ISSN 2477-1686

 Vol.4. No.11, Juni 2018

Perilaku Cyberbullying: Bentuk dan Penyebabnya

Oleh

Tjitjik Hamidah

Fakultas Psikologi, Universitas Persada Indonesia YAI

Seiring dengan perkembangan teknologi, bentuk perilaku bullying berkembang ke dalam bentuk baru dengan memanfaatkan perangkat komunikasi digital dan koneksi internet yang disebut cyberbullying. Cyberbullying yaitu salah satu metode bullying baru yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti handphone, video camera, e-mail, dan web yang dapat memposting atau mengirim pesan-pesan yang mengganggu, mengancam, dan mempermalukan yang dimaksudkan untuk menyakiti orang lain. Price dan Dalgliesh (dalam O'Brien, 2012) mengatakan cyberbullying adalah label kolektif yang digunakan untuk mendefinisikan bentuk-bentuk bullying yang terjadi dengan menggunakan sarana elektronik seperti internet dan ponsel untuk menyalurkan perilaku agresif dan secara sengaja menyakiti seseorang.

Bentuk-bentuk Cyberbullying

Cyberbullying dapat berbentuk: flaming, harassment (pelecehan), denigration, impersonation (penyamaran), cuting dan trickery, exclusion (pengucilan) dan cyberstalking (Willard, 2007). Flaming adalah percakapan singkat yang memanas antara dua orang atau lebih. Flaming utamanya menggunakan bahasa yang kasar, tidak sopan, vulgar, penghinaan dan kadang-kadang ancaman. Harassment (pelecehan). Harassment adalah pelecehan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk mengirim pesan yang menghina individu yang dijadikan sebagai target. Denigration/ pencemaran nama baik adalah pembicaraan tentang target yang membahayakan, berisi tentang kebohongan dan kejam. Outing dan Tricker adalah memposting atau mengirim dan meneruskan komunikasi atau gambar pribadi yang mengandung informasi pribadi yang ditujukan untuk mempermalukan targetnya. Exclusion terkait dengan memfitnah anggota dalam kelompok dan mengusir individu dari suatu kelompok seperti terjadi dalam game online. Cyberstalking adalah pengiriman pesan berbahaya yang dilakukan berulang-ulang, meliputi ancaman yang membahayakan, menakutkan, menyinggung, atau melibatkan pemerasan.

Penyebab Cyberbullying

Menurut Kowalski, Limber dan Agatston (2008), terdapat beberapa alasan yang mendorong seseorang untuk melakukan cyberbullying yaitu:

a.  Sebagai wujud pembalasan atas penindasan yang diterima cyberbullies sebelumnya.

b.  Untuk mencari kesan yang keren dan tangguh.

c.   Dipicu rasa iri kepada orang lain yang akan dijadikan target cyberbullying.

d.  Cyberbullies memiliki kepribadian tertentu yang memiliki perasaan senang      untuk menyakiti korbannya.

e.   Menganggap cyberbullying sebagai cara untuk menyatakan dominansi dan kekuasaannya. Cyberbullies mendapatkan kepuasan karena cyberbullying dilakukan sebagai cara untuk mengeluarkan agresifantasi ketika online.

Karakteristik Cyberbullying

Hinduja dan Patchin (2009) menjelaskan tiga karakteristik cyberbulying yaitu:

a.  Willful (disengaja)

Perilaku yang disengaja dan sudah memiliki suatu tujuan tertentu. Kejadian tersebut dapat terjadi kapan saja selama terkoneksi dengan internet. Cyberbullies dalam melakukan cyberbullying telah menetapkan target yang akan disakiti.

b. Harm (membahayakan)

Bahaya yang ditimbulkan cyberbullying dapat terus menerus mengancam korbannya karena apa yang dilakukan cyberbullies dapat tersebar melalui internet dalam hitungan detik keseluruh dunia.

c.  Repeated (berulang-ulang)

Perilaku agresiter sebut harus terjadi secara berulang-ulang, sehingga membuat korban terus khawatir tentang apa yang akan cyberbullies lakukan selanjutnya.

Perilaku cyberbullying dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor kepribadian. Tiap-tiap individu memiliki karakteristik kepribadian yang berbeda, yang dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku yang ditimbulkannya. Mengacu pada Eysenck (dalam Alwisol, 2004) remaja dengan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert akan memberi reaksi yang cenderung berbeda dengan lingkungan sosial yang serupa.

Referensi

Alwisol. (2004). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Hinduja, S., & Patchin, J. W. (2009). Bullying beyond the Schoolyard: Preventing and Responding to Cyberbullying. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

O'Brien. B. A. (2012). Adolescents and Cyberbullying. University of Wales, Newport. The new Researcher. Volume 5, pp. 1-5.

Kowalski, Robin M., Limber, Susan P., Agatston, Patricia W. (2008). Cyber bullying  UK: Blackwell Publishing Ltd.

Willard, N. (2007). Cyberbullying and cyberthreats. Washington: U.S. Department of Education.

 

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh