ISSN 2477-1686

 Vol. 7 No. 2 Januari 2021

Caregiver Orang Dengan Demensia Dalam Komunitas

Oleh

Ahyani Radhiani Fitri & Dody Leyno Amperawan

Fakultas Psikologi, UIN SUSKA Riau  

Prevalensi penderita demensia belum tertera pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018) maupun pada Profil Kesehatan Indonesia (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2019) meskipun demensia merupakan salah satu gangguan jiwa yang terdokumentasikan di Puskesmas. Sementara itu, Survey Meter melaporkan bahwa 20,1% lansia dengan demensia tinggal di Yogyakarta (Indonesia) sebagai provinsi dengan beban pelayanan kesehatan yang lebih besar. Prevalensi penderita demensia di Yogyakarta tertinggi jika dibandingkan provinsi lain di Indonesia meskipun sistem, keluarga, dan masyarakat di Yogyakarta memiliki tingkat pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih tinggi (Suriastini et al., 2016). Jumlah lansia di Indonesia yang berusia 60 tahun ke atas (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2004) diperkirakan mencapai 27,08 juta (2020), 33,69 juta (2025), dan 48,19 juta pada tahun 2035.  Dengan demikian diperkirakan jumlah prevalensi orang dengan Demensia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hasil studi demensia di Yogyakarta tahun 2015 – 2016 menyebutkan satu dari lima orang lanjut usia di DIY sudah terpapar demensia yaitu ditandai berkurangnya fungsi otak sehingga berpengaruh pada Kesehatan lanjut usia (Survey Meter, 2018).

Orang dengan Demensia (OdD) dicirikan sebagai orang yang membutuhkan kemandirian, timbal balik, dukungan sosial, informasi, dan diberikan dukungan klinisi (Quinn et al., 2016), mengalami kematian sosial yang telah terjadi sebelum kematian biologis pada sakit parah yang dinyatakan oleh banyak budaya (Sweeting & Gilhooly, 2008) maupun pelayanan kesehatan dan perawatan sosial jangka panjang karena kebutuhan yang kompleks, tingkat ketergantungan dan morbiditas yang tinggi pada tahap selanjutnya. Hal ini juga menyebabkan munculnya hambatan seperti kurangnya pengetahuan, kesadaran, ketidaksesuaian budaya, kemitraan keluarga, dan pengembangan masyarakat (Epps, Skemp, & Specht, 2015). OdD membutuhkan komunitas yang mendukung, memberikan kenyamanan dan menciptakan peluang akan menghargai setiap orang dan menghormati perbedaan, pencapaian, kesempatan, dan kesempatan individu untuk otonomi, keterlibatan, dan berbagi pengalaman sebagai orang dengan Demensia (Fazio, Pace, Flinner, & Kallmyer, 2018) maupun menemukan cara alternatif untuk menerima gangguan demensia (Hillman & Latimer, 2017).

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengkaji pengasuhan pada demensia seperti masalah yang berkaitan dengan asuhan individu dan komunitas, pemanfaatan asuhan, dan intervensi sebagai carer. Kajian tentang masalah sebagai pemberi asuhan individu seperti prediktor dan konsekuensi dari perilaku agresif (Hamel et al., 1990), beban caregiver dalam merawat penderita Alzheimer yang bertempat tinggal di komunitas (Yu, Wang, He, Liang, & Zhou, 2015), masalah tidur pada caregiver lansia (McCurry, Logsdon, Vitiello, & Teri, 1998), inkontinensia sementara dalam perawatan pasien lansia yang tinggal di komunitas dengan demensia (Ouslander, Zarit, Orr, & Muira, 1990), dan komunitas layanan kesehatan masyarakat (Robinson, Buckwalter, & Reed, 2013) adalah beberapa studi tentang pemberi perawatan komunitas demensia. Di satu sisi, penelitian tentang pemanfaatan pada pemberi perawatan demensia seperti pemanfaatan pelayanan masyarakat (Caserta, Lund, Wright, & Redburn, 1987), serta pemanfaatan pelayanan masyarakat dan pengaruhnya terhadap pelembagaan (Gaugler, Kane, Kane, & Newcomer, 2005) maupun studi dalam intervensi pemberi perawatan demensia seperti pelatihan berbasis web sebagai intervensi untuk orang dewasa rentan dengan demensia dan caregiver keluarga mereka (Mittelman, Haley, Clay, & Roth, 2006), pekerjaan komunitas terapi untuk caregiver keluarga (Wenborn et al., 2016) telah  banyak dilakukan.

Di sisi lain, dalam lingkungan komunitas, caregiver demensia juga  mengalami tekanan psikososial sementara harus merawat penderita demensia yang menjadi penerima perawatan, memiliki peran yang sangat penting. Caregiver mengekspresikan keintiman, cinta, dan emosi dasar manusia lainnya dan juga respons emosional mereka terhadap penyakit yang disebabkan oleh demensia seperti kemarahan, kebencian, rasa bersalah, dan perasaan berlebihan saat merawat orang dengan demensia (Motenko & Motenko, 1989). Tantangan utama dari caregiver adalah memiliki banyak tekanan dan dampak emosional yang signifikan karena beban emosionalnya (Smerglia & Deimling, 1997), beban fisik, sosial, dan keuangan (Stull, Kosloski, & Kercher, 1994), masalah kognitif, perilaku, dan emosional (Arango Lasprilla, Moreno, Rogers, & Francis, 2009).

Meskipun beberapa caregiver merasa bahwa peran mereka membebani sebagai seorang caregiver, namun ada beberapa caregiver yang merasa tidak terbebani (Noonan & Tennstedt, 1997). Caregiver yang memiliki religiusitas intrinsik dan organisasional merasa kurang memiliki beban sebagai seorang caregiver daripada religiusitas non-organisasi (Herrera, Lee, Nanyonjo, Laufman, & Torres-Vigil, 2009). Selain itu, caregiver dengan pendapatan yang lebih tinggi menunjukkan lebih memiliki kesempatan pengaturan pengasuhan alternatif untuk berbagi dengan komitmen atau kebutuhan caregiver di rumah (Hamel et al., 1990), meskipun di sisi lain caregiver yang lebih berpendidikan cenderung lebih terbebani di antara pasangan mereka (Chappell, Dujela, & Smith, 2015).

Budaya setempat dapat dijadikan ide motivasi maupun regulasi emosi bagi caregiver dalam tugas pengasuhannya pada anggota keluarga dengan demensia karena dengan sikap dan pengetahuan yang baik dari caregiver terhadap orang dengan demensia dalam pengasuhannya, maka akan terjalin hubungan pengasuhan yang harmonis (Mulyani et al., 2019). Caregiver yaitu keluarga dan teman sebagai komunitas yang merawat 80 % lansia dengan demensia (Widyastuti, 2009).

Secara umum, peran caregiver pada penderita demensia juga tidak terlepas dari pengaruh budaya tempat tinggal sebagai setting dalam pemberian pengasuhan pada anggota keluarga dengan demensia. Penerapan nilai budaya pada caregiver orang dengan demensia dapat menjadi kunci pengasuhan dengan melibatkan peran komunitas bagi orang dengan demensia.

Referensi:

Arango Lasprilla, J. C., Moreno, A., Rogers, H., & Francis, K. (2009). The effect of dementia patient?s physical, cognitive, and emotional/ behavioral problems on caregiver well-being: Findings from a Spanish-speaking sample from Colombia, South America. American Journal of Alzheimer’s Disease and Other Dementias, 24(5), 384–395. https://doi.org/10.1177/1533317509341465

Caserta, M. S., Lund, D. A., Wright, S. D., & Redburn, D. E. (1987). Caregivers to Dementia Patients: The Utilization of Community Services. Gerontologist, 27(2), 209–214. https://doi.org/10.1093/geront/27.2.209

Chappell, N. L., Dujela, C., & Smith, A. (2015). Caregiver Well-Being: Intersections of Relationship and Gender. Research on Aging, 37(6), 623–645. https://doi.org/10.1177/0164027514549258

Epps, F., Skemp, L., & Specht, J. (2015). Using culturally informed strategies to enhance recruitment of african americans in dementia research: A nurse researcher’s experience. Journal of Research Practice, 11(1), 1–19.

Fazio, S., Pace, D., Flinner, J., & Kallmyer, B. (2018). The Fundamentals of Person-Centered Care for Individuals with Dementia. Gerontologist, 58, S10–S19. https://doi.org/10.1093/geront/gnx122

Gaugler, J. E., Kane, R. L., Kane, R. A., & Newcomer, R. (2005). Early community-based service utilization and its effects on institutionalization in dementia caregiving. Gerontologist, 45(2), 177–185. https://doi.org/10.1093/geront/45.2.177

Hamel, M., Gold, D. P., Andres, D., Reis, M., Dastoor, D., Grauer, H., & Bergman, H. (1990). Predictors and consequences of aggressive behavior by community-based dementia patients. Gerontologist, 30(2), 206–211. https://doi.org/10.1093/geront/30.2.206

Herrera, A. P., Lee, J. W., Nanyonjo, R. D., Laufman, L. E., & Torres-Vigil, I. (2009). Religious coping and caregiver well-being in Mexican-American families. Aging and Mental Health, 13(1), 84–91. https://doi.org/10.1080/13607860802154507

Hillman, A., & Latimer, J. (2017). Cultural representations of dementia. PLoS Medicine, 14(3), 15–18. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1002274

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-indonesia-2019.pdf

McCurry, S. M., Logsdon, R. G., Vitiello, M. V., & Teri, L. (1998). Successful Behavioral Treatment for Reported Sleep Problems in Elderly Caregivers of Dementia Patients: A Controlled Study. The Journals of Gerontology Series B: Psychological Sciences and Social Sciences, 53B(2), P122–P129. https://doi.org/10.1093/geronb/53b.2.p122

Mittelman, M. S., Haley, W. E., Clay, O. J., & Roth, D. L. (2006). Improving caregiver well-being delays nursing home placement of patients with Alzheimer disease. Neurology, 67(9), 1592–1599. https://doi.org/10.1212/01.wnl.0000242727.81172.91

Motenko, A. K., & Motenko, A. K. (1989). The Frustrations, Gratifications, and Well-Being of Dementia Caregivers. Gerontologist, 29(2), 166–172. https://doi.org/10.1093/geront/29.2.166

Mulyani, S., Artanti, E., & Saifullah, A. (2019). Knowledge and Attitudes Towards People with Dementia among General Population in Yogyakarta. 15(IcoSIHSN), 230–235. https://doi.org/10.2991/icosihsn-19.2019.50

Noonan, A. E., & Tennstedt, S. L. (1997). Meaning in caregiving and its contribution to caregiver well-being. Gerontologist, 37(6), 785–794. https://doi.org/10.1093/geront/37.6.785

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2004. Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia

Ouslander, J. G., Zarit, S. H., Orr, N. K., & Muira, S. A. (1990). Incontinence Among Elderly Community-Dwelling Dementia Patients. Journal of the American Geriatrics Society, 38(4), 440–445. https://doi.org/10.1111/j.1532-5415.1990.tb03543.x

Quinn, C., Toms, G., Jones, C., Brand, A., Edwards, R. T., Sanders, F., & Clare, L. (2016). A pilot randomized controlled trial of a self-management group intervention for people with early-stage dementia (The SMART study). International Psychogeriatrics, 28(5), 787–800. https://doi.org/10.1017/S1041610215002094

RI, K. K. (2017). Analisis Lansia di Indonesia. Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.

Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riskesdas Penyakit Tidak Menular 2018. Hasil Utama Riskesdas Penyakit Tidak Menular, 8.

Robinson, K. M., Buckwalter, K., & Reed, D. (2013). Differences Between Dementia Caregivers Who are Users and Nonusers of Community Services. Public Health Nursing, 30(6), 501–510. https://doi.org/10.1111/phn.12041

Smerglia, V. L., & Deimling, G. T. (1997). Care-related decision-making satisfaction and caregiver well-being in families caring for older members. Gerontologist, 37(5), 658–665. https://doi.org/10.1093/geront/37.5.658

Stull, D. E., Kosloski, K., & Kercher, K. (1994). Caregiver Burden and Generic Well-Being: Opposite Sides of the Same Coin? Gerontologist, 34(1), 88–94. https://doi.org/10.1093/geront/34.1.88

Suriastini, N. W., Turana, Y., Witoelar, F., Supraptilah, B., Wicaksono, T., & Dwi, E. (2016). Angka Prevalensi Demensia. SurveyMETER, Maret, 1–4. https://doi.org/10.4210/ssee.pbs.2009.0001

Survey Meter (2018). Mendorong Lahirnya Peraturan Walikota Yogyakarta tentang Kelanjutusiaan. https://surveymeter.org/id/read/457/mendorong-lahirnya-peraturan-walikota-yogyakarta-tentang-kelanjutusiaan

Sweeting, H., & Gilhooly, M. (2008). Dementia and the phenomenon of social death. Sociology of Health & Illness, 19(1), 93–117. https://doi.org/10.1111/j.1467-9566.1997.tb00017.x

Wenborn, J., Hynes, S., Moniz-Cook, E., Mountain, G., Poland, F., King, M., … Orrell, M. (2016). Community occupational therapy for people with dementia and family carers (COTiD-UK) versus treatment as usual (Valuing Active Life in Dementia [VALID] programme): Study protocol for a randomised controlled trial. Trials, 17(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s13063-015-1150-y

Widyastuti, R. (2019). Pengalaman Keluarga Merawat Lanjut Usia dengan Demensia di Keluarga Pancoran Mas Kota Depok, Jawa Barat: Studi Fenomenologi. Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia

Yu, H., Wang, X., He, R., Liang, R., & Zhou, L. (2015). Measuring the caregiver burden of caring for community-residing people with Alzheimer’s disease. PLoS ONE, 10(7), 1–13. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0132168