ISSN 2477-1686
Vol. 11 No. 29 Maret 2025
Psikologi Sosial Judi Online:
Mengapa Media Sosial dan Iklan Digital Menarik Pemain Baru?
Oleh :
Fadhilla Alfitri
Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
Kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak besar pada banyak aspek kehidupan, termasuk dalam perubahan pola perilaku sosial dan ekonomi. Salah satu dampak yang cukup mencolok adalah munculnya fenomena judi online yang semakin banyak diminati khususnya oleh generasi muda. Keberadaan media sosial dan iklan digital memberikan kontribusi yang signifikan dalam menarik perhatian individu untuk terlibat dalam perjudian. Media sosial menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan perjudian online, sementara itu iklan yang sangat personal mampu menyasar audiens yang tepat dan memicu minat mereka untuk berpartisipasi.
Iklan judi yang sering terlihat di media sosial menggunakan pemasaran berbasis emosi yang dirancang untuk memanipulasi emosi audiens dengan menawarkan janji keuntungan instan. Penggunaan iklan berbasis emosi ini bertujuan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan dorongan untuk mencoba perjudian. Individu yang melihat iklan ini mungkin merasa bahwa mereka akan segera meraih keuntungan besar tanpa harus berusaha keras. Namun yang tidak ditunjukkan adalah risiko besar yang terlibat, termasuk kerugian finansial dan dampak buruk terhadap kesehatan mental mereka.
Salah satu daya tarik utama yang digunakan dalam iklan judi online adalah gambaran kehidupan mewah yang dapat diraih dengan kemenangan besar dalam permainan judi, visual yang sering ditampilkan mencakup pemandangan liburan mewah, mobil sport, rumah besar, atau pengalaman-pengalaman lainnya yang seolah-olah dapat dicapai melalui judi. Iklan ini dirancang untuk menyasar mereka yang belum mengenal perjudian, serta mereka yang memiliki pola pikir yang lebih terbuka terhadap tren terbaru. Sebagai akibatnya banyak individu yang melihat judi online sebagai cara untuk mengubah hidup mereka. Paparan berulang terhadap iklan judi yang menonjolkan gaya hidup mewah dapat membentuk persepsi bahwa perjudian adalah cara yang sah untuk meraih kesuksesan. Menurut teori motivasi yang dikembangkan oleh Deci dan Ryan (2000), individu sering kali mencari pengakuan sosial dan penghargaan. Oleh karena itu, iklan yang mengaitkan perjudian dengan kesuksesan sosial dan finansial membuat orang merasa bahwa mereka juga harus ikut serta untuk meraih hal yang sama.
Teori pembelajaran sosial dari Bandura (1977) menyatakan bahwa seseorang cenderung meniru perilaku yang mereka lihat, terutama jika perilaku tersebut mendapat pengakuan atau diterima oleh kelompok sosial mereka. Dalam dunia media sosial, fenomena ini menjadi lebih kuat ketika teman-teman atau influencer yang mereka ikuti memamerkan gaya hidup sukses yang diperoleh dari judi online, banyak orang merasa bahwa mereka juga perlu mengikuti jejak tersebut .
Dampak psikologis dari pengaruh media sosial dan iklan digital ini dapat sangat merusak, terutama dalam hal kecanduan judi. Judi online mengandung elemen penguatan variabel, di mana individu tidak dapat memprediksi kapan mereka akan menang yang hal itu justru memperkuat dorongan untuk terus bermain. Skinner (1953) menjelaskan bahwa penguatan variabel ini meningkatkan kecenderungan individu untuk terus terlibat dalam aktivitas tersebut meskipun ada kerugian. Individu yang terperangkap dalam pola ini sering kali merasa bahwa kemenangan besar akan datang suatu saat, dan ini menyebabkan mereka terus bermain meskipun mereka kehilangan banyak uang.
Selain kecanduan, fenomena perbandingan sosial yang tidak sehat juga menjadi dampak dari paparan iklan judi online. Menurut Festinger (1954), individu cenderung membandingkan diri mereka dengan orang lain, terutama dalam hal pencapaian atau kebahagiaan. Ketika seseorang melihat orang lain mendapatkan keuntungan besar atau meraih status sosial yang tinggi melalui perjudian, mereka mungkin merasa bahwa mereka juga harus melakukannya untuk mencapai tujuan yang sama. Perbandingan ini sering kali menyebabkan ketidakpuasan terhadap diri sendiri, yang pada akhirnya berujung pada perasaan cemas dan tidak puas dengan kehidupan mereka.
Fenomena ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang lebih mendalam tentang pengaruh media sosial dan iklan digital terhadap individu. Meskipun judi online menawarkan daya tarik melalui iming-iming kemenangan instan dan pengakuan sosial, namun dampak psikologis yang ditimbulkan, seperti kecanduan dan perbandingan sosial yang tidak sehat, dapat merusak kesejahteraan mental individu. Media sosial dan iklan digital memainkan peran besar dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap perjudian yang membuatnya terlihat sah dan menguntungkan.
Referensi
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Prentice-Hall.
Skinner, B. F. (1953). Science and Human Behavior. Free Press.
Festinger, L. (1954). A theory of social comparison processes. Human Relations, 7(2), 117-140. https://doi.org/10.1177/001872675400700201
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The what and why of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychologi al Inquiry, 11(4), 227-268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01
