ISSN 2477-1686
Vol. 11 No. 37 Juli 2025
Sejarah Psikologi Tarumanagara
Oleh:
Sandy Kartasasmita
Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara
“Psikologi Tarumanagara, bersatu dalam warna budaya
Bermadah membangun bersama, mengagas cita Pancasila
Psikologi Tarumanagara, Wadah kami berkarya nyata
Bhakti puta putri negeri, Menebar wangi ibu pertiwi
Mengayun langkah kita bersama, Melintas negeri Khatulistiwa
Di atas landasan budaya nusantara, Semarak derap Bhinneka Tunggal Ika
Syukur kami kepada Illahi, Sujud kami di bumi nan asri
Sembah kami demi nusa bangsa, Psikologi Tarumanagara”
Syair tersebut merupakan Mars Psikologi Tarumanagara yang diciptakan oleh Dr. Monty P Satiadarma, MS/AT., MCP/ MFCC., DCH., Psikolog. Mars tersebut menjadi dasar bagi seluruh Civitas Academica Psikologi UNTAR dalam berkarya. Selain itu, saat ini, Fakultas Psikologi UNTAR juga memiliki nilai – nilai, yang dikenal dengan sebutan EPIC (Entrepreneurship, Professionalism, Integrity and Caring Community) yang digagas sebagai pengembangan dari nilai UNTAR Integrity, Professionalism, Entrepreneurship (IPE) pada masa Dekan Dr. Rostiana, M.Si., Psikolog. Nilai-nilai ini merupakan perubahan dari nilai-nilai awal yang dikenal dengan Pro Gloria Scientiae (Demi Kejayaan Ilmu). Mars dan Nilai tersebut menjadi landasan bagisetiap insan Psikologi UNTAR berkarya di berbagai bidang. Sebelum lebih jauh, Mari kita kembali ke masa – masa tersebentuknya Fakultas Psikologi UNTAR untuk dapat lebih memahami apa yang mendasari Mars dan Nilai-nilai tersebut.
Semua berawal dari impian……
Lahirnya Fakultas Psikologi UNTAR, di tanggal yang sama dengan perayaan TANABATA (hari kasih sayang di Jepang), yaitu 7 Juli, sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari diselenggarakannya kuliah Psikologi di empat Fakultas di UNTAR dan didirikannya PBKP (Pusat Bimbingan dan Konsultasi Psikologi) UNTAR pada tahun 1981.
Akhirnya, pada tanggal 7 Juli 1994 menjadi tonggak sejarah bagi lahirnya Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara. Diinisiasi oleh Guru Besar Psikologi Indonesia, Fakultas ini berdiri sebagai jawaban atas tantangan zaman. Prof. Singgih Dirgagunarsa (alm), sang arsitek, bersama dengan timnya yang solid, merancang sebuah lembaga pendidikan yang tidak hanya mengedepankan keunggulan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Semangat yang tidak mengenal lelah, perjalanan panjang menghasilkan psikolog berkarakter dan inovatif dimulai. Dengan semangat yang tak pernah padam, mereka memulai perjalanan panjang untuk mencetak generasi psikolog yang berkarakter dan inovatif. Bersama tokoh-tokoh ternama seperti (Kak) Drs. Seto Mulyadi, Psikolog; dr. Tom Surjadi; Dra Ery Dewayani; Ir. Jap Tji Beng; Drs. Monty P Satiadarma, MS/AT., MCP/MFCC., Psikolog; akhirnya Fakultas Psikologi UNTAR dilahirkan.
Tiga puluh tahun telah berselang semenjak berdiri, Fakultas Psikologi yang awalnya hanya menerima beberapa mahasiswa (termasuk saya), saat ini menerima sekitar 250-350 mahasiswa setiap tahunnya. Jumlah dosen pun berkembang dari hanya beberapa orang menjadi lebih dari 40 dosen. Selain itu, dekanat pun telah mengalami beberapa pergantian dekan. Dimulai dari Kak Seto (Drs. Seto Mulyadi, Psikolog) sebagai dekan pertama, kemudian dilanjutkan oleh Drs. Monty P Satiadarama, MS/AT., MCP/MFCC., Psikolog sebagai dekan kedua dan ketiga; kemudian Dra. Rostiana, M.Si., Psikolog sebagai dekan keempat; dilanjutkan lagi oleh Dra. Henny E Wirawan, M.Hum sebagai dekan kelima; Dr. Rostiana, M.Si., Psikolog sebagai dekan keenam dan ketujuh dan terakhir Sri Tiatri, Ph.D., Psikolog sebagai dekan kedelapan.
Kurun waktu 30 tahuh berdirinya Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, menurut pandangan penulis, pada dasarnya dapat dibagi menjadi 5 tahapan. Penulis membayangkan membangun Fakultas Psikologi seperti membangun rumah yang indah dan kokoh serta juga merawat serta membesarkan penghuninya. Rumah tentunya membutuhkan fondasi yang kuat, tiga pilar yang menopang atap dan barulah terakhir pembangunan atap, untuk menjaga penghuni tidak kehujanan maupun terkena terik matahari secara langsung. Pembangunan ini, bukan hanya terkait dengan bentuk gedung maupun ruangan, tetapi juga “RASA” dari setiap penghuni (Dosen, Mahasiswa, dan Tenaga Kependidikan). Pembangunan nilai-nilai dari setiap individu yang tinggal dan keluar dari “RUMAH” tersebut.
Tahap pertama adalah tahap pembangunan fondasi
Fondasi dibangun pada tahun 1994-1998 dan menghasilkan beberapa mahasiswa menjadi lulusan pertama. Pada tahapan ini, Fakultas Psikologi Untar berusaha memberikan program terbaik sambil mencari bentuk pola pendidikan yang sesuai dengan karakter Untar tanpa mengesampingkan etika psikologi. Buku-buku referensi yang dipakai adalah buku dari Amerika Serikat maupun Eropa. Setiap mahasiswa diperkenalkan dengan model diagnosis berdasarkan DSM. Periode awal tersebut, Fakultas Psikologi UNTAR banyak juga berkiblat ke Universitas Indonesia. Pengajar-pengajar dari Universitas Indonesia silih berganti mengajar, seperti Prof. Dr. Sarlito W Sarwono, Prof. Dr. Yaumil Agoes Achir, Prof. Dr. Ronny Nitibaskara, Dr. Budi Matindas dan juga berkesempatan mendapatkan kelas dari Prof. Dr. Iman Santoso (lihat Meinarno & Ranakusuma, 2021; Meinarno & saleh, 2023). Pada periode ini pula, perpustakaan dibangun karena apabila tidak ada perpustakaan, bagaimana mungkin mahasiswa akan mendapatkan sumber referensi yang tepat karena harga buku yang cukup mahal. Pada periode tersebut, wakil dekan bidang akademik (Monty P Satiadarma) selalu berupaya menyelenggarakan seminar maupun lokakarya dengan skala nasional maupun Internasional. Kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan memperkenalkan Fakultas Psikologi UNTAR di kancah Nasional maupun Internasional. Kegiatan terbesar, diselenggarakan pada tahun 1998, yaitu ICP (International Council of Psychologist) Preconvention serta Asian Psychological Association di Bali, bekerjasama dengan Universitas Indonesia.
Pada tahun 1998-2000 dilaksanakanlah program S1 plus (Program Profesi), dengan gelar Psikolog yang program pendidikannya belum disetarakan dengan level Magister. Program Profesi Psikolog itu setara dengan program Pendidikan Profesi Psikolog yang ada pada saat ini.
Selain kegiatan belajar mengajar, kegiatan kemahasiswaanpun mulai terbentuk. Pada periode tersebut, dibentuklah Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi UNTAR (saat ini dikenal dengan nama BEM) dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa). Senat dan BEM tersebut memutuhkan waktu 2 tahun perencanaan dan pada akhirnya pada tahun 1996, resmi berdiri dengan Sandi Kartasasmita sebagai ketua senat pertama dan Fiona Kusnandar sebagai ketua DPM pertama. Selama periode pembentukan tersebut, mahasiswa selalu didukung penuh oleh Fakultas, terutama Pudek III saat itu, Ibu Tika Bisono, Psikolog.
Tahap Kedua adalah tahap pembangunan Pilar I.
Pada tahap ini, periode tahun 1998-2005 adalah periode memantapkan diri dengan diperolehnya akreditasi A untuk program Sarjana pada tanggal 21 Juli 2005 (Nomor 07393/Ak-IX-S1-012/UTACZI/VII/2005), dan diperolehnya sertifikasi ISO 9001:2008 dari United Registrar of Systems (URS) pada tanggal 13 Agustus 2005. Pada tahap ini juga, PSMP (Program Studi Magister Psikologi) UNTAR dibentuk dan pada 26 September 2005 terbitlah izin pelaksanaan Program Studi Psikologi Profesi jenjang Magister oleh HIMPSI Pusat dengan nomor: 13/PP-HIMPSI-IP/IX/05.
Tahap Ketiga adalah tahap pembangunan Pilar II
Pembangunan Pilar II terjadi pada periode waktu 2005-2014. Dalam periode ini, banyak hal yang terjadi. Pada periode tersebut telah resmi berdiri dua program studi di bawah naungan PSMP, yaitu Program Studi Magister Psikologi Sains dan Program Studi Magister Psikologi Profesi. Perubahan Program Studi dari Program Studi Profesi Plus yang menghasilkan Psikolog, berubah menjadi meluluskan Magister Psikologi, sekaligus Psikolog. Beberapa mahasiswa yang saat itu sedang mengambil Program Profesi, ditawari untuk berpindah ke jenjang Magister atau tetap di jenjang Profesi Psikolog. Ada beberapa mahasiswa yang memilih untuk berpindah ke jenjang Magister dan tentunya tetap harus memenuhi tuntutan akademik agar memeroleh gelar M. Psi., Psikolog dan salah satu lulusan program tersebut adalah Denrich Suryadi, M. Psi., Psikolog yang saat ini juga merupakan dosen tetap di Fakultas Psikologi UNTAR.
Selain perubahan dari S1 Plus menjadi Magister, Fakultas Psikologi UNTAR pun mulai memperbanyak penelitian dan publikasi ilmiah. Fakultas Psikologi UNTAR mengirimkan dosen-dosen untuk mengikuti konferensi, baik skala nasional maupun internasional.
Kegiatan mahasiswa pun berkembang pada periode tersebut dengan munculnya beberapa unit kegiatan mahasiswa yang terkait dengan bidang Seni, Olah Raga, Jurnalistik, Ilmiah maupun Pengabdian Kepada Masyarakat. Unit Kegiatan Ekstra-kurikuler (UKE) di tingkat Fakultas ini melengkapi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang sudah di tingkat Universitas. Adapun unit kegiatan ekstrakurikuler (UKE) tersebut adalah sebagai berikut:
1. Seni (Mousai Arpha: paduan suara; Padmanagara: Tari Tradisional; Psychodynamic: Modern Dance; Phoenicia: Teater)
2. Olah Raga (basket, badminton dan futsal)
3. Jurnalistik (BUPSI – Buletin Psikologi)
4. Ilmiah (Mnemonic)
5. Pengabdian Kepada Masyarakat (Caritas)
Pengurus BEM maupun DPM Psikologi pun menyelenggarakan studi banding ke Singapura dan Malaysia. Semua organisasi tersebut berada dibawah naungan BEM Fakultas Psikologi Untar. Adapun ketua BEM pertama (1996/1997) adalah Sandy Kartasasmita, Ketua DPM adalah Fiona Kusnandar. Untuk periode saat ini (tahun 2024/2025), Ketua BEM adalah Runi Michiko dan ketua DPM adalah Gabriella Shalisha
Tahap Keempat adalah tahap pembangunan Pilar III
Pembangunan Pilar III terjadi pada periode waktu 2014-2022. Pada periode ini, Fakutas Psikologi UNTAR dihadapkan pada perubahan kurikulum yang harus memasukan program MBKM di dalam kurikulum pada tahun 2020. Menyikapi MBKM tersebut. Tentunya bukan hal yang mudah. Perlu kerjasama antara seluruh jajaran, baik dekanat, dosen maupun tenaga kependidikan. Fakultas Psikologi pun menjalankan 7 dari 8 MBKM yang ditetapkan oleh pemerintah secara penuh, hingga saat tulisan ini dibuat (2025). MBKM yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UNTAR antara lain: Studi Independen, Penelitian, Kewirausahaan, Magang Industri, Mengajar di Satuan Pendidikan, Membangun Desa dan Proyek Kemanusiaan. Pada periode ini pula, terjadi perubahan besar di dunia. Adanya COVID 19, membuat proses belajar dan mengajar menjadi berbeda. Tatap muka yang biasa dilakukan dari luring bergeser menjadi daring. Pembelajaran secara daring ini, tentunya juga dapat berdampak pada pola belajar dan bagaimana Psikologi merespon terhadap perkembangan digital.
Tahap Kelima adalah tahap pembangunan Atap
Pembangunan Atap terjadi pada periode 2022-saat ini. Periode ini adalah mulai dibangunnya atap dari rumah Fakultas Psikologi UNTAR. Atap ini yang akan menjadi pelindung seluruh penghuni dari hujan maupun terik matahari. Pada periode ini, kurikulum Program Studi Magister Psikologi Profesi pun berubah kembali menjadi Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog yang diselenggarakan selama 3 semester. Pola pembelajaran banyak dikaitkan dengan penelitian dan publikasi ilmiah. Pada saat atap telah selesai dibangun dan melindungi seluruh isi rumah, diharapkan periode berikut adalah menghias dan mempercantik rumah yang dibangun dengan dasar Pro Gloria Scientiae serta EPIC.
Kelima tahap pembangunan rumah Fakultas Psikologi UNTAR tidak lepas dari perkembangan yang terjadi di Universitas Tarumanagara, serta peran serta para stake holders termasuk orang tua, lulusan, para pengguna lulusan, dan pemerintah. Selama perkembangannya, Fakultas Psikologi UNTAR selalu aktif berkontribusi terhadap perkembangan Universitas Tarumanagara, Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI), dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Panjang Umur, Fakultas Psikologi UNTAR.
Daftar Pustaka
Meinarno, EA., Ranakusuma, OI. (2021). Memulai Pemahaman Sejarah Psikologi di Indonesia. Buletin KPIN. Vol. 7 No. 24 Des 2021. https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/939-memulai-pemahaman-sejarah-psikologi-di-indonesia.
Meinarno, EA., Saleh, AY. (2023). The Right Man in the Right Place, and in the Right Time: Slamet Iman Santoso. Buletin KPIN. Vol. 9 No. 17 September 2023. https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/1365-the-right-man-in-the-right-place-and-in-the-right-time-slamet-iman-santoso.
https://heyzine.com/flip-book/5a6e864c24.html
