ISSN 2477-1686
Vol. 11 No. 34 Mei 2025
Citra Tubuh Negatif: Dampak Pubertas dan Paparan Tumbuh Ideal di Media Sosial
Oleh:
Difa Asyifa
Magister Psikologi Sains, Universitas Sumatera Utara
Penggunaan media sosial sangatlah popular dikalangan masyarakat Indonesia. Media sosial menjadi alat informasi yang penting yang memungkinkan penyebaran informasi secara cepat dan memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi satu sama lain. Stieglitz dan Dang-Xuan (2014) mendeskripsikan media sosial sebagai aplikasi berbasis internet yang didasarkan pada ideologis dan teknologi Web 2.0, media sosial memberikan kesempatan penggunanya untuk menghasilkan dan bertukar konten (dalam Purike et al., 2022). Kebutuhan yang tinggi terhadap media sosial mengakibatkan banyak terciptanya media sosial baru dan saling bersaing dalam menarik perhatian dan minat dari para pengguna. Saat ini media sosial juga menawarkan berbagai fitur yang mampu menarik perhatian pengguna dari berbagai kalangan terutama remaja.
Masa remaja ialah salah satu periode penting dalam kehidupan manusia, remaja mengalami berbagai perubahan, termasuk perubahan fisik. Perubahan fisik tersebut dapat berdampak pada pandangan remaja terkait dengan tubuhnya yang dikenal dengan citra tubuh (Az-Zahra et al., 2022). Menurut Santrock (2018) remaja merupakan periode transisi dalam rentang kehidupan manusia yang menghubungkan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa, penanda paling penting dari awal masa remaja ialah pubertas. Pubertas (puberty) merupakan periode terjadinya kematangan fisik yang berlangsung secara cepat dan melibatkan perubahan hormonal dan tubuh (Santrock, 2018).
Pubertas pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah dan perubahan fisik seperti meningkatknya ukuran penis dan testis, tumbuhnya rambut disekitar kemaluan, tumbuh rambut di ketiak, tumbuh rambut di wajah, dan perubahan pada suara. Pubertas pada perempuan ditandai dengan menstruasi dan perubahasan fisik seperti membesarnya payudara, tumbuh rambut disekitar kemaluan, tumbuh rambut di ketiak, bertambahnya tinggi, dan pinggul yang melebar melebihi bahunya. Perubahan fisik pada masa pubertas menimbulkan dampak psikologis, remaja menjadi amat memperhatikan tubuhnya dan membangun citra mengenai bagaimana tubuh mereka (Santrock, 2018).
Citra tubuh adalah gambaran mental dari tubuh yang meliputi persepsi terkait penampilan, perasaan dan pikiran terkait tubuh, bagaimana perasaan ketika berada di dalam tubuh, serta perasaan terhadap fungsi tubuh dan kemampuannya (Cash & Pruzinsky, 2002). Cash & Smolak (2011) mengunkapkan citra tubuh ialah konstruksi multidimensi dengan fitur positif dan negatif. Remaja dengan citra tubuh positif memiliki persepsi dan penilaian yang baik terhadap bentuk dan ukuran tubuh serta merasa puas dengan keadaan tubuh yang dimiliki (Adilia, 2018). Sedangkan, remaja dengan citra tubuh negatif, memandang buruk keadaan tubuhnya yang berdampak pada rasa tidak puas terhadap tubuhnya (Rengga & Soetjiningsih, 2022).
Cash dan Pruzinsky (2002) menyatakan ada beberapa faktor yang dapat menentukan citra tubuh individu yaitu, hubungan interpersonal, jenis kelamin,hubungan interpersonal, keluarga, dan media massa. Sejalan dengan hasil penelitian Coen et al. (2021) menyatakan bahwa faktor yang dapat memicu permasalahan citra tubuh pada individu ialah paparan dari media. Saat ini remaja menggunakan media sosial tidak hanya untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, tetapi juga sebagai wadah untuk mengekspresikan diri melalui unggahan foto dan video di media sosial. Para pengguna media sosial kerap berlomba untuk mengunggah foto dan video terbaik mereka sehingga terciptanya standar tubuh ideal di media sosial. Pada umumnya remaja memiliki keinginan untuk tampil menarik dan sangat memperhatikan penampilan fisiknya yang dapat memicu terjadinya perbandingan fisik dengan orang disekitar atau dengan figur di media sosial. Media sosial kerap menampilkan foto dan vidio yang memperlihatkan tubuh ideal yang diidamkan para remaja, hal tersebut dapat mempengaruhi persepsi remaja terkait dengan tubuh yang indah dan sempurna. Perilaku membandingkan tipe tubuh yang dimiliki dengan foto dan vidio di media sosial, dapat berakibat memburuknya citra tubuh di kalangan remaja (Sari & Rahayu, 2022). Oleh karena itu, paparan gambar tubuh ideal yang tidak realistis di media sosial dapat membentuk persepsi negatif dalam memaknai tubuh yang dimiliki.
Mengacu pada penjelasan tersebut maka diketahui bahwa remaja yang sedang mengalami pubertas cenderung memiliki citra tubuh yang negatif dikarenakan dampak psikologis dari perubahan fisik yang dialami akibat pubertas pada awal masa remaja. Maka dari itu penggunaan media sosial pada awal masa remaja juga dapat meningkatkan citra tubuh yang semakin negatif. Hal tersebut dikarenakan paparan gambar tubuh ideal menjadikan remaja membandingkah tubuhnya dengan gambar tubuh ideal di media sosial yang dapat mengakibatkan ketidakpuasan terhadap tubuh yang dimiliki. Upaya yang dapat dilakukan remaja dalam mengatasi masalah citra tubuh yang semakin negatif ialah dengan membatasi penggunaan media sosial, sehingga remaja dapat terhindar dari paparan standar tubuh ideal di media sosial. Upaya lainnya yang dapat dilakukan ialah dengan menanamkan rasa syukur terhadap tubuh, sehingga timbul kepuasan terhadap tubuh yang dimiliki.
Referensi:
Adilia, F. (2018). Body image siswa ditinjau dari gender. Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 14(2), 79-92. https://doi.org/10.32939/tarbawi.v14i2.291
Az-Zahra, A. C., Shanti, P., & Hutagalung, F. D. (2022). The influence of gratitude on body image among male adolescents. KnE Social Sciences, 11-25. https://doi.org/10.18502/kss.v7i1.10197
Cash, F. T., & Pruzinsky, T. (2002). Body image: A handbook of theory, research, & clinical practice. The Guilford Press.
Cash, F. T., & Smolak, L. (2011). Body image : A handbook of science, practice, and prevention (2nd ed). The Guilford Press.
Coen, J. D., Verbeken, S., & Goossens, L. (2021). Media influence components as predictors of children’s body image and eating problems : A longitudinal study of boys and girls during middle childhood. Body Image, 37, 204–213. https://doi.org/10.1016/j.bodyim.2021.03.001
Purike, E., Baiti, A., & Azizah, N. (2022). Sikap pengguna media sosial terhadap informasi publik yang disampaikan pemerintah melalui media daring dan media sosial. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 1(1), 84-94. https://doi.org/10.55606/jurrish.v1i1.167
Rengga, O. L., & Soetjiningsih, C. H. (2022). Body image ditinjau dari jenis kelamin pada masa dewasa awal. Journal of Psychology, 6(1), 1-12. http://dx.doi.org/10.26623/philanthropy.v6i1.4851
Santrock, J. W. (2018). Life-span development: Perkembangan masa hidup. (B. Widyasinta, Trans.; 13th ed., Vol. 1). Erlangga.
Sari, N. P., & Rahayu, S. P. (2022). Dampak intensitas mengakses media sosial dengan body image pada remaja. Jurnal Psikologi Islam, 1(2), 58-71. https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/jps/article/view/7675 ISSN 2477-1686
Vol. 11 No. 33 Mei 2025
