ISSN 2477-1686  

 Vol. 11 No. 48 Desember 2025

 

Pola Tidur yang Buruk pada Remaja: Sekedar Kebiasaan atau Ancaman bagi Kesehatan Mental?

Oleh:

Kheyla Gea Kanani

Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana, Jakarta

 

Masa remaja adalah masa perubahan perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. WHO (World Health Organization) mendefinisikan remaja sebagai individu pada kelompok usia 10-19 tahun. Menurut peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2014 remaja merupakan penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Perkembangan masa remaja merupakan fase kritis dalam kehidupan individu yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial. Kesehatan remaja juga merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena pada masa ini remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan.

 

Menurut WHO (World Health Organization) Kesehatan mental adalah kondisi dimana seorang individu menyadari kemampuan diri mereka, mampu menghadapi stress kehidupan, mampu bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi kepada sekitar. Kualitas tidur buruk dilaporkan mempunyai tingkat depresi, ansietas, dan stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang mempunyai kualitas tidur yang baik. Berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk. Tidur bukan hanya tentang istirahat fisik, tetapi juga tentang pemulihan dan penyegaran  mental. Banyak orang terutama remaja sering mengabaikan betapa pentingnya tidur berkualitas, yang akan berdampak negatif pada kesehatan mental mereka. Masalah seperti stress, kecemasan, dan depresi sering dikaitkan dengan pola tidur yang buruk. Gangguan tidur para remaja menjadi salah satu penyebab terganggunya aktifitas sehari-hari.

 

Pola tidur yang buruk tidak muncul tanpa sebab, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola tidur seseorang. Salah satu faktor yang berperan dalam perkembangan mental emosional pada remaja adalah pola tidur. Kualitas tidur dianggap baik apabila tidak menunjukkan tanda-tanda kurang tidur. Jadwal tidur normal pada orang dewasa muda atau remaja adalah sekitar 7-8 jam sehari. Terdapat beberapa faktor penyebab yang mempengaruhi kualitas tidur antara lain terjadinya aktifitas pada sistem saraf simpatis karena peningkatan hormon epinefrin, hormon kortisol, dan hormon non-epinefrin akibat peningkatan stress. Selain itu, gaya hidup juga mempengaruhi pola tidur seseorang. Remaja yang memiliki waktu belajar yang tidak sama setiap harinya sering kali mempunyai kesulitan menyesuaikan perubahan pola tidur. Lalu, lingkungan tempat seseorang tidur berpengaruh penting pada kemampuan untuk tertidur seperti ukuran, posisi, suasana dan suasana lingkungan saat tidur.

 

Pola tidur yang buruk dapat menyebabkan dampak pada seseorang baik negatif maupun dikatakan positif. Pola tidur yang buruk memiliki dampaknya masing-masing, yaitu:

      Dampak Negatif

Pola tidur yang buruk sendiri dapat menyebabkan beberapa hal seperti meningkatnya kecemasan dan ketidaknyamanan selama interaksi sosial saat di public, resiko terjadinya obesitas akibat pola makan yang tidak teratur, timbulnya berbagai masalah kesehatan pada organ tubuh, emosi yang sulit untuk dikendalikan, dan dapat berpengaruh pada kesehatan mental.

      Dampak Positif

Walaupun pola tidur yang buruk memiliki dampak positif yang cukup membahayakan, orang-orang percaya bahwa malam hari merupakan waktu yang cukup efektif dan berdampak positif seperti memiliki lebih banyak waktu untuk beraktivitas sehingga banyak yang dapat dilakukan, dapat beradaptasi saat ada situasi tertentu seperti pekerja yang harus melakukan lembur, kesempatan aktif di sosial yang lebih luas, kesempatan memberikan waktu untuk diri sendiri setelah melewati hari yang cukup menyibukkan diri sendiri, dan memicu ide baru.

 

Walaupun dikatakan dampak positif, begadang atau tidur tidak sesuai dengan jam tidur sangat tidak disarankan. Ada beberapa cara untuk mengatasi pola tidur yang buruk, diantaranya adalah rutin berolahraga, membuat jadwal harian agar kegiatan sehari-hari terencanakan, konsisten dengan waktu tidur agar pola tidur semakin membaik, menjaga pola makan karena beberapa kandungan makanan memiliki kandungan yang membuat kita susah tidur seperti mengonsumsi banyak makanan atau minuman yang mengandung gula, menciptakan ruang tidur yang nyaman agar tidur juga terasa nyaman, melakukan aktivitas yang membuat rileks.

PENUTUP

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang sangat penting karena ditandai beberapa perubahan.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan itu adalah kualitas tidur.

Pola tidur yang buruk dapat dipicu beberapa faktor seperti stres, gaya hidup yang tidak teratur, dan kondisi lingkungan. Dampak dari pola tidur sendiri juga beragam mulai dari meningkatnya kecemasan, gangguan emosi, resiko obesitas, hingga menurunnya kesehatan mental. Namun, di sisi lain beberapa remaja memanfaatkan waktu tidur yang berkurang untuk aktivitas lain yang dianggap produktif. Meskipun demikian, manfaat tersebut tidak sebanding dengan resiko negatif-nya. Oleh karena itu, sangat penting bagi remaja untuk menjaga kualitas tidurnya melalui kebiasaan seperti berolahraga, membuat jadwal harian, konsisten dengan waktu, menjaga pola makan, serta menciptakan suasana tidur yang nyaman. Dengan menjaga pola tidur yang baik, remaja dapat meningkatkan kualitas kesehatan fisik maupun mental.

 

Daftar Pustaka

Cunha, D. T., Zulkarnain, O., & Hidayatillah, A. P. (2023). Hubungan tingkat stres dengan gangguan pola tidur pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi di IKBIS Surabaya. Jurnal Info Kesehatan, 13(2), 66–70. Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya. P-ISSN: 2087-877X, E-ISSN: 2655-2213

Lukman, M., Cahyaningsih, H., Shalahuddin, I., & Rositianti, R. (2025). Dampak gangguan tidur terhadap kesehatan pada remaja: A scoping review. Malahayati Nursing Journal (MANUJU), 7(7), 3045–3058. Universitas Malahayati. https://doi.org/10.33024/mnj.v7i7.20264

Muntomimah, S., & Mubarok, S. (2025). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada remaja berskala biner. Efektor, 12(1), 63–74. Universitas Nusantara PGRI Kediri. https://doi.org/10.29407/e.v12i1.24850

Syahidin, D., Asyrani, Z. T., Syahidan, K. A., & Herdianto, R. (2024). Kualitas tidur dan kesehatan mental: Kajian pustaka sistematis di lingkungan pondok pesantren. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan, 4(1), 1–10. Universitas Negeri Malang. https://doi.org/10.17977/um065v4i12024p1-10