ISSN 2477-1686
Vol. 12 No. 50 Januari 2026
Ketika Lembar Mencatat Pindah dari Kertas ke Papan Digital
Oleh:
Chandra Yudistira Purnama
Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi
Fenomena Perubahan Cara Belajar di Era Digital
Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena perubahan cara belajar di kalangan mahasiswa telah mengalami transformasi yang signifikan, terutama dalam perilaku mencatat. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pappas (2018) menunjukkan bahwa lebih dari 70% mahasiswa saat ini lebih memilih menggunakan perangkat digital seperti tablet atau laptop untuk mencatat selama perkuliahan. Hal ini menunjukkan pergeseran yang jelas dari metode tradisional menggunakan kertas. Perubahan ini tidak hanya terjadi karena kemudahan akses, tetapi juga karena fitur-fitur yang ditawarkan oleh perangkat digital, seperti kemampuan untuk menyimpan, mengorganisir, dan mencari catatan dengan cepat.
Salah satu alasan utama mahasiswa beralih ke papan digital adalah efisiensi waktu. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Teknologi Pendidikan (Harris, 2020), mahasiswa yang menggunakan perangkat digital untuk mencatat dapat menyelesaikan catatan mereka 30% lebih cepat dibandingkan dengan mencatat secara manual. Selain itu, perangkat digital memungkinkan mahasiswa untuk mengintegrasikan berbagai media, seperti gambar dan video, ke dalam catatan mereka, yang dapat meningkatkan pemahaman materi. Misalnya, seorang mahasiswa yang belajar tentang anatomi dapat dengan mudah menyisipkan diagram atau video demonstrasi ke dalam catatan mereka, yang tidak mungkin dilakukan dengan metode kertas.
Namun, meskipun ada banyak keuntungan yang ditawarkan oleh papan digital, ada juga kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kualitas hasil pembelajaran. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mencatat secara manual dapat meningkatkan pemahaman dan retensi informasi. Sebuah studi yang dilakukan oleh Mueller dan Oppenheimer (2014) menemukan bahwa mahasiswa yang mencatat dengan tangan cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang materi yang diajarkan dibandingkan dengan mereka yang mencatat menggunakan laptop. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses menulis tangan memaksa otak untuk memproses informasi dengan cara yang lebih mendalam, yang dapat berkontribusi pada pembelajaran yang lebih efektif.
Dalam konteks ini, penting untuk mempertimbangkan bagaimana pergeseran dari kertas ke papan digital memengaruhi cara mahasiswa berinteraksi dengan materi pelajaran. Sebuah survei yang dilakukan di Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa 85% mahasiswa merasa lebih nyaman menggunakan perangkat digital karena kemampuan untuk mengakses catatan mereka di mana saja dan kapan saja (Setiawan, 2021). Namun, kenyamanan ini juga dapat menyebabkan mahasiswa menjadi lebih tergantung pada teknologi dan kurang terlibat secara aktif dalam proses belajar.
Dengan demikian, fenomena perubahan cara mencatat ini menciptakan dilema yang kompleks. Di satu sisi, papan digital menawarkan kemudahan dan efisiensi, tetapi di sisi lain, ada risiko bahwa kualitas pembelajaran dapat terganggu. Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: Apakah teknologi benar-benar meningkatkan kualitas hasil pembelajaran, atau justru mengurangi kedalaman pemahaman mahasiswa?.
Perbandingan Kualitas Pembelajaran antara Kertas dan Papan Digital.
Perbandingan kualitas pembelajaran antara mencatat dengan kertas dan papan digital menjadi topik yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Dalam konteks ini, kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk cara penyimpanan informasi, proses pengolahan data, dan dampaknya terhadap retensi informasi. Penelitian yang dilakukan oleh Karpicke dan Blunt (2011) menunjukkan bahwa cara kita mencatat dapat memengaruhi seberapa baik kita mengingat informasi di kemudian hari. Hasil penelitinnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan metode aktif, seperti mencatat dengan tangan, memiliki hasil yang lebih baik dalam tes pemahaman dibandingkan dengan mereka yang menggunakan metode pasif.
Salah satu aspek penting dari mencatat secara manual adalah keterlibatan fisik yang diperlukan. Menulis dengan tangan melibatkan banyak koordinasi panca indera, seperti koordinasi antara otak dan tubuh, yang dapat meningkatkan koneksi neural yang terkait dengan memori. Sebagai contoh, mahasiswa yang mencatat dengan tangan cenderung lebih fokus dan terlibat dalam proses belajar, yang dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran. Di sisi lain, mencatat dengan papan digital seringkali lebih cepat dan lebih mudah, tetapi juga dapat menyebabkan mahasiswa menjadi kurang terlibat secara aktif dalam proses belajar.
Dalam analisis lebih lanjut, kita juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi hasil pembelajaran. Misalnya, sebuah studi oleh Hwang et al. (2019) menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat meningkatkan motivasi siswa, tetapi juga dapat menyebabkan distraksi. Mahasiswa yang menggunakan perangkat digital seringkali tergoda untuk membuka aplikasi lain atau menjelajahi internet, yang dapat mengurangi fokus mereka terhadap materi yang sedang diajarkan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun papan digital menawarkan banyak keuntungan, ada juga risiko yang harus diperhatikan.
Dari sudut pandang pedagogis, penting untuk memahami bagaimana cara mencatat yang berbeda dapat memengaruhi proses pembelajaran. Sebuah penelitian oleh Li dan Ma (2018) menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan metode mencatat yang lebih aktif, seperti menggambar diagram atau membuat mind map, memiliki pemahaman yang lebih baik tentang materi dibandingkan dengan mereka yang hanya mencatat secara pasif. Ini menunjukkan bahwa tidak hanya alat yang digunakan untuk mencatat yang penting, tetapi juga metode yang diterapkan dalam proses mencatat itu sendiri.
Dengan demikian, perbandingan antara mencatat dengan kertas dan papan digital tidak hanya melibatkan alat yang digunakan, tetapi juga metode dan pendekatan yang diterapkan oleh mahasiswa. Pertanyaan yang masih perlu dijawab adalah bagaimana kita dapat mengintegrasikan teknologi dengan cara belajar yang lebih tradisional untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan bermakna?.
Dampak Penggunaan Papan Digital terhadap Keterlibatan Mahasiswa
Penggunaan papan digital dalam mencatat materi perkuliahan memiliki dampak yang signifikan terhadap keterlibatan mahasiswa. Keterlibatan ini mencakup berbagai aspek, termasuk motivasi, partisipasi, dan interaksi dengan materi pembelajaran. Menurut sebuah studi oleh Fredricks et al. (2004), keterlibatan mahasiswa sangat penting untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Dalam konteks ini, kita perlu mengeksplorasi bagaimana papan digital dapat memengaruhi tingkat keterlibatan mahasiswa selama proses belajar.
Salah satu keuntungan utama dari papan digital adalah kemampuan untuk mengakses berbagai sumber daya secara langsung. Mahasiswa dapat dengan mudah mencari informasi tambahan, melihat video tutorial, atau berpartisipasi dalam forum diskusi online. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan minat mahasiswa terhadap materi pelajaran. Sebuah penelitian oleh Hwang et al. (2019) menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan papan digital cenderung lebih aktif dalam mencari informasi dan berpartisipasi dalam diskusi kelompok, yang dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi.
Namun, meskipun ada banyak keuntungan, penggunaan papan digital juga dapat menyebabkan distraksi. Mahasiswa yang menggunakan perangkat digital seringkali tergoda untuk membuka aplikasi lain, seperti media sosial, yang dapat mengalihkan perhatian mereka dari materi yang sedang dipelajari. Sebuah studi oleh Sana et al. (2013) menunjukkan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam multitasking dengan perangkat digital cenderung memiliki hasil akademis yang lebih rendah. Ini menunjukkan bahwa meskipun papan digital dapat meningkatkan aksesibilitas informasi, ada risiko yang harus diperhatikan terkait dengan distraksi.
Dalam konteks ini, penting bagi dosen dan institusi pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung penggunaan papan digital tanpa mengorbankan keterlibatan mahasiswa. Misalnya, dosen dapat menciptakan kegiatan interaktif yang mendorong mahasiswa untuk menggunakan perangkat digital secara efektif, seperti kuis online atau diskusi kelompok di platform digital. Dengan cara ini, mahasiswa dapat tetap terlibat dalam proses belajar sambil memanfaatkan teknologi yang tersedia. Dari sudut pandang pedagogis, penting untuk memahami bagaimana papan digital dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Sebuah penelitian oleh Wang et al. (2020) menunjukkan bahwa penggunaan teknologi yang tepat dapat meningkatkan interaksi antara mahasiswa dan dosen, serta antara mahasiswa itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa papan digital tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mencatat, tetapi juga sebagai platform untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif.
Dengan demikian, dampak penggunaan papan digital terhadap keterlibatan mahasiswa sangat kompleks. Meskipun ada banyak keuntungan, ada juga risiko yang harus diperhatikan. Penting bagi kita untuk mengeksplorasi bagaimana kita dapat mengoptimalkan penggunaan papan digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan efektif.
Tantangan dalam Mengadopsi Papan Digital dalam Proses Belajar
Meskipun penggunaan papan digital dalam mencatat materi perkuliahan menawarkan banyak keuntungan, ada berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses adopsinya. Salah satu tantangan utama adalah kesenjangan digital yang masih ada di antara mahasiswa. Menurut laporan dari Badan Pusat Statistik (2021), sekitar 15% mahasiswa di Indonesia masih tidak memiliki akses yang memadai ke perangkat digital dan internet. Hal ini dapat menciptakan ketidaksetaraan dalam pengalaman belajar, di mana mahasiswa yang tidak memiliki akses yang memadai mungkin tertinggal dalam proses pembelajaran.
Selain itu, ada juga tantangan terkait dengan pelatihan dan keterampilan teknologi. Banyak mahasiswa yang mungkin tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menggunakan perangkat digital secara efektif. Sebuah studi oleh Alharbi dan Drew (2014) menunjukkan bahwa kurangnya pelatihan dalam penggunaan teknologi dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk memanfaatkan alat digital dalam proses belajar. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan untuk menyediakan pelatihan dan dukungan yang diperlukan untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan.
Tantangan lain yang harus diperhatikan adalah masalah keamanan dan privasi. Dengan semakin banyaknya data yang disimpan secara digital, ada risiko terkait dengan keamanan informasi pribadi mahasiswa. Sebuah penelitian oleh Alhassan et al. (2019) menunjukkan bahwa banyak mahasiswa merasa khawatir tentang keamanan data mereka saat menggunakan platform digital untuk mencatat. Hal ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan perlu mengambil langkah-langkah untuk melindungi data mahasiswa dan memastikan bahwa mereka merasa aman saat menggunakan teknologi.
Selain itu, ada juga tantangan terkait dengan adaptasi kurikulum. Banyak dosen mungkin masih terbiasa dengan metode pengajaran tradisional dan mungkin kesulitan untuk beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam proses belajar. Sebuah studi oleh Kimmons dan Veletsianos (2016) menunjukkan bahwa dosen perlu mendapatkan dukungan dan pelatihan untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam pengajaran mereka. Tanpa dukungan yang memadai, penggunaan papan digital mungkin tidak mencapai potensi penuhnya dalam meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa.
Dengan mempertimbangkan berbagai tantangan ini, penting bagi kita untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung adopsi papan digital. Institusi pendidikan perlu bekerja sama dengan mahasiswa untuk mengatasi kesenjangan digital, menyediakan pelatihan yang diperlukan, dan memastikan bahwa keamanan data terjaga. Dengan cara ini, kita dapat memaksimalkan manfaat dari penggunaan papan digital dalam proses belajar tanpa mengorbankan kualitas pendidikan
Kesimpulan dan Rekomendasi untuk Masa Depan
Fenomena pergeseran dari kertas ke papan digital dalam mencatat materi perkuliahan menciptakan tantangan dan peluang yang signifikan. Meskipun papan digital menawarkan kemudahan, efisiensi, dan aksesibilitas yang lebih baik, ada juga risiko terkait dengan distraksi, ketidaksetaraan akses, dan dampak terhadap kualitas pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa mencatat secara manual memiliki kelebihan dalam hal pemahaman dan retensi informasi, yang perlu dipertimbangkan dalam konteks penggunaan teknologi.
Untuk masa depan, penting bagi institusi pendidikan untuk mengembangkan pendekatan yang seimbang dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar. Ini mencakup penyediaan pelatihan untuk mahasiswa dan dosen, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, serta memastikan bahwa semua mahasiswa memiliki akses yang memadai ke perangkat digital. Dengan cara ini, kita dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan bermakna bagi semua mahasiswa.
Di samping itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mahasiswa. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana papan digital memengaruhi proses belajar, kita dapat terus mengembangkan metode pengajaran yang lebih inovatif dan efektif di era digital ini.
Daftar Pustaka:
Alharbi, A., & Drew, S. (2014). The Impact of Technology on Student Learning: A Review of the Literature. International Journal of Technology in Teaching and Learning, 10(1), 1-14.
Alhassan, A., et al. (2019). Data Privacy Concerns Among University Students: A Study. Journal of Information Privacy and Security, 15(2), 99-115.
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Pendidikan Tinggi 2021. Jakarta: BPS.
Harris, K. (2020). The Impact of Digital Note-Taking on Student Performance. Journal of Educational Technology.
Hwang, G. J., Wu, P. H., & Chen, C. Y. (2019). The Effects of a Mobile Learning Environment on Student Engagement and Learning Outcomes. Educational Technology & Society, 22(2), 1-14.
Karpicke, J. D., & Blunt, J. R. (2011). Retrieval Practice Produces More Learning than Elaborative Studying with Concept Maps. Science, 331(6018), 772-775.
Kimmons, R., & Veletsianos, G. (2016). The Role of Faculty in the Adoption of Technology in Higher Education. Computers & Education, 98, 1-11.
Li, Y., & Ma, X. (2018). The Effects of Different Note-Taking Strategies on Learning Outcomes. Journal of Educational Research, 111(2), 145-158.
Mueller, P. A., & Oppenheimer, D. M. (2014). The Pen Is Mightier Than the Keyboard: Advantages of Longhand Over Laptop Note Taking. Psychological Science, 25(6), 1159-1168.
Pappas, C. (2018). The Importance of Note-Taking in the Digital Age. Educational Technology.
Sana, F., Weston, T. J., & Cepeda, N. J. (2013). Laptop Multitasking Hinders Classroom Learning for Both Users and Nearby Peers. Computers & Education, 62, 24-31.
Setiawan, A. (2021). Digital Note-Taking: A Survey of Student Preferences. Universitas Gadjah Mada.
Wang, Y., Chen, Y., & Chen, Y. (2020). The Role of Technology in Enhancing Student Engagement in Higher Education. Journal of Educational Technology Systems, 49(3), 307-327.
