ISSN 2477-1686

  Vol.5 No. 5 Maret 2019

Kajian Singkat Tes Davido-CHaD

 

Oleh

 

Eko A Meinarno dan Gita W Laksmini Soerjoatmodjo

 Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia dan

Program Studi Psikologi, Universitas Pembangunan Jaya

 

Sejak Tahun 2018 kami diajak untuk menjadi bagian dari tim dari CHaD Indonesia. Tim ini adalah bentuk pelaksanaan amanat dari Prof. Dr. Sarlito W Sarwono yang sejak 2009 membangun hubungan kerja sama dengan pencipta tes Davido-CHaD yakni Roseline Davido. Tes ini bagi sebagian besar psikolog di Indonesia nyaris dipastikan belum dikenal luas. Tes ini dapat dikategorikan baru. Secara khusus adalah stimuli dan permintaan gambar yang diminta. Bahkan pada instrukturnya (pengambil tes) juga dapat dilakukan oleh non-psikolog (Astrid Novianti Sarlito, dalam bagian Pengantar, Davido, 2017). Namun dengan catatan tetap diperlukan latar pendidikan psikologi. Hal ini tidak lepas dari sifat dasar dari tes ini yakni tes proyektif (yang mengungkap alam bawah sadar). Tradisi keilmuan yang mendalami tes proyektif adalah psikoanalisis, satu aliran psikologi awal.

Penggunaan di Perancis oleh Davido dan penggunaan di Indonesia oleh Sarwono agak berbeda. Secara umum Davido berorientasi pada individu yang mempunyai masalah psikologis dan anak-anak. Oleh Sarwono, penggunaan CHaD lebih diterapkan pada napiter (tahanan teroris) (Sarwono, 2013; 2015). Hal ini dikarenakan ingin mengetahui keadaan psikologis dari teroris.  

 

Kontribusi Keilmuan di Indonesia

Sebagaimana hal baru dalam dunia ilmiah maka tentunya perlu diketahui jejak rekam dari hal baru yang ditawarkan. Bagi dunia psikologi di Indonesia tes ini dapat dikatakan baru, tapi dengan catatan bahwa pergerakan keilmuannya cukup pesat. Sarwono bertemu dengan Davido pada acara International Councl of Psychologists (ICP) di Meksiko tahun 2009. Sejak itu Sarwono mengajak Davido ke Jakarta untuk memberi kuliah, pelatihan dan sampai merancang penelitian (Sarwono, 2015). Dari sepanjang 2012 hingga 2019 telah ada beberapa momen penguatan keilmuan dari tes Davido-CHaD di Indonesia.

Telah terbit beberapa buku terjemahan dari karya Roseline Davido yakni Mengenal Anak Melalui Gambar (2012), Tes Davido-CHaD dalam Praktik Klinis (2016a), Tangan Masa Kecil yang Merisaukan (CHaD): Tes Gambar Proyeksi untuk Psikodiagnostik dan Psikoterapi (2016b), Tes Davido-CHaD dalam Praktik: Tes Kepribadian Klinis dan Proyektif (2017), Pelecehan Seksual dan Pedofilia: Tes Davido-CHaD Sebagai Indikasi Perilaku (2019). Karya-karya terjemahan ini tetap didampingi oleh ahli psikologi diantaranya Sarlito W Sarwono, Astrid Novinati dan Yuslikha KW Banani.

Sarlito W Sarwono juga kemudian menggunakan tes Davido-CHaD dengan lebih berani terhadap klien atau subyek yang lebih menantang yakni teroris. Setidaknya ia melakukan tes terhadap sepuluh tahanan teroris. Terobosan ini bahkan melampaui penggunaan awal dari tes ini. Pekerjaan Sarwono ini yang kemudian dibukukan dengan judul Menakar Jiwa Mantan Teroris Melalui Tes Davido-CHaD (2013).

Tes Davido-CHaD tidak hanya masuk sebagai sekedar tes baru. Saat ini tes ini memasuki tahapan akademis atau yang umum kita sebut sebagai ruang kuliah. Program studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya melangkah maju ketika tahun 2018 mengundang Roseline R Davido langsung dan melaksanakan pelatihannya. Hal ini dilakukan sebagai upaya berkontribusi ada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat urban (Tangsel Pos, 2018). Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (Kata Kota, 2018). Langkah berikutnya adalah dengan mulai memasukkan pengetahuan tes ini dalam silabus atau Rencana Pengajaran Semester di Program Studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya. Tujuannya adalah sebagai bagian pengetahuan mahasiswa untuk psikodiagnostik (karena tes ini bersifat proyektif dan kekinian).

Keberadaan tes baru di Indonesia sangat dibutuhkan, khususnya oleh para praktisi. Beberapa dasawarsa lalu Dirgagunarsa (1974) pernah mengadaptasi tes CAT dengan gambar khas Indonesia agar dapat lebih mudah direspon oleh anak Indonesia. Dalam konteks tes Davido-CHaD, Sarlito W Sarwono juga memberikan kontribusi kepada Davido mengenai keunikan Indonesia. Para praktisi menunggu karya dari para ilmuwan psikologi, khususnya ilmuwan psikologi yang ada di universitas. Masuknya tes Davido-CHaD dan keseriusan pihak-pihak di Indonesia adalah salah satu bentuk kerja sama antara praktisi dan universitas serta penerbit buku. Bahkan lebih jauh lagi, keberadaan tes ini di Indonesia mewujudkan kerja sama internasional yang bagus. Setidaknya hubungan praktisi Perancis dan perguruan tinggi di Indonesia.

Referensi

Davido, RD. (2012). Mengenal anak melalui gambar. Editor: Sarlito W Sarwono. Jakarta: Salemba Humanika.

Davido, RD. (2016a). Tes Davido-CHaD dalam praktik klinis (terjemahan). Jakarta: Salemba Humanika.

Davido, RD. (2016b). Editor: Sarlito W Sarwono. Tangan masa kecil yang merisaukan (CHaD): Tes gambar proyeksi untuk psikodiagnostik dan psikoterapi. Jakarta: Salemba Humanika.

Davido, RD. (2017). Tes Davido-CHaD dalam praktik: Tes kepribadian klinis dan proyektif. Penerjemah: Yuslikha KW Banani. Editor: Sarlito W Sarwono. Jakarta: Salemba Humanika.

Davido, RD. (2019). Pelecehan seksual dan pedofilia: Tes Davido-CHaD sebagai indikasi perilaku. Penerjemah: Yuslikha KW Banani. Jakarta: Salemba Humanika.  

Dirgagunarsa, S. (1974). Children's Apperception Test -- Adaptasi Indonesia sebagai Teknik Proyeksi untuk Assessment Kepribadian Anak. Disertasi. Universitas Indonesia. Tidak dipublikasikan.

Kata Kota. (2018). UPJ tandatangani MoU dengan CHaD internasional. Diterbitkan 15 Februari.

Sarwono, SW. (2013). Menakar jiwa mantan teroris melalui tes Davido-CHaD. Jakarta: Salemba Humanika..

Sarwono, SW. (2015). Mengantisipasi degradasi manusia Indonsia: Quo vadis tes proyeksi? Dalam Revolusi mental: Makna dan realisasi. Penyunting: Hana Pangabean, A Supratiknya, dan J Seno Aditya Utama. HIMPSI. Jakarta.

Tangsel Pos. (2018). PSI UPJ gelar pelatihan CHaD:  Salah satu metode ungkap masa lalu tersembunyi seseorang. Diterbitkan 19 Februari.