ISSN 2477-1686

 

Vol.6 No. 07 April 2020

Menjadi Manusia Produktif Saat Bekerja Dari Rumah di Era Covid-19

 

Oleh

Cintami Farmawati

Jurusan Tasawuf & Psikoterapi, IAIN Pekalongan

 

Bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) telah diberlakukan di IAIN Pekalongan sejak 26-31 Maret 2020, kemudian diperpanjang lagi sampai tanggal 21 April 2020. Selain bekerja, dosen dan tenaga kependidikan diminta untuk beribadah dan belajar di rumah sebagai bentuk mengisolasi diri dari kegiatan sosial atau physical distancing. Berdasarkan Surat Edaran Rektor IAIN Pekalongan Nomor: 1416/In.30/B.I.1/HM.00/3/2020 bahwa pelaksanaan kegiatan perkuliahan secara online sudah berjalan sejak 16 Maret 2020 dan diperpanjang hingga akhir semester genap tahun akademik 2019/2020. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (covid-19) yang belum berhenti. Bahkan, jumlah pasien yang positif terinfeksi covid-19 di Indonesia meningkat setiap harinya menjadi 2.092 orang hingga sabtu tanggal 04 April 2020 (Yurianto, 2020).

 

Kebijakan bekerja dari rumah tersebut membuat dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa mempunyai banyak waktu yang berkualitas bersama keluarga. Waktu bekerja dari rumah dapat digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan positif mengurangi stress dan kebosanan saat di rumah, salah satunya menjadi manusia produktif sesuai tugas dan peran. Produktif adalah kemampuan untuk memanfaatkan potensi diri yang dimiliki sehingga dapat menghasilkan sesuatu. Menjadi manusia atau pribadi yang produktif membuat diri lebih banyak menghasilkan sesuatu, banyak capaian-capaian yang dapat diraih seperti prestasi dan karya-karya yang bisa dihasilkan.

 

Erich Fromm menjelaskan bahwa manusia yang berkepribadian sehat adalah manusia produktif (berkarakter produktif), yaitu mampu mengembangkan potensi, memiliki cinta kasih, imaginasi, dan kesadaran diri yang baik. Orang-orang sehat menciptakan diri dengan melahirkan semua potensi dan pedoman kepribadian sehat untuk tingkah laku yang bersifat internal dan individual, yakni tingkah laku yang menghasilkan rasa persetujuan dan kebahagiaan dari dalam. Istilah lain dari kepribadian sehat adalah self-actualize person (Maslow), Victor Frankl menyebutnya sebagai the meaning of people (Dewi, 2012).

 

Menurut Gilmore (dalam Arfian, dkk. 2017), manusia produktif adalah individu yang memberikan kontribusi kepada lingkungan, imajinatif dan inovatif, bertanggung jawab dan responsif dalam berhubungan dengan orang lain. Pribadi yang produktif adalah individu yang matang (maturity), secara psikologis. Ciri-ciri pribadi yang matang yaitu: (1). Tidak banyak tergantung pada orang lain; (2) Memiliki rasa tanggung jawab; (3) Obyektif dan kritis (tidak asal terima issu); (4) Emosinya stabil; (5) Sociability: dalam lingkungan yang cocok akan tampil maju, dalam lingkungan yang tidak cocok, akan menjaga jarak; dan (6) Keyakinan agama, merupakan aspek paling tinggi dalam jenjang kematangan yang dicapai seseorang, yaitu pengakuan akan pertolongan dan kekuasaan Allah SWT.

Berdasarkan penjabaran di atas, menjadi manusia produktif saat bekerja di rumah di tengah covid-19 perlu dilakukan agar berguna bagi diri dan orang lain serta memiliki kesehatan prima menghadapi wabah covid-19. Sedarmayanti (dalam Prastia, dkk. 2017) bahwa pribadi yang produktif adalah pribadi yang yakin akan kemampuan dirinya, dalam istilah psikologi disebut sebagai orang yang memiliki rasa percaya diri, harga diri dan konsep diri yang tinggi sehingga mampu mengaktualisasikan dirinya.

 

Beberapa hal yang dilakukan penulis selama bekerja dari rumah agar tetap produktif dan bertumbuh di era covid-19 yaitu:

1.  Manajemen waktu saat bekerja dari rumah

Menurut Atkinson (1999), manajemen waktu adalah suatu jenis keterampilan yang berkaitan dengan segala bentuk upaya dan tindakan seseorang yang dilakukan secara terencana agar individu dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya. Penulis mengatur waktu dengan membuat jadwal bekerja dengan menyamakan jadwal di kantor dengan di rumah. Misalnya: Perkuliahan online dilaksanakan sesuai dengan jadwal dari kampus sehingga tidak overtime dan mahasiswa enjoy saat kuliah online. Selain itu, penulis juga mengatur jadwal untuk menulis artikel. Manajemen waktu yang baik dapat membantu pribadi menjadi disiplin dan teratur.

2.  Berpartisipasi dalam kegiatan peduli covid-19 melalui konseling dan psikoterapi secara online

Covid-19 banyak menimbulkan ketakutan masyarakat, dengan pemberitaan hoaks mengenai covid-19, masyarakat menjadi panik. Adanya kebijakan agar masyarakat menjaga diri dari penyebaran covid-19 dengan stay at home, belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah. Menyikapi kondisi tersebut, penulis dengan para psikoterapis yang tergabung dalam Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi se-Indonesia membuka layanan konseling psikosufistik untuk membantu masyarakat menghadapi situasi covid-19 agar tenang dan bahagia.

3.  Menyediakan ruang khusus yang efektif saat bekerja dari rumah

Ruang khusus yang efektif untuk bekerja dari rumah adalah ruangan yang jauh dari tempat makan dan bersantai keluarga. Selain itu, dalam ruang khusus perlu disediakan aromaterapi dan musik sehingga tercipta suasana kondusif dan rileks saat bekerja di rumah.

4.  Meluangkan waktu untuk bersama keluarga

Meluangkan waktu bersama keluarga di era covid-19 merupakan kegiatan positif dan efektif. Menurut Sherly (2020), membuat momen quality time yang menyenangkan tak harus dilakukan di luar rumah dengan menciptakan aktivitas quality time yang menyenangkan bersama keluarga di rumah seperti memasak bersama, olahraga bersama, mengerjakan pekerjaan rumah, membuat karya seni bersama, menonton film, membaca buku dan bermain game bersama.

5.  Menjaga kesehatan fisik dan mental

Sehat fisik dan mental membuat pekerjaan menjadi baik dan produktif. Mengkonsumsi vitamin, makanan dan minuman yang bergizi, olahraga, berpikir positif dan optimis merupakan hal penting wajib dilakukan saat bekerja dari rumah.

6.  Menjaga penampilan dan kebersihan tubuh

Walaupun bekerja dari rumah, tetap harus menjaga penampilan dan kebersihan tubuh. Secara psikologis, membersihkan tubuh dan menjaga penampilan dapat membuat mental kita siap untuk bekerja. Selain itu, dengan menjaga kebersihan tubuh maka akan terhindar dari penyakit.

 

Referensi:

 

Atkinson, P. (1999). Manajemen Waktu yang Efektif. Jakarta: Binarupa Aksara.

 

Arfian., Harding, D., Kadiyono, A. L., & Jatnika, R. (2017). Job Satisfaction dan Productive Behavior: Perilaku Industri Kecil (IK). Prosiding SEMNAS Penguatan Individu di Era Revolusi Informasi.  ISBN: 978-602-361-068-6.

 

Dewi, K. S. (2012). Buku Ajar Kesehatan Mental. Semarang: UPT UNDIP Press Semarang.

 

Prastia, R. H., Mintarti, S. U. W., & Wardoyo, C. (2017). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Produktif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan Tahun 2013. Jurnal Pendidikan, 2(2), 238-245.

 

Sherly. 2020. Stay at Home: Ciptakan Waktu dan Momen Terbaikmu!. Buletin K-PIN, 6(5), Maret 2020. ISSN 2477-1686.

 

Surat Edaran Rektor IAIN Pekalongan Nomor 1416/In.30/B.I.1/HM.00/3/2020 Tentang Tindak Lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 697/ 03/2020 Tentang Perubahan Atas S.E Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 657/03/2020 Tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Lingkungan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

 

Yurianto, A. (2020, April 4). Update Corona 4 April 2020: 2.092 Kasus, 191 Meninggal, 150 Sembuh. Di akses dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200404143554-20-490309/update-corona-4-april-2092-kasus-191-meninggal-150-sembuh