ISSN 2477-1686  

 

   Vol.5 No. 15 Juli 2019

 

Sekolah Kok Jadi Sumber Stres?

Oleh

Maxmilliane Ivan Kresna

Program Studi Psikologi, Universitas Udayana

 

Hai para kaum muda yang masih dibangku sekolah! Pasti deh mayoritas dari kalian setuju hanya dengan membaca judulnya saja.Banyak cuhatan seperti“ Ah sekolah ngasih tugas terus lelah kapan kita istirahatnya”, “Cape sekolah pengen nikah aja”, dan lainnya Tapi apakah benar sekolah itu sendiri adalah sumber dari Stres? Yuk kita coba jabarkan satu persatu.

Definisi dan Jenis Stres

Stres adalah sebuah kata yang sangat mudah dikatakan oleh semua orang untuk apapun yang mereka anggap sebagai suatu hal yang mengganggu, setuju tidak? Meskipun ada benarnya pengertian Stres itu sendiri adalah suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai sesuatu kesempatan di mana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang Robbins, 2001). Tidak hanya itu, Stres juga dibedakan menjadi 2 jenis yaitu eustress dan distress. Eustress adalah jenis stres yang sifatnya positif atau membangun.Singkatnya eustres itu seperti suatu hal yang memacu kita untuk terus berkembang seperti saat ujian malah semakin tertantang untuk memberikan yang terbaik. Sedangkan distres disebut jenis stres negatif yang sifatnya mengganggu individu yang mengalaminya.Contohnya saat patah hati, jika kita menjadikan patah hati tersebut menjadi sumber kemurungan, malas makan, tidak mood melakukan kegiatan dan sebagainya Menurut Lumongga (dalam Sukoco, 2014). Jadi sudut pandang kita terhadap stres bisa mengubah cara kita menanganinya juga.

Menanggulangi Stres

Mudah diucapkan numun susah dilakukan ya? Berhubung teorinya sudah tau sekarang sedikit tips bagaimana cara kita membangun pandangan positif terhadap stres-stres keseharian kita di sekolah. Pertama yang sudah pasti dilakukan adalah belajar bersyukur akan segala bentuk masalah yang mungkin kita hadapi dengan bersyukur kita akan lebih terbiasa untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang lebih positif. Kedua, carilah teman yang supportif bukan yang malah sebaliknya menanamkan pikiran-pikiran yang buruk karena jika lingkungan sekitar kita positif pasti kitapun akan terbawa ikut positif. Ketiga jangan ragu untuk meminta bantuan baik dari orangtua maupun dari para guru kebijaksaan orang dewasa mampu membawa kita untuk belajar asam garam kehidupan.

Stres memang sering kali menjadi  pengganggu dalam kehidupan kita tapi sering kita tidak sadar ada cara pandang yang ikut berperan dalam mengartikan stress tersebut. Stres yang dianggap sebagai beban akan menjadi beban dan akan mengganggu kesejahteraan kita sehari-hari sedangkan stres yang diaggap sebagai tantangan akan terus memacu kita menjadi lebih hebat lagi. Kesejahteraan individu ini sering kali menjadi topic pembahasan yang menarik karena tidak sedikit orang yang masih salah mengasumsikan arti kesejahteraan itu sendiri.

Psychology Well Being & Subjective Well Being

Dalam Psikologi Positif tingkat kesejahteraan bisa dijabarkan menjadi 2 hal yaitu Psychology Well Being & Subjective Well Being. Apa itu? Psychology Well Being atau sering disingat PWB itu adalah tingkat kesejahteraan kita terhadap hidup menurut pandangan psikologis sedangkan Subjective Well Being atau singkatannya SWB adalah tingkat kesejahteraan kita terhadap hidup menurut pribadi, contohnya,  mungkin kita sering tidak mencapai sesuatu yang kita inginkan seperti mendapat nilai A dalam suatu ujian, sehingga membuat kita belajar lebih giat siang dan malam untuk memperoleh nilai yang lebih baik dalam ujian selanjutnya namun apa daya hanya mendapat nilai B+, akan tetapi bisa tetap senang dan bangga. Mengapa demikian? Mungkin secara kurikulum atau sudut pandang guru dan menurut PWB masih belum memenuhi karena ada standar kompetensi yang sudah terukur jelas dari awal tetapi kebanggan yang diperoleh dari nilai tersebut berasal dari individu tersebut merasa sudah berprogres menjadi lebih baik sehingga membuatnya bahagia, hal inilah yang disebut SWB. SWB setiap orang akan berbeda mungkin dengan kerja dan hasil yang sama bisa menyebabkan hasil emosi yang berbeda tergantung kembali kepada individu masing-masing juga.

Nah gimana? Masih yakin sekolah adalah sumber utama stres kalian? Atau ternyata semua itu hanya berasal dari diri sendiri? Sudah bahas stres dan bahas kesejahteraan sekarang tinggal bagaimana kita memproses ilmu yang sudah didapat dan menerapkannya. Mungkin terasa berat saat mempraktikannya namun usaha tidak membohongi hasil. Tetap Semangat dan Stay Positive!

Referensi

Duri, K. C.( 2015). Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Stres Akademik Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (Skripsi Dipublikasikan). Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Imelda, R. (2019, Mei 15). Apa Itu eustress? jenis stres yang positif dan baik untuk anda. Woman Talk. Diunduh dari https://womantalk.com/health-fitness/articles/apa-itu-eustress-jenis-stres-yang-positif-dan-baik-untuk-anda-A08be

Maulanski. (2019, Mei 15). Definisi stres menurut para ahli: Variabel psikologi. Psikologi Hore. Diunduh dari:  https://psikologihore.com/definisi-stres-menurut-para-ahli/

Isti Z. (2019). Distres adalah hal yang menakutkan! kenali cara-cara menghadapinya. Riliv. Diunduh dari  http://riliv.co/rilivstory/distres-adalah/.

 

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh