ISSN 2477-1686

Vol.4. No.2, Januari 2018

Mindfulness: Suatu Pendekatan dalam Menghadapi Rasa Sakit pada Ibu Hamil

Oleh:

Endang Fourianalistyawati

Fakultas Psikologi, Universitas YARSI

Kehamilan merupakan suatu proses yang otomatis menyebabkan terjadi perubahan pada wanita. Wanita yang hamil mengalami perubahan fisik dan sekaligus perubahan emosi yang menyertai setiap trimester kehamilan tersebut. Wanita yang hamil pada awal trimester umumnya merasa mual, muntah, meriang dan lemas. Rasa mual dan muntah ini kemudian berkurang sampai trimester pertama berakhir. Pada trimester kedua tubuh sudah mulai beradaptasi dan rasa mual dan muntah sudah berkurang. Akan tetapi pada trimester ketiga, keluhan yang diakibatkan oleh pembesaran perut, perubahan anatomis dan perubahan hormonal menyebabkan munculnya keluhan-keluhan pada ibu hamil (Venkata & Venkateshiah, 2009). Berbagai rasa sakit tersebut dapat bervariasi intensitas maupun jenisnya, terjadi pada ibu hamil, serta dipengaruhi oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal.

Kondisi Fisik dan Psikis Ibu Hamil

Masalah kesehatan pada ibu hamil, baik secara fisik maupun psikis, memiliki dampak terhadap kualitas hidup Ibu hamil secara keseluruhan. Pada kondisi tertentu, masalah fisik dan psikis tersebut dapat meningkatkan risiko selama kehamilan, sekitar 5-10% dari kehamilan termasuk kehamilan dengan risiko tinggi (Akhyar, 2010). Pada studi sebelumnya, peneliti menemukan bahwa sekitar 21,8% dari 55 ibu hamil dengan risiko tinggi memiliki kualitas hidup yang rendah, dan 63,6% dengan tingkat kualitas hidup yang sedang (Fourianalistyawati & Caninsti, 2014). Selain itu, pada ibu hamil yang mengalami depresi, diketahui juga memiliki korelasi negatif yang signifikan dengan kualitas hidup (Fauzy & Fourianalistyawati, 2016).

Berdasarkan hal tersebut, ibu hamil khususnya dengan kasus risiko perlu menyiapkan diri dengan lebih memperhatikan kondisi kesehatannya dalam menghadapi perubahan kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kesejahteraan hidup selaa masa kehamilan dengan pemberian intervensi berbasis mindfulness, khususnya dalam mengatasi rasa nyeri, mengurangi depresi dan meningkatkan kemampuan orang tua dalam memberikan perhatian penuh pada bayi mereka yang baru lahir (Hughes, Williams, Bardacke, Duncan, Dimidjian  &Goodman, 2009).

Apa yang dimaksud dengan mindfulness? Mindfulness merupakan kemampuan untuk menyadari dan fokus pada pengalaman saat ini pada diri individu, baik internal maupun eksternal (Brown & Ryan, 2003). Pada intervensi yang dilakukan oleh peneliti dan tim, diketahui terdapat penurunan stres kehamilan pada kelompok eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada follow up yang dilakukan, diketahui bahwa peserta lebih tenang saat menjalani proses persalinan karena memiliki pemahaman dan kesadaran tentang proses melahirkan yang dijalani (Febriani, Fourianalistyawati & Canisti, 2017). Selain itu, diketahui juga bahwa self-compassion, dengan mindfulness sebagai salah satu aspek di dalamnya, secara bersama-sama dengan variabel spiritualitas, berperan terhadap depresi pada ibu hamil sebesar 40.8% (Chairunnisa & Fourianalistyawati, 2017).

Pendekatan Mindfulness dalam Membantu Ibu Hamil Mengatasi Rasa Sakit

Pendekatan mindfulness diberikan untuk membantu ibu hamil dalam menghadapi dan memahami proses kehamilan dan melahirkan sebagai suatu tantangan dan bukan sebagai ancaman, sehingga mengarahkan ibu hamil kepada usaha coping yang lebih proaktif dan adaptif. Selain itu mindfulness juga melatih ibu hamil untuk menyadari setiap proses nya sebagai sesuatu yang bersifat transformatif. Ibu hamil dilatih untuk melihat dan merasakan rasa nyeri dan sakit apa adanya, menyadarinya secara terus-menerus, menyelami hingga ke pemahaman yang mendasar tentang rasa sakit yang dalam hal ini justru dibutuhkan dalam proses melahirkan.

Dengan menyadari berbagai proses tersebut, ibu hamil dapat menghindari munculnya respon stres dan cemas yang dapat berbahaya bagi kondisi ibu dan anak. Pada saat ibu hamil mencoba berusaha terlalu keras untuk mengurangi rasa sakit, hasil yang dirasakan justru akan membuat ibu menjadi fatique, dan rasa sakit nya akan menguras pikiran dan tenaga sehingga ibu hamil menjadi kehabisan tenaga dan tidak mampu mengendalikan situasi yang terjadi selama masa kehamilan hingga saat proses melahirkan. 

Ibu hamil perlu untuk mengkondisikan diri untuk berada dalam kondisi ‘being in the moment’, menyadari kondisinya pada “saat ini” dengan merasakan sensasi tubuh, menyadari pikiran-pikiran yang muncul dan perasaan-perasaan yang menyertai. Hal ini penting dilakukan agar ibu memiliki kontrol terhadap situasi yang sedang dialami, baik yang menyenangkan atau tidak menyenangkan.

Latihan mindfulness paling dasar yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan latihan menyadari nafas, dilanjutkan dengan menyadari sensasi tubuh.  Kemudian ibu dapat juga mengkombinasikan mengatur nafas yang keluar masuk dengan cara menghitung, misalnya angka ganjil digunakan saat menarik nafas, angka genap saat mengeluarkan nafas. Ibu perlu memperluas kesadaran terhadap tubuh secara keseluruhan dengan  menarik nafas sambil merasakan rasa sakit yang mungkin sedang dialami, dan latihan melepaskan rasa sakit saat mengeluarkan nafas. Pada saat menarik nafas, ibu juga dapat mengucapkan kata-kata yang bermakna secara berulang-ulang. Pada akhirnya, ibu dapat mencari tahu dan berkreasi dengan sensasi yang sedang dirasakan di dalam tubuh, melakukan hal yang membuat ibu nyaman saat merasakan sensasi rasa sakit yang muncul, misalnya dengan mengucapkan “ya” pada setiap sensasi yang dirasakan, menghadirkan gambaran bayi di dalam pikiran, senyum, (Bardacke, 2017). Latihan ini juga dapat dikombinasikan dengan melakukan ritual keagamaan sesuai latar belakang agama dari masing-masing ibu hamil. 

Pada dasarnya, dengan menyadari berbagai sensasi rasa sakit, ibu hamil diharapkan dapat mengambil dan melakukan pilihan respon terbaik yang dapat dilakukan atas berbagai hal yang terjadi, baik itu menyenangkan maupun tidak menyenangkan, selama masa kehamilan, melahirkan, hingga menyusui nantinya. Ibu tidak dapat menghindari rasa sakit selama masa kehamilan, karena hal tersebut merupakan sesuatu yang alami dan menjadi suatu indikasi penting dari terjadinya suatu awal kehidupan yang baru, yaitu bayi yang dikandung selama 9 bulan lahir ke dunia.  

Referensi

Akhyar, Y. (2010). Deteksi ibu hamil resiko tinggi (bumil risti) di posyandu. Diunduh dari http://yayanakhyar.wordpress.com/2010 /05/11/ deteksi-ibu-hamil-resiko-tinggi-bumil-risti-di-posyandu/

Bardacke, N. (2017). The mind in labor: working with pain in childbirth. Workshop materials.

Brown, K. W. & Ryan, R. M. (2003). The benefits of being present: Mindfulness and its role in psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 84(4), 822-848.

Chairunnisa, A & Fourianalistyawati, E. (2017). The role of self-compassion and spirituality toward depression among pregnant women. Paper Presented in ASIA International Multidisciplinary Conference.

Fauzy, R. & Fourianalistyawati, E. (2016). Hubungan antara depresi dengan kualitas hidup pada ibu hamil berisiko tinggi. Jurnal Psikogenesis, 4 (2).

Febriani, Z. Fourianalistyawati, E. & Caninsti, R. (2017). The Effectiveness of mindfulness-based training on pregnancy stress. Paper presented at Conference: 3rd Asean Conference On Psychology, Counseling and Humanities, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Fourianalistyawati, E. & Caninsti, R. (2014). Gambaran kualitas hidup pada ibu dengan kehamilan risiko tinggi. Dipresentasikan pada Konferensi Nasional II Universitas YARSI, Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Jakarta.

Hughes, A., Williams, J. M. G., Bardacke, N., Duncan, L. G., Dimidjian, S., & Goodman, S. H. (2009). British Journal of Midwifery, 17(10), 630.

Venkata C. & Venkatashiah S. B. 2009. Sleep disordered breathing during pregnancy. The Journal of the American Board of Family Medicine 22(2),158-168.

 

 

 

 

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh