep nilai nasional dan bhinneka tunggal ika diperkenalkan oleh Eko A Meinarno (Meinarno, 2025).

Penutup

Artikel ini sangat besar kemungkinan membuat bingung pembacanya. Kesulitan dalam pencarian data tertulis (yang dipublikasikan) atau penataan sumber adalah kendala yang tidak terelakkan. Namun semangat untuk dapat mencatat potongan-potongan sejarah lah yang menjadi kunci dari artikel ini. Sejarah bukan hal yang menarik atau mudah untuk menjadi menarik. Hal yang pasti, catatan harus ada. Dan edisi Buletin KPIN saat ini adalah tentang sejarah kampus psikologi. Dari sejarah kita belajar masa lalu, bekal agar tidak limbung di masa kini, dan mampu prediksi masa depan kita, dalam hal ini psikologi Indonesia.

Daftar Pustaka:

Cerita Sarlito Wirawan Sarwono Award 2019. https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/396-sws-award-2019.

Markam, SS. Pendidikan Psikologi: Untuk Aktualisasi Kompetensi dan Watak Baik. Buletin KPIN. Vol. 9 No. 17 September 2023. https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/1364-pendidikan-psikologi-untuk-aktualisasi-kompetensi-dan-watak-baik

Meinarno, EA. Kajian Strategis Buletin untuk Pembangunan Kepakaran. Buletin KPIN. Vol.3. No.3, Maret 2017. https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/160-kajian-strategis-buletin-untuk-pembangunan-kepakaran.

Meinarno, EA. Perkembangan Psikologi di Indonesia. Buletin KPIN. Vol. 9 No. 01 Januari 2023. https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/1197-perkembangan-psikologi-di-indonesia.

Meinarno, EA. (2025). “Belanja Masalah pada Masyarakat” Dibayar dengan Teori Khas Indonesia: Merespon Menteri Brodjonegoro. Psyence.id. 30 Januari 2025. https://psyence.id/2025/01/30/belanja-masalah-pada-masyarakat-dibayar-dengan-teori-khas-indonesia-merespon-menteri-brodjonegoro/.  

Meinarno, EA., Ranakusuma, OI. Memulai Pemahaman Sejarah Psikologi di Indonesia. Buletin KPIN. Vol. 7 No. 24 Des 2021. https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/939-memulai-pemahaman-sejarah-psikologi-di-indonesia

Meinarno, EA., Saleh, AY. (2022). Sejarah Psikologi Sosial Kita Bagaimana? Buletin KPIN Vol. 8 No. 11 Juni 2022. https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/1054-sejarah-psikologi-sosial-kita-bagaimana.

Nurrachman, N. Psikologi Bukan (Hanya) Untuk Anda Tetapi Tentang Kita: Membangun Pengetahuan Psikologi Bangsa (Kajian Atas Pemikiran Prof. Dr. R. Slamet Iman Santoso). Buletin KPIN. Vol. 9 No. 17 September 2023 https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/1366-psikologi-bukan-hanya-untuk-anda-tetapi-tentang-kita-membangun-pengetahuan-psikologi-bangsa-kajian-atas-pemikiran-prof-dr-r-slamet-iman-santoso.

Sejarah KPIN. https://k-pin.org/sejarah/.

Stevens, Michael J., and Danny Wedding, eds. (2005). The handbook of international psychology. Routledge.

Sukarno. (1966). Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Dalam Di Bawah Bendera Revolusi. Yayasan Bung Karno. Jakarta.