ISSN 2477-1686

 

Vol.4. No.9, Mei 2018

Mengenal Skizofrenia secara lebih mendalam

 

Oleh

 

Dian Ariyana

 

Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI

 

 

Pengertian Skizofrenia

 

Skizofrenia, nama yang terdengar indah. Namun bagi orang yang sudah mengetahui dan mengenal istilah tersebut, konotasi dan stigma yang melekat pada orang dengan skizofrenia, bukanlah sesuatu yang baik dan menyenangkan. Terlebih bagi keluarganya, memiliki anggota keluarga sebagai orang dengan skizofrenia, selain harus memberikan perhatian ekstra kepada orang dengan skizofrenia tersebut, juga menghadapi omongan dan bisik-bisik tetangga di lingkungan sekitar tempat tinggal, serta tudingan yang tidak selalu benar kepada anggota keluarga kita yang mengalami skizofrenia. Menurut Davison (2010), Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pemikiran, emosi dan perilaku–pikiran yang terganggu, dimana berbagai pemikiran tidak saling berhubungan secara logis; persepsi dan perhatian yang keliru; afek yang datar atau tidak sesuai dan berbagai gangguan aktivitas motorik yang tampak tidak umum.

Ciri-ciri pasien dengan skizofrenia

 

Pembicaraan yang dilakukan dengan pasien penderita skizofrenia tidak mudah dipahami. Ketika seorang skizofrenia berbicara di depan kelas, tidak mudah bagi orang lain untuk memahami maksud pembicaraannya. Selain itu, penderita skizofrenia menarik diri dari orang lain dan kenyataan, seringkali masuk dalam kehidupan fantasi yang penuh delusi (keyakinan yang tidak ada dasarnya) dan halusinasi (persepsi yang palsu). Sebagian besar pasien rawat inap di rumah sakit jiwa adalah orang dengan skizofrenia. Pada umumnya pasien mendengar bisikan ataupun melihat figur yang mengajarinya. Oleh karena itu pasien sering menyendiri dan berbicara sendiri ataupun tersenyum dan tertawa sendiri. Jika ditanya apa yang membuatnya tertawa, jawabnya, “Ada yang menceritakan sesuatu yang lucu”

 

Hal ini tampak pada pasien ketika dilakukan anamnesa secara mendalam, maka cerita yang disampaikannya sering kali meloncat-loncat, tidak berhubungan secara logis dan sulit untuk dipahami apa yang hendak diceritakannya. Begitu juga ketika mengerjakan tes grafis, gambar orang (DAP) yang dihasilkan penderita Skizofrenia kurang proporsional, terkadang dengan letak panca indera yang tidak pada tempatnya.

Pada umumnya, penderita skizofrenia tidak terlalu suka berkumpul orang lain. Jika keadaan memungkinkan, orang dengan skizofrenia lebih memilih menyendiri dan tidak suka berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, penderita skizofrenia pun menghadapi penilaian negatif (stigma) di lingkungan sekitarnya. Penilaian negatif dari lingkungan sekitar yang belum tentu benar mengenai ODGJ, membuat kondisi penderita skizofrenia semakin merasa tidak nyaman ketika bergaul di lingkungan sosial dan semakin menarik diri dari pergaulan di lingkungan sosial. 

Hal tersebut menimbulkan situasi yang berdampak timbal balik pada penderita skizofrenia, yakni merasa tidak nyaman bergaul di lingkugan, maka mereka lebih suka menyendiri dan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Hal tersebut membuat penderita skizofrenia semakin mendapat penilaian negatif dan semakin sering tidak diikutsertakan dalam kegiatan sosial di lingkungannya, karena kondisinya yang dinilai perlu penanganan khusus secara psikologis dan medis, serta dinilai dapat mengganggu orang lain yang saat itu berada di tempat yang sama.

Perlunya pengertian dari masyarakat bagi penderitas Skizorenia

 

Sebenarnya penderita skizofrenia membutuhkan lingkungan masyarakat yang dapat menerima dirinya apa adanya, serta siap melibatkan dirinya dalam bermasyarakat dan siap membantu ketika penderita skizofrenia membutuhkan lingkungan sosial yang dapat menerima keberadaan dirinya. Hanya saja perlu pengertian dari masyarakat bahwa penderita skizofrenia ini memiliki keterbatasan dalam hal tertentu, sehingga tidak dapat disamakan dengan yang lainnya dalam keterlibatannya di lingkungan sosial serta membutuhkan bantuan juga penanganan tertentu.

 

 

 

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh