ISSN 2477-1686

 Vol. 7 No. 1 Januari 2021

Mengatasi Stres Dengan Berolahraga

Oleh

Asyifa Fajriani Nur Salsabilla

Program Studi Psikologi, Universitas Pendidikan Indonesia

 

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan berbagai dampak. Salah satu akibat yang ditimbulkan pandemi ini adalah pembatasan aktivitas masyarakat. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Apa dampak terbesar yang ditimbulkan dari pandemi ini? Pembatasan aktivitas sangat perlu dilakukan dalam masa pandem ini dengan guna memutus mata rantai virus Covid-19 dan karena hal ini berbagai aktivitas masyarakat menjadi terkendala sehingga dampak terbesar yang dirasakan masyarakat adalah stres.

Stres pada masa pandemi ini tidak hanya ditimbulkan dari pembatasan aktivitas. Apa hal lain yang menjadi stressor pada masa pandemi bagi masyarakat? Apa yang masyarakat rasakan? Penyebab lain timbulnya stres pada masa pandemi adalah perasaan takut, cemas, dan frustasi akan tertularnya Covid-19. Ketidakpastian dari berakhirnya masa pandemi Covid-19 ini pun menjadi stressor bagi masyarakat. Apa dampak dari stres? Bagaimana jika stres tidak dapat diatasi? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi stres?

Pertama-tama pahami apa itu stres

Apa itu stres? Stres menurut Selye (dalam Markova & Nikitskaya, 2017) adalah istilah untuk menjelaskan tanggapan yang diamati dalam sindrom adaptasi umum, sebuah sindrom yang diidentifikasi tersebut sebagai reaksi alarm awal yang diikuti oleh keadaan adaptasi yang disebut tahap perlawanan.

Apakah stres ini berguna? Perlukah stres? Tanpa stres, seseorang tidak akan dapat maju dalam hidupnya. Dalam kadar tertentu stres dibutuhkan untuk bisa menghadapi masalah tertentu. Dalam hal ini stres disebut stres yang normal. Namun apakah stres yang berkepanjangan berbahaya? Lalu apa yang dampaknya? Stres yang berkepanjangan akan menimbulkan gangguan kesehatan mental.

Hal apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi stres? Bagaimana caranya? Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres, salah satunya dengan berolahraga. Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak dan meningkatkan kemampuan gerak (Wahyudi et al., 2017). Stres dapat berkurang dengan olahraga karena dapat terjadi perubahan kimia dalam otak setelah berolahraga, seperti peningkatan neurotransmitter terutamanya serotonin dan dopamin serta sekresi endorfin.

Berikut merupakan dampak yang ditimbulkan dari berolahraga yang dapat mengurangi tingkat stres:

1.    Menurunkan tingkat hormon stres

2.  Meningkatkan feel good hormone yaitu endorphin, hormon ini akan memberikan rasa tenang, melepaskan ketegangan, dan mengurangi rasa sakit

3.    Membuat emosi lebih stabil

4.   Saat melakukan aktivitas fisik, tubuh memproduksi hormon-hormon tertentu yang membuat suasana hati lebih baik dan tubuh menjadi lebih rileks

5.    Meningkatkan kualitas tidur

Mari kita belajar memahami stres agar kita dapat mengatasinya, sehingga stres tidak lagi menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri namun berubah menjadi sebuah pendorong kita untuk maju.

Referensi:

Markova, S., & Nikitskaya, E. (2017). Coping strategies of adolescents with deviant behaviour. International Journal of Adolescence and Youth, 22(1), h.36–46.

Wahyudi, R., Bebasari, E., & Nazriati, E. (2017). Gambaran tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau tahun pertama. Jurnal Ilmu Kedokteran, 9(2), h.107-113.