ISSN 2477-1686

Vol.3. No.13, Desember 2017

 

Motivasi Berprestasi Olahraga Paralimpian Indonesia

Oleh:

Nurhidayah dan Selviana

Fakultas Psikologi, Universitas Persada Indonesia YAI

Prestasi Olahraga Paralimpian Indonesia

Prestasi merupakan suatu hal yang menjadi tujuan utama setiap atlet olahraga dalam berkarya dan mengharumkan nama Bangsa baik di tingkat Nasional maupun Internasional.Secara khusus bagi Paralimpian yang memiliki keterbatasan secara fisik, mampu berprestasi merupakan hal yang sangat membanggakan, sehingga dapat membuat kepercayaan dirinya meningkat karena dapat berprestasi dan dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan Bangsa.

Pemahaman tentang hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi paralimpian terutama aktualisasi diri melalui olahraga dapat meningkatkan prestasi olahraganya. Undang-Undang No. 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional, pada Bab VII mengungkapkan mengenai pembinaan dan pengembangan olahraga penyandang cacat, dalam pasal (30) ayat (1) menyebutkan bahwa “pembinaan dan pengembangan olahraga penyandang cacat dilaksanakan dan diarahkan untuk meningkatkan kesehatan, rasa percaya diri dan prestasi olahraga”. Selanjutnya pada ayat (4) disebutkan “Pembinaan dan pengembangan olahraga penyandang cacat diselenggarakan pada lingkup olahraga pendidikan, olahraga rekreasi dan olahraga prestasi berdasarkan jenis olahraga khusus bagi penyandang cacat yang sesuai dengan kondisi kelainan fisik atau mental seseorang”.

Ketetapan Undang-Undang No. 3 Tahun 2005 tersebut bagi penyandang disabilitas sangat berarti, karena memberi landasan yang kuat bahwa paralimpian juga perlu memperoleh kesempatan yang sama sebagaimana yang diberikan kepada orang normal dalam hal pendidikan khususnya di bidang olahraga.Salah satu cara membantu mengoptimalkan kemampuan-kemampuan mereka adalah melalui program pendidikan khusus untuk membantu mengikuti latihan di bidang olahraga, sehingga mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Sejumlah ajang olahraga internasional yang diikuti para atlet tersebut seperti Asean Paragames telah menorehkan prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada Olimpiade di Yunani tahun 2011 lalu misalnya,paralimpian Indonesia menunjukkan langkah maju yang sempat menarik perhatian banyak kalangan di negeri ini. Paralimpian tersebut mendapat penghargaan khusus dari Presiden RI dan berkesempatan bertemu Presiden SBY di istana Negara. Selain itu di ajang Asean Paragames 2011 di Solo, yang merupakan ajang olahragaparalimpian se-Asia Tenggara setelah Sea Games XXVI di Jakarta dan Palembang, paralimpianIndonesia telah berhasil menorehkan prestasi sebagai juara kedua setelah Thailand dengan meraih 113 medali Emas (Jurnal Asean Paragames, edisi Desember 2011).

Motivasi Berprestasi Olahraga

Berbagai prestasi membanggakan yang telah di torehkan paralimpian dalam mengikuti berbagai perlombaan tersebut tidak lepas dari adanya motivasi berprestasi olahraga. Motivasi menurut Schunk, et al., (2008) adalah proses dimana tujuan yang hendak dicapai mengarahkan kegiatan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Motivasi juga membutuhkan aktivitas fisik dan mental. Aktifitas fisik mencakup usaha yang sungguh-sungguh atau ketekunan dalam berlatih sehingga paralimpian dapat mengikuti berbagai perlombaan dengan kondisi yang fit. Kemudian dengan adanya latihan rutin yang diadakan di suatu lembaga pendidikan atau lembaga masyarakat yang khusus menangani paralimpian dapat memberikan kesempatan paralimpian untuk berprestasi.

Mayer, et al., (2004) mengemukakan motivasi sebagai proses untuk mencapai tujuan, yakni individu secara sadar memotivasi perilakunya pada tujuan yang hendak dicapai. Oleh karenanya motivasi berprestasi merupakan keinginan yang kuat untuk mencapai kesuksesan yang tergantung pada kemampauan paralimpian itu sendiri. Dalam hal ini,paralimpian termotivasi untuk berprestasi karena adanya pengaruh fasilitas yang tersedia baik itu berupa pelatih dan alat – alat yang menunjang dalam latihan olahraga (William, 1992).

Motivasi menurut  Schunk, et al. (2008) adalah proses pada tujuan yang hendak dicapai yang mengarahkan kegiatan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Motivasi merupakan keinginan yang menjadi pendorong untuk bertingkah laku. Mayer, dkk. (2004) mengemukakan motivasi sebagai proses untuk mencapai tujuan, yakni individu secara sadar memotivasi perilaku yang mengarah pada tujuan yang hendak dicapai. Motivasi merupakan dorongan yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi paralimpian dan meraih kesuksesan (Fontayne, 2001). Motivasi berprestasi merupakan keinginan yang kuat untuk mencapai kesuksesan di mana kesuksesan itu tergantung pada kemampuan paralimpian itu sendiri (Adisasmito,2007).

Motivasi berprestasi muncul apabila dirasakan adanya kebutuhan yang disertai oleh objek tujuan yang dapat diidentifikasikan atau dibedakan dari motif lainnya berdasarkan pada kondisi dan isyarat yang menimbulkan afeksi (Husdarta, 2010). Karena itu, paralimpian yang memiliki motivasi berprestasi dapat melakukan tugas – tugas dengan terampil.

Ciri-ciri Paralimpian Memiliki Motivasi Berprestasi Tinggi

Adapun ciri-ciri paralimpian yang memilki motivasi berprestasi  menurut Adisasmito(2007) adalah sebagai berikut:

a.         Berani Mengambil Resiko

Paralimpian dengan kemampuan yang terbatas dari segi fisik dengan motivasi berprestasi yang tinggi cenderung memilih aktivitas yang menantang, namun tidak berada di atas taraf kemampuan dan cenderung memilih aktivitas menantang yang memungkinkannya mencapai keberhasilan.

b.         Melakukan Evaluasi

Paralimpian memiliki motivasi berprestasi yang tinggi selalu melakukan evaluasi terhadap keberhasilan dan kegagalan yang dialaminya. Karena itu, umpan balik kepada pelatih merupakan salah satu evaluasi terhadap kemampuannya.

c.         Bertanggung Jawab dan Disiplin

Paralimpian yang memiliki motivasi berprestasi tinggi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan program latihan yang diberikan kepadanya.

d.        Tekun

Tekun dalam menjalankan latihan, bahkan saat adanya gerakan – gerakan yang yang lebih sulit dan lebih kompleks.

e.         Inovatif

Paralimpian dengan motivasi berprestasi yang tinggi biasanya sering melakukan inovasi dalam bermain dengan melakukan cara atau sesuatu yang berbeda dari sebelumnya dengan mencari informasi.

Sedangkan menurut Husdarta (2010), karakteristik orang yang memiliki motivasi berprestasi adalah sebagai berikut :

a.   Memiliki tanggung jawab yang tinggi untuk menyelesaikan tugas – tugasnya. Dalam hal ini paralimpian memiliki tanggung jawab dan tingkat disiplin yang tinggi untuk menyelesaikan tugas – tugasnya dengan semaksimal mungkin agar diperoleh hasil yang maksimal.

b.   Memiliki program kerja berdasarkan rencana dan tujuan yang realistik serta berjuang untuk merealisasikanya. Dalam hal ini, paralimpian memiliki tujuan yang besar untuk meraih prestasi dan diiringi dengan usaha yang kuat untuk dapat meraihnya

c.   Melakukan pekerjaan yang berarti serta menyelesaikannya dengan hasil yang memuaskan. Hal ini menyangkut tugas sebagai paralimpian yaitu berlatih dengan giat dan serius, serta menyelesaikanya dengan hasil yang memuaskan di berbagai kejuaraan olahraga.

d.   Mempunyai keinginan untuk menjadi terkemuka yang menguasai bidang tertentu. Hal ini menyangkut hasrat paralimpian untuk dikenal sebagai dampak dari prestasinya yang dapat mengharumkan nama Bangsa diberbagai kancah kejuaraan olahraga.

Aspek-aspek Motivasi Berprestasi Olahraga Paralimpian

Motivasi berprestasi olahraga dapatdilihat melalui pilihan tugas, upaya (usaha), kegigihan, dan prestasi (Pintrich, et al. 2002) yaitu:

a.    Pilihan Tugas: Meliputi pilihan-pilihan yang dilakukan terkait dengan tugasnya sebagai paralimpian guna membuatnya fokus pada tujuan    yang ingin dicapai. 

b.  Upaya (usaha): Mencakup upaya atau usaha yang tinggi yang dilakukan paralimpian dalam menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tujuannya untuk meraih prestasi.

c.    Kegigihan: Merupakan semangat yang tidak mudah menyerah meskipun adanya hambatan untuk menyerah meskipun adanya hambatan untuk meraih prestasi yang optimal. 

d.      Prestasi: Upaya dan Kegigihan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 

Berdasarkan uraian di atas, motivasi berprestasi olahraga merupakan suatu hal yang penting bagi paralimpian Indonesia agar dapat terus menorehkan banyak prestasi yang mengharumkan nama Bangsa baik di tingkat Nasional dan Internasional. Maju terus Paralimpian Indonesia. Salam Olahraga.

Referensi:

Adisasmito, Sudarwati. (2007). Mental juara modal atlet berprestasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Fontayne, P. S., & Pierre, J. F. (2001). Culture and achievement motivation in sport: A qualitative comparative study between maghrebian and european freceh adolescents. Journal of Sport Science, 1(13), 51-71.

Kementerian Pemuda dan Olahraga. (2011). Tabloid asean paragames edisi desember. Jakarta

Husdarta, H. J. S. (2010). Psikologi olahraga. Bandung: Alfabeta.

Meyer, J. P., Becker, Th. E., & McLean, Ch. (2004). Employee commitment and motivation: A conceptual analysis and integrative model. Journal of Applied Psychology. Vol, 89(2), 991-1007.

Pintrich, P. R., & Schunk, D. H. (2002). Motivation in education:Theory, research, and applications (2nd ed.). Upper Saddle River, NJ: Prenice-Hall.

Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Lembaga Negara RI Tahun 2005. Sekretariat Negara. Jakarta

Schunk, D. H., Pintrich, P. R., & Meece, J. L. (2008). Motivational in education: Theory, research, and applications. New Jersey: Pearson Education.

 

Wiilliam, J. M. (1992). Applied sport psychology: Personal growth to peak performance. New York: Willey & Sons.

 

 

 

Comments   

0 #1 BestChandra 2018-10-19 16:01
I see you don't monetize your blog, don't waste your traffic, you can earn extra cash every month.
You can use the best adsense alternative for any type of website (they approve all
websites), for more details simply search in gooogle:
boorfe's tips monetize your website
Quote

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh