ISSN 2477-1686  

 Vol. 12 No. 55 April 2026

 

Apakah Readiness For Change Menentukan Keberhasilan Perubahan Organisasi?

 

Oleh:

Mufidatul Husna Nasution

Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara

 

Perkembangan teknologi yang pesat serta lingkungan kerja yang berubah dengan cepat menimbulkan tantangan bagi organisasi. Kondisi tersebut menuntut karyawan untuk mampu beradaptasi dan menunjukkan ketahanan dalam menghadapi perubahan dan ketidakpastian(Caniels & Hatak, 2022). Perubahan organisasi perlu direncanakan dan dikelola melalui pendekatan yang sistematis agar mampu menyesuaikan arah strategis, struktur operasional dan budaya perusahaan sesuai dengan tuntutan lingkungan (Melissa, 2025)

 

Tantangan utama perubahan organisasi terlihat dari tingginya tingkat kegagalan inisiatif perubahan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar inisiatif perubahan organisasi gagal mencapai hasil yang diharapkan, dengan estimasi tingkat kegagalan mencapai 60–70% (Errida & Lotfi, 2021). Kegagalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek perencanaan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor internal organisasi. Reaksi karyawan terhadap perubahan berperan penting dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan implementasi perubahan, karena perbedaan dalam respons individu terhadap perubahan dapat memengaruhi hasil perubahan organisasi (Khaw dkk., 2023)

 

Keberhasilan implementasi perubahan sangat bergantung pada bagaimana karyawan mengalami dan merespons proses perubahan itu sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman karyawan selama pelaksanaan perubahan termasuk bagaimana mereka dipersiapkan, dilibatkan dan dikomunikasikan (Mabasa & Flotman, 2022). Sejalan dengan temuan tersebut, menurut Furxhi (2021) peran karyawan dalam manajemen perubahan memegang peranan penting dalam proses implementasi perubahan. Karyawan dapat menunjukkan kesiapan maupun resistensi terhadap perubahan dan resistensi tersebut berpotensi menghambat keberhasilan perubahan dengan menimbulkan biaya serta keterlambatan dalam proses manajemen perubahan.

 

Readiness for change merupakan sikap menyeluruh yang dipengaruhi secara bersamaan apa yang mengalami perubahan, cara perubahan tersebut diimplementasikan, situasi tempat perubahan berlangsung, serta karakteristik personal yang terlibat dalam proses perubahan (Holt et al., 2007). Sejalan dengan itu, kesiapan karyawan tercermin dalam keyakinan, sikap, niat, serta pemahaman bahwa perubahan diperlukan bagi keberhasilan organisasi. Tingkat kesiapan yang tinggi berkaitan dengan peluang keberhasilan implementasi perubahan yang lebih besar, sedangkan tingkat kesiapan yang rendah berhubungan dengan rendahnya motivasi dan munculnya resistensi terhadap perubahan (Milovanovic dkk., 2022)

 

Konsep readiness for change dijelaskan lebih lanjut oleh Holt dkk. (2007) ke dalam empat dimensi utama, yakni self-efficacy, appropriateness, management support dan personal valence. Self-efficacy merujuk pada keyakinan karyawan terhadap kemampuan diri dan organisasi dalam melaksanakan perubahan. Appropriateness berkaitan dengan persepsi bahwa perubahan yang dilakukan tepat dan diperlukan bagi organisasi. Management support mencerminkan dukungan pimpinan terhadap pelaksanaan perubahan. Sementara itu, personal valence mengacu pada persepsi karyawan mengenai manfaat pribadi yang diperoleh dari perubahan.

 

Penelitian yang dilakukan Olamilekan & Salam (2022) menunjukkan bahwa change readiness memiliki hubungan positif dan signifikan dengan organizational performance. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa organisasi dengan tingkat kesiapan yang lebih tinggi cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam menghadapi dan mengelola perubahan. Hasil penelitian Hulu dkk. (2024) menunjukkan bahwa kesiapan individu dalam organisasi berperan sebagai penentu utama dalam keberhasilan implementasi proses perubahan organisasi. Karyawan yang memiliki tingkat kesiapan yang lebih baik cenderung menunjukkan sikap proaktif, dukungan terhadap perubahan, serta kemampuan adaptasi yang lebih cepat selama proses perubahan berlangsung.

 

Temuan Sembiring (2024) menunjukkan bahwa kesiapan karyawan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan transformasi organisasi. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian Manuk dkk. (2024) readiness for change memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat readiness to change, semakin baik kinerja karyawan yang ditunjukkan dalam organisasi. Selain itu, (Zaman, 2025) menegaskan bahwa readiness for change memainkan peran krusial dalam menentukan keberhasilan organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan.

 

Berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut, readiness for change dapat disimpulkan sebagai faktor yang menentukan keberhasilan perubahan organisasi. Berbagai temuan empiris menunjukkan bahwa keberhasilan perubahan tidak hanya bergantung pada perencanaan dan kebijakan manajerial, tetapi sangat dipengaruhi oleh kesiapan karyawan dalam menerima, menyesuaikan diri, dan menjalankan perubahan dalam praktik kerja sehari-hari. readiness for change berperan penting dalam mendorong adaptasi, mengurangi resistensi, serta menjaga keberlanjutan hasil perubahan organisasi. Oleh karena itu, penguatan readiness for change perlu ditempatkan sebagai prioritas strategis dalam manajemen perubahan agar implementasi perubahan dapat berlangsung secara efektif dan berkelanjutan.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi:

Caniëls, M. C. J., & Hatak, I. (2022). Employee resilience: considering both the social side and the economic side of leader-follower exchanges in conjunction with the dark side of followers’ personality. International Journal of Human Resource Management, 33(2), 297–328. https://doi.org/10.1080/09585192.2019.1695648

Damai Hulu, S., Waruwu, M. H., Berkat, J., Gea, I. J., & Lase, D. (2024). Management Perspective: Jurnal Penelitian Manajemen Analisis Kesiapan Karyawan terhadap Implementasi Perubahan di PT PLN Persero UP3 Nias. Original Article Management Perspective, 1(3), 159–176. https://doi.org/10.62138/management.v1i3.xx

Errida, A., & Lotfi, B. (2021). The determinants of organizational change management success: Literature review and case study. International Journal of Engineering Business Management, 13. https://doi.org/10.1177/18479790211016273

Furxhi, G. (2021). Employee’s Resistance and Organizational Change Factors. European Journal of Business and Management Research, 6(2), 30–32. https://doi.org/10.24018/ejbmr.2021.6.2.759

Holt, D. T., Armenakis, A. A., Feild, H. S., & Harris, S. G. (2007). Readiness for organizational change: The systematic development of a scale. Journal of Applied Behavioral Science, 43(2), 232–255. https://doi.org/10.1177/0021886306295295

Khaw, K. W., Alnoor, A., AL-Abrrow, H., Tiberius, V., Ganesan, Y., & Atshan, N. A. (2023). Reactions towards organizational change: a systematic literature review. Current Psychology, 42(22), 19137–19160. https://doi.org/10.1007/s12144-022-03070-6

Mabasa, T. D., & Flotman, A. P. (2022). Employees’ experiences of change management in the implementation of a performance management system. SA Journal of Industrial Psychology, 48. https://doi.org/10.4102/sajip.v48i0.1980

Manuk, N. A. E. P., Asfiyah, N., & Febriani, R. (2024). The Influence of Transformational Leadership on Employee Performance With Readiness to Change as a Mediation Variable. Jamanika (Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan), 4(4), 360–374. https://doi.org/10.22219/jamanika.v4i4.36983

Hartwell K. Melissa. (2025). Strategic Change Management As A Framework For Organizational Adaptation And Sustainable Growth. In 2025 1 Academy of Strategic Management Journal (Vol. 24, Number 6).

Moric Milovanovic, B., Bubas, Z., & Cvjetkovic, M. (2022). Employee Readiness for Organizational Change in the SME Internalization Process: The Case of a Medium-Sized Construction Company. Social Sciences, 11(3). https://doi.org/10.3390/socsci11030131

Olamilekan, F., & Salam, A. (2022). Relationship Between Change Readiness and organizational Performance of Selected organization in Nigeria. African Economic and Management Review, 2(1), 31–39. https://doi.org/10.53790/aemr.v2i1.30

Sembiring, M. S. (2024). Employee Readiness for Change and Organizational Support as Keys to Successful Banking Transformation. Journal Of Management Analytical and Solution (JoMAS), 4(3), 71–80. https://doi.org/10.32734/jomas.v4i3.18303

Zaman, I. B. (2025). Meningkatkan Readiness for Change pada Karyawan: Peran Resiliensi, Kepemimpinan Transformasional, dan Modal Psikologis.