ISSN 2477-1686

 Vol. 7 No. 1 Januari 2021

 

Manajemen Kelas Daring di Masa Pandemi 

oleh

Maria Carmelita Ome Leba dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo

Program Studi Psikologi, Universitas Pembangunan Jaya

 

Masa pandemi di Indonesia yang sudah berlangsung hampir satu tahun ini memberikan dampak yang cukup besar di segala bidang. Salah satunya dalam bidang pendidikan, banyak sekali berubahan yang cukup besar terjadi dan hal ini menjadi tantangan yang cukup besar tidak hanya bagi siswa namun juga bagi para guru. Proses pembelajaran selama pandemi ini dilakukan lewat daring atau secara online. Banyak juga keluhan-keluhan yang didapat selama pembelajaran daring ini. Kondisi ini bahkan membuat para peneliti yang pernah mendukung kerja dari rumah ikut merasa kewalahan, karena satu variabel absen dalam kondisi ini yaitu pilihan pribadi (Soerjoatmodjo, 2020).

Dikutip dari cnbcindonesia.com, Nadiem Karim selaku menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia mengatakan bahwa para peserta didik kurang berkonsentrasi ketika belajar dirumah, serta mudah merasa jenuh. Hal dapat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jiwa. Selain itu, guru kesulitan dalam pengelolaan pembelajaran jarak jauh. Tidak hanya guru dan siswa, orang tua pun mengalami kesulitan dalam mendampingi anak mereka dalam proses belajar dirumah ditambah lagi dengan perkerjaan kantor atau rumah yang harus dikerjakan.

Proses pembelajaran daring atau online ini juga dapat merubah manajemen kelas yang sebelumnya dilakukan secara lansung atau tatap muka, sekarang berubah menjadi online. Agar manajemen kelas tetap berjalan efektif pemerintah menginstruksikan kepada para pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang mengasikkan dari rumah bagi siswa. Maka dari itu, diharapkan para pendidik dapat lebih kreatif lagi dalam proses pembelajaran secara online, bukan hanya sekedar mengerjakan tugas-tugas atau menjelaskan materi (transfer of knowledge), tetapi juga dapat memperhatikan nilai-nilai karakternya. Pendidik harus dapat mempersiapkan metode ataupun kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan menantang agar siswa semakin antusias (Saifulloh, A. M & Darwis, M. 2020).

Manajeman kelas yang efektif dapat memaksimalkan kesempatan belajar bagi anak-anak. Para ahli dari manajemen kelas mengatakan bahwa terjadi perubahan pemikiran mengenai cara terbaik dalam mengelola ruang kelas. Pandangan lama menekankan pada pembuatan serta penerapan aturan untuk mengontrol perilaku siswa. Sedangkan pandangan yang baru lebih menekankan dan berfokus pada pemenuhan kebutuhan untuk memelihara serta menciptakan peluang untuk pengaturan diri (Santrok, 2018). Pandangan lama membuat siswa menjadi pasif serta kurang terlibat dalam pembelajaran karena terbatas oleh peraturan-peraturan kaku yang dibuat dan ditetapkan oleh guru. Sedangkan pandangan yang baru lebih menekankan bagaimana siswa menuju disiplin diri dan tidak terlalu menekan siswa. Jika biasanya di dalam kelas guru bertindak sebagai pemimpin, dalam tren pendidikan sekarang yang berpusat pada siswa guru hanya sebagai fasilitator serta koordinator. Namun, bukan berarti guru melepas tanggung jawab atas apa yang terjadi di dalam kelas.

Telepun (2020) menjelaskan bagaimana cara memotivasi peserta didik serta meningkatkan pembelajaran yang efektif selama pembelajaran online dapat menggunakan metode edutainment yang menekankan prinsip-prinsip pembelajaran berkualitas namun tetap menyenangkan atau entertaining bagi siswa, dalam metode  pembelajaran ini terdapat diskusi, simulasi, game, dan lainnya yang dapat membuat suasana lebih menyenangkan dan membuat  siswa turut aktif dalam kegiatan pembelajaran. Keberhasilan dalam menggunakan model pembelajaran edutainment ini ditentukan oleh kemampuan guru dalam merancang pelaksanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan pembelajaran secara daring.

Langkah-langkah tersebut dapat diurutkan sebagai berikut:

1.    Membuat materi pengajaran dalam bentuk Power Point Presentasi yang menarik dan informatif yang kemudian diubah ke dalam bentuk PDF sehingga mudah bagi peserta didik untuk mengakses dan menyimpan dalam telepon selular atau komputer mereka.

2.    Guru membuat atau menggunakan video simulasi atau tutorial untuk menjelaskan materi yang telah disampaikan dengan singkat dan padat.

3.    Rencana manajemen kelas disusun menggunakan aplikasi Google Classroom, Edmodo, Schoology, Ms. Teams atau yang lain sehingga memudahkan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran.

4.    Materi pembelajaran yang telah disusun dalam satu semester dapat disusun menjadi ebook yang lebih interaktif dalam bentuk PDF sehingga dapat menjadi panduan bagi peserta didik untuk belajar secara mandiri.

5.    Guru dapat memaksimalkan penggunaan media sosial untuk berinteraksi dan melaksanakan pembelajaran, seperti Whatsapp, Line, Telegram dan lainnya untuk menyampaikan informasi dan berinteraksi. Penggunaan media sosial ini cukup efektif dan efisien proses pembelajaran daring karena peserta didik dapat dengan mudah mendapatkan pengajaran atau instruksi dari pendidik

6.    Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok  kecil agar lebih mudah untuk mendampingi, melakukan pembelajaran seta memantau perkembangan siswa

7.    Sekolah memantau pembelajaran dengan menggunakan beberapa aplikasi seperti Quipper, Edmodo, atau Moodle atau yang lain agar tetap dapat mengorganisir pembelajaran secara daring.

8.    Melakukan kerjasama antara guru dan orang tua, hal ini menjadi sangat penting karena para orang tua dapat memantau proses pembelajaran anak-anak mereka.

Manajeman kelas serta proses pembelajan yang efektif merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran khususnya dalam pembelajaran daring atau online seperti saat ini. Metode-metode yang digunakan oleh para guru atau pendidik harus dibuat menarik memungkin agar para siswa tidak mudah jenuh dan tetap dapat mengikuti kelas atau proses pembelajaran dengan baik. Kerja sama antara guru, siswa, serta orang tua juga sangat penting agar proses pembelajaran dikelas berjalan dengan baik dan lancar.

Referensi:

 

Saifulloh, A. M & Darwis, M. (2020). Manajemen pembelajaran dalam meningkatkan efektifikas proses belajar mengajar di masa pandemic covid-19. Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. 3(2). Diakses dari https://ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/bidayatuna/article/view/638

 

Sandi, F. (2020). Menteri Nadiem ungkap kendala pembelajaran jarak jauh. CNBC Indonesia. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20200807192842-4-178345/menteri-nadiem-ungkap-kendala-pembelajaran-jarak-jauh

 

Santrock, J. W. (2018). Educational psychology (6th Edition). New York: McGraw-Hill Education.

 

Soerjoatmodjo, G.W.L. (2020). Kerja dari rumah dengan welas asih. Buletin Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN) Vol. 6. No. 7 April 2020. Diakses dari https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/584-kerja-dari-rumah-dengan-welas-asih

 

Telupun, D. (2020). Efektivitas penerapan model pembelajaran edutaiment untuk memotivasi peserta didik selama pembelajaran secara daring di masa pandemi covid-19. Jurnal Syntax Transformation. 1(6). Diakses dari http://jurnal.syntaxtransformation.co.id/index.php/jst/article/view/77