ISSN 2477-1686

 

Vol.5 No. 21 November  2019

Menebar Senyum Penuh Manfaat 

Oleh

Erdina Indrawati

Fakultas Psikologi, Universitas  Persada  Indonesia  Y.A.I

Senyum merupakan sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Maryanto (2010) menungkapkan bahwa senyum juga penting untuk dijadikan budaya organisasi dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif. Senyuman tidak membutuhkan biaya sedikitpun, akan tetapi membawa dampak yang luar biasa. Orang yang memberi senyum tidak akan menjadi miskin, tetapi akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang lama, namun membekas dalam ingatan sampai akhir hayat. Kaya ataupun miskin memiliki senyum.


A. Pengertian Senyum
 

Departemen Pendidikan Nasional (2001) mendefinisikan senyum sebagai gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk mengungkapkan rasa senang, gembira, suka, dan sebagainya dengan mengembangkan bibir sedikit. Senyum adalah ekspresi wajah yang dibentuk oleh tarikan otot terutama pada otot-otot di kedua ujung mulut. Tersenyum adalah perilaku yang sangat menyenangkan. Orang yang  tersenyum terpancar perasaan dan perilaku positif, keramahan, kegembiraan, kesopanan, dan rasa hormat. Senyum tidak hanya menentukan ekspresi wajah, melainkan juga membuat otak memproduksi hormon endorfin. Hormon ini menurut ilmu medis dapat  mengurangi rasa sakit secara fisik dan psikis. 

Dilihat dari perspektif psikologi, senyum memiliki dampak positif bagi para pelakunya.  Senyum dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan kekebalan secara psikologis, memicu perasaan optimis, dan dapat meningkatkan hubungan baik dengan orang lain. Dengan senyum, sesuatu yang sulit akan terasa lebih ringan. Dilihat dari segi sosial untuk membantu menciptakan relasi sosial positif, seseorang perlu memiliki beberapa kemampuan yakni: senyum, mau mendengarkan, berempati, peka, peduli, pandai memilih kata bijak, dan action. Senyum dapat sebagai sarana berteman dan ditinjau dari segi agama, senyum bernilai ibadah karena dianggap memiliki kesamaan dengan sedekah. Orang telah dianggap bersedekah hanya dengan tersenyum kepada orang lain. Senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Seperti “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” Tentu senyum yang dimaksud adalah senyum tulus dan murni. Karena pada kenyataannya ada bermacam-macam  senyum yang dianggap kurang baik seperti senyum sinis, senyum mengejek,senyum terpaksa dan senyum tersipu-sipu. 

B. Manfaat Senyum

1.    Senyum membuat awet muda

Senyum bisa melenturkan kulit wajah dan membuat seseorang  terlihat lebih muda. Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat seseorang terlihat lebih muda.  Berikan senyum sepanjang hari, maka akan terlihat lebih muda dan merasa lebih baik.

2.    Senyum dapat mengurangi stres

Stres secara nyata dapat muncul di wajah. Senyum membantu mencegah kesan bahwa seseorang sebenarnya sedang lelah. Jika seseorang sedang stres mencoba untuk tersenyum, maka stres akan berkurang dan merasa lebih baik untuk membuat langkah selanjutnya.

3.    Senyum mengubah mood

Ketika seseorang merasa jatuh atau down cobalah untuk tersenyum. Mungkin saja mood akan berubah menjadi lebih baik.

4.    Senyum dapat merangsang orang lain tersenyum

Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah mood orang lain yang ada disekitarnya dan membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum membawa kebahagiaan buat orang yang ada di sekitarnya. Seseorang yang sering tersenyum maka akan disukai oleh teman-teman.

5.    Senyum menurunkan tekanan darah

Ketika tersenyum, maka tekanan darah akan menurun dengan sendirinya. Ketika marah akan meningkatkan tekanan darah.

6.    Senyum mengeluarkan endorfin dan serotonin.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorfin dan serotonin. Endorfin adalah pereda rasa sakit secara alami, sedangkan serotonin  adalah  hormon yang mengendalikan mood seseorang.

7.    Senyum meningkatkan sistem  kekebalan tubuh

Ketika tersenyum, fungsi kekebalan tubuh meningkatkan kemungkinan menjadi lebih rileks sehingga dapat bekerja dengan baik. 

Jadi, jika menginginkan tubuh bugar, mendapatkan pahala senilai sedekah, dan ingin memiliki hubungan lebih baik dengan orang-orang di sekitar, maka tersenyumlah. Ketidakmampuan seseorang menerima keadaan dan selalu berpikir negatif merupakan faktor penyebab susah tersenyum. Maka lahirnya pepatah “Jangan marah nanti cepat tua”.  

Referensi:

Departemen Pendidikan Nasional. (2001).Kamus besar bahasa indonesia edisi ke-3. Jakarta:  Balai Pustaka.

Maryanto. (2010). Interpersonal skill untuk meraih sukses. Magelang : Widyiswara Utama Balai Diklat Kepemimpinan, BPPK, Kementrian Keuangan