ISSN 2477-1686
Vol. 11 No. 34 Mei 2025
Kekuatan Grit: Rahasia Sukses Generasi Z di Era Digital
Oleh:
Firly Syahira Sihombing
Magister Psikologi Sains, Universitas Sumatera Utara
Fenomena Generasi Z
Generasi Z yang dikenal dengan gen Z, lahir antara tahun 1996 dan 2012. Gen Z lahir di era yang penuh tantangan dan tumbuh dalam dunia yang sudah terhubung dengan internet dan kemajuan teknologi (Laka et al., 2024). Gen Z yang berkembang di era digital tidak hanya memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi, tetapi juga sebagai alat untuk mengekspresikan diri, mencari informasi, dan membangun karir. Namun, gen Z sering di kritik dengan pandangan kurang memiliki komitmen. Meskipun begitu, ada aspek menarik dari gen Z karena mereka dibesarkan di dunia yang selalu berubah, sehingga mereka dapat beradabtasi dengan mudah. Dalam hal ini, konsep "grit" berperan sebagai kunci sukses bagi gen Z.
Definisi Grit
Grit adalah konsistensi minat dan ketekunan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Grit menjadi faktor penting dalam kesuksesan, dan banyak gen Z menunjukkan kualitas ini melalui kemampuan mereka untuk beradaptasi dan berinovasi. Menurut Angela L. Duckworth (dalam Wardani & Werinussa, 2021), grit terdiri dari dua dimensi, yaitu konsistensi minat (consistency of interest) dan ketekunan dalam berusaha (perseverance of effort). Kedua dimensi ini mendorong individu untuk selalu berusaha dan tetap gigih saat menghadapi berbagai tantangan dan menanggapi kegagalan (A. L. Duckworth et al., 2007). Minat yang konsisten akan terlihat bagi gen Z yang tujuannya tidak mudah dialihkan dan ketekunan usaha akan terlihat bagi gen Z yang selalu bekerja keras untuk mengatasi kesulitan atau tantangan hingga berhasil melewatinya. Grit juga memiliki peranan yang signifikan terhadap kesuksesan, khususnya pada gen Z, baik dalam konteks sosial maupun akademik (Vallerand et al., 2014).
Rahasia Sukses Generasi Z di Era Digital
Menurut Angela Duckworth (2016), terdapat 4 hal yang akan membentuk grit, sehingga 4 hal ini dapat menjadi rahasia kesuksesan bagi generasi Z di era digital.
- Minat: Menyukai sesuatu yang disukai. Melalui minat, gen Z bisa mengenali dirinya sendiri dan mengetahui tujuan jangka panjangnya. Gen Z bisa mengaplikasikan minat mereka dalam dunia teknologi, seperti menciptakan konten yang menarik di platform digital, sehingga jika gen Z menyukai apa yang mereka lakukan, maka motivasi untuk terus berusaha dan belajar juga akan meningkat dan bisa menjadi kunci dalam meraih kesuksesan.
- Praktik: Fokus pada peningkatan kemampuan atau keterampilan. Dalam dunia digital yang cepat berubah, kemampuan untuk selalu berlatih dan beradaptasi sangat penting. Gen Z yang menghabiskan waktu untuk meningkatkan keterampilan, maka akan lebih prepare menghadapi tantangan dan mengambil peluang yang muncul di era digital. Praktik yang konsisten membantu gen Z untuk tetap relevan dan kompetitif. Praktik ini melatih ketekunan untuk selalu mencoba dan bangkit setiap mengalami kegagalan.
- Intensi: Memiliki keyakinan yang mendalam bahwa tindakan yang diambil akan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Keyakinan ini biasanya muncul setelah minat selalu meningkat dan keterampilan diasah melalui latihan dalam jangka waktu yang cukup lama. Gen Z harus berusaha dan menetapkan niat untuk mewujudkan suatu perilaku yang didasari oleh keyakinan yang kuat dengan menguasai teknologi digital untuk berinovasi dan membangun karir yang baik.
- Harapan: Harapan berkaitan erat dengan minat, praktik, dan intensi untuk menunjukkan tanggapan individu terhadap kegagalan. Harapan memiliki peran yang signifikan terhadap kesuksesan gen Z di era digital karena hope yang tinggi akan membuat gen Z cenderung fokus dalam mencapai keberhasilan, dan memandang hambatan sebagai tantangan, sehingga dapat mencapai tujuan jangka panjang, khususnya di era digiral ini dengan perubahan yang sering terjadi.
Septania & Proborini (2020) menemukan bahwa keterbukaan hati dan pikiran (broadening) menjadi komponen tambahan yang termasuk bagian dari kesuksesan gen Z, sehingga dapat membuat gen Z lebih mudah menyesuaikan diri dengan kegagalan dan tidak mudah patah semangat. Bahrudin et al (2024) juga menemukan bahwa grit akan menjadi kekuatan bagi gen Z untuk memiliki semangat dan kegigihan penuh dalam mencapai tujuan jangka panjang, meskipun mengalami kesulitan. Gen Z akan lebih termotivasi untuk mencapai tujuan jangka panjangnya jika mereka sudah memiliki hasrat yang kuat untuk mencapainya.
Dengan demikian, grit dapat menjadi kekuatan gen Z dalam memanfaatkan teknologi digital untuk sukses di berbagai bidang, seperti pendidikan, karir, bisnis, dan lain sebagainya. Mereka juga dapat bertahan atau berusaha mengatasi tantangan yang dihadapinya, sehingga grit yang tinggi akan menganggap tugas sebagai ketahanan dan selalu berpegang teguh pada pilihan mereka.
Referensi:
Bahrudin, Widiasih, P. A., & Trendita, J. (2024). The Effect of Grit on Career Commitment in Generation Z Employees. EAI Innovating Research, 11(3), 1–7. https://doi.org/10.4108/eai.18-7-2023.2343397
Duckworth, A. (2016). Grit: The Power of Passion and Perseverance. An Imprint of Simon & Schuster, Inc.
Duckworth, A. L., Peterson, C., Matthews, M. D., & Kelly, D. R. (2007). Grit : Perseverance and Passion for Long-Term Goals. Journal of Personality and Social Psychology, 92(6), 1087–1101. https://doi.org/10.1037/0022-3514.92.6.1087
Laka, L., Darmansyah, R., Judijanto, L., Lase, J. F., Haluti, F., Kuswanti, F., & Kalip. (2024). Pendidikan Karakter Gen Z di Era Digital. Sonpedia Publishing Indonesia.
Septania, S., & Proborini, R. (2020). Self-Compassion, Grit and Internet Addiction in Generation Z. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 12(2), 138–147. https://doi.org/http://doi.org/10.31289/analitika.v12i2.4175
Vallerand, R. J., Houlfort, N., & Hutan, J. (2014). The Oxford Handbook of Work Engagement, Motivation, and Self-Determination Theory. Oxford University Press.
Wardani, L. M. I., & Werinussa, J. O. A. (2021). Job Insecurity, Grit, and Work Engagement di Masa Pandemik Covid-19. NEM.
