ISSN 2477-1686  

 Vol. 11 No. 32 April 2025

 

Permissive Parenting: Si Manja yang Susah Diatur

 Oleh:

Brena Egita Verina

Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

Pola asuh merupakan salah satu faktor terpenting dalam proses tumbuh kembang seorang anak. Maka dari itu, penting bagi orang tua agar memilih dengan bijak pola asuh mana yang sangat tepat dalam membimbing proses pertumbuhan sang anak. Adapun penerapan pola asuh yang tepat akan menghasilkan anak yang berperilaku sesuai dengan tatanan moral namun sebaliknya, penerapan pola asuh yang salah akan menghasilkan anak dengan perilaku yang kurang sesuai dengan tatanan moral seperti cenderung melakukan perilaku bullying, terlibat aksi kenakalan remaja, senang terlibat aksi tawuran, selalu melawan guru maupun orang tua ketika ditegur, merasa semua tindakannya adalah benar serta menunjukkan perilaku kurang pantas lainnya seperti membentak-bentak orang tua jika keinginannya tidak terpenuhi dan kurang bertanggung jawab atas perbuatan buruk yang telah ia lakukan. Berdasarkan pada pernyataan di atas, maka muncul sebuah pertanyaan, lalu model pengasuhan seperti apa yang diterapkan oleh orang tua hingga sang anak menumbuhkan perilaku yang tidak sesuai dengan tatanan moral? Apakah pola pengasuhan yang terlalu mengekang dan mengatur sehingga anak tumbuh menjadi seorang pemberontak dan mencari kesenangan di luar sana atau malah sebaliknya acuh tak acuh dan tidak pedulian sehingga anak mencari perhatian dengan berperilaku buruk? Jawaban ini mungkin saja benar namun perlu diingat bahwa anak yang dibesarkan dengan pola asuh “terlalu dimanja” juga dapat menunjukkan perilaku kurang pantas di lingkungan sosialnya.

Hasil penelitian dari Ramadanty dkk (2022), menemukan anak yang terlalu dimanja oleh orang tua cenderung akan menunjukkan perilaku yang kurang bermoral seperti terlibat kekerasan dan kenakalan remaja, agresif, egois, tidak suka diatur, senang membentak-bentak orang lain, kurang menghargai orang tuanya serta memandang orang tua sebagai “teman bertengkar” bukan sebagai figur otoritas yang wajib untuk dihormati. Begitu pula dengan hasil penelitian dari Rohayani dkk (2023) yang juga menemukan hasil yang sama yaitu anak yang terlalu dimanja oleh orang tuanya cenderung tidak punya sopan santun, susah diatur, terlibat ke dalam tindakan-tindakan buruk yang meresahkan, egois, pemarah dan cenderung tidak menghargai orang tuanya. Anak yang selalu dimanja oleh orang tua akan menumbuhkan perasaan bahwa dirinyalah yang memegang kendali atas orang tuanya dan semua kemauannya harus dituruti. Adapun pola asuh “terlalu memanjakan anak” ini disebut juga dengan pola asuh permisif atau permissive parenting (Baumrind, 1966).

Baumrind (1966) menjelaskan terdapat tiga model pengasuhan yang umum diterapkan oleh orang tua yaitu authoritative, authoritarian dan permissive. Berdasarkan pada Baumrind (1966), pola asuh permisif memiliki beberapa karakteristik yaitu;

1.     Orang tua cenderung tidak menetapkan batasan yang jelas dan konsisten terkait dengan kedisiplinan pada anak

2.     Orang tua memberikan kebebasan yang luas pada anak dalam mengambil keputusan dan melakukan apapun yang diinginkan

3.     Orang tua cenderung menghindari konflik dengan anak dan tidak ingin anak merasa sedih

4.     Orang tua selalu mengutamakan kebahagiaan anak dan tidak ingin anak merasa tidak nyaman

Orang tua dengan metode pengasuhan permisif pada dasarnya mampu bersifat hangat pada anak dan juga sangat responsif terkait apapun yang dibutuhkan sang anak namun sangat sedikit menggunakan sktruktur dan bimbingan dalam mengasuh mereka. Ketika anak melakukan suatu kesalahan ataupun melanggar sesuatu, orang tua jarang sekali bahkan tidak pernah menghukum sang anak namun malah sebaliknya, cenderung mencari pembenaran terhadap tingkah laku mereka sehingga anak menjadi bersikap sesuka hati dan menggap semua yang dia lakukan adalah benar dikarenakan orang tua tidak pernah menggunakan kekuasaan ataupun wewenangnya sebagai orang tua secara tegas dalam mengasuh dan membesarkan sang anak. Pada model pengasuhan permisif, orang tua juga lebih banyak mengalah dan akan mengikuti semua kemauan dari anaknya ketimbang memaksa mereka untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan di dalam keluarga (Paramitha & Nurdibyanandaru, 2013).

Adapun dampak Pola Asuh Permisif bagi anak menurut Baumrind (1966), yaitu:

1.     Anak menjadi kurang disiplin dan cenderung melakukan perilaku yang tidak diinginkan ataupun menyimpang di lingkungannya

2.     Anak cenderung tidak bertanggung jawab dan selalu menyalahkan orang lain atas kesalahan yang mereka lakukan

3.     Anak kurang memiliki sifat empati dan menunjukkan perilaku tidak peduli terhadap orang lain

4.     Anak mudah mengalami stres dan cenderung tidak tahan dengan tekanan karena sudah terbiasa dimanja

Berdasarkan pada informasi yang telah dipaparkan sebelumnya, maka penting bagi semua orang tua agar berhati-hati dalam memilih tipe pola asuh yang layak untuk diterapkan sehingga anak mampu tumbuh menjadi pribadi yang baik dan sesuai dengan tatanan moral. Memanjakan anak memang memberikan dampak positif tersendiri bagi orang tua namun apabila dilakukan secara berlebihan pasti akan memunculkan dampak negatif yang pada akhirnya merugikan bagi kedua belah pihak seperti anak menjadi berperilaku kurang ajar terhadap orang tuanya. Untuk menghindari hal tersebut, maka orang tua perlu membuat batasan sejak dini kapan harus memanjakan anak dan kapan harus bertindak tegas.

Referensi:

Baumrind, D. (1966). Effects of Authoritative Parental Control on Child Behavior. Child Development, 37(4), 887–907. https://psycnet.apa.org/record/1967-02673-001

Paramitha, A. A., & Nurdibyanandaru, D. (2013). Hubungan pola asuh permissive-indulgent dengan kecerdasan emosional pada remaja awal. Jurnal Psikologi Kepribadian Dan Sosial, 2(2), 64–70. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jpks6529db76072full.pdf

Ramadanty, A., Putriani;, Hibana;, Na’imah;, & Ayu, S. (2022). Pengaruh Pola Asuh Permisif Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK Al-Hidayah Kabupaten Bone. Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 05(02), 67–82. https://journal.uir.ac.id/index.php/generasiemas/article/view/9571

Rohayani, F., Murniati, W., Sari, T., & Fitri, A. (2023). Pola Asuh Permisifdan Dampaknya Kepada AnakUsia Dini(Teori dan Problematika). Islamic EduKids: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 25–38. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/IEK/article/view/7316/2531