ISSN 2477-1686

 

 Vol.4. No.14 Juli 2018

Saat Anak Mogok Bicara

Oleh:

Sandra Handayani Sutanto

Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan

 

Illustrasi kasus

Di rumah, X anak perempuan, kelas 1 SD,dikenal keluarga sebagai anak yang cerewet berbicara serta periang. Ia sangat suka bercerita kepada pembantu di rumah dan kepada ibunya. Namun di sekolah, X memilih tidak berbicara dan hanya berbisik-bisik dengan orang-orang tertentu. Hal ini berlaku di lingkungan sosial seperti di tempat les dan pesta ulang tahun teman sekelas. Y, anak laki-laki, kelas 1 SD tidak berbicara di kelas dan lingkungan sekolah. Saat bermain dengan teman-teman sekelas, ia dapat tertawa bersama teman-temannya namun tidak mengucapkan satu kata pun. Hal ini berlaku dalam lingkungan sekolah, Y tidak berbicara satu patah kata pun, sehingga semua tugas yang berhubungan dengan tugas lisan dikerjakan di rumah dengan cara orangtua membuatkan video yang merekam Y mengerjakan tugas lisan. Rekaman itulah yang diserahkan kepada guru untuk mendapatkan penilaian.

Selective mutism

Anak dengan selective mutism gagal untuk berbicara pada situasi sosial spesifik yang mengharuskan anak untuk berbicara (misalnya di sekolah) walaupun mereka berbicara dengan suara yang cukup jelas dan sering di rumah atau setting yang lain (Viana, Beidel dan Rabian dalam Mash & Wolfe, 2016). Simptom selective mutism harus muncul paling tidak satu bulan, karena satu bulan pertama di sekolah dianggap sebagai periode saat anak-anak cenderung pemalu dan takut berbicara di depan kelas (Hung, Spencer & Dronamraju, 2012).Selective mutism muncul dalam rentang usia yang bervariasi, dari usia 2 hingga 5 tahun.  Namun demikian simptom ini semakin tampak jelas saat anak memasuki usia sekolah. Muris & Ollendick (2015) menyatakan bahwa selective mutism sebagai bagian dari gangguan kecemasan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM-5), karena review literatur menyatakan bahwa simptom yang mencolok ialah rasa cemas yang terjadi pada anak.

Dampak selective mutism

Karena komunikasi adalah hal yang penting, maka ketidakmampuan berbicara di sekolah memiliki efek yang negatif pada perkembangan sosial dan emosional anak. Giddan, Ross, Sechler & Becker (dalam Hung, Spencer & Dronamraju, 2012) menyatakan bahwa selective mutism akan membatasi kesempatan anak untuk berinteraksi sosial, menunda keterampilan berbahasa-yang seharusnya dikuasai, membatasi kegiatan sekolah dan keterlibatan dengan anak lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak yang pernah mengalami selective mutism cenderung mengalami masalah komunikasi, kurang menunjukan kinerja di sekolah/tempat bekerja,  menunjukan rata-rata gangguan yang lebih tinggi gangguan psikiatri pada saat dewasa (Muris & Ollendick, 2015).

Penyebab selective mutism

Hung, Spencer & Dronamraju (2012) menyimpulkan hasil penelitian dari beberapa peneliti seperti dinamika dalam keluarga yang maladaptif, konflik internal (intrapsikis) yang tidak terselesaikan, genetika, sejarah imigrasi, rawat inap yang dijalani atau trauma karena kondisi tertentu.

Penanganan selective mutism

Hung, Spencer & Dronamraju (2012) mengungkapkan beberapa pendekatan intervensi yang bisa digunakan untuk menangani selective mutism yaitu pendekatan perilaku/behavior, psikodinamika, obat-obatan dan penanganan dengan beberapa pendekatan (multimodal). Pendekatan yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  • Pendekatan perilaku menekankan modifikasi lingkungan dan penggabungan teknik seperti contigency management, menghilangkan stimulus, systematic desensitization, penguatan positif, modeling audio-video dan intervensi kognisi-perilaku (cognitive-bahavioral). Hasil penelitian Oerbeck, Stein, Pripp & Kristensen (2015) menyatakan bahwa intervensi dengan Cognitive Behavioral Therapy cukup efektif untuk anak dengan selective mutism terutama bila dilakukan sedini mungkin.
  • Pendekatan psikodinamika menekankan pada identifikasi dan penyelesaian konflik intrapsikis pada anak. Intervensi meliputi kegiatan art therapy dan terapi bermain yang memfasilitasi komunikasi dan ekspresi verbal dan non-verbal anak.
  • Penggunaan obat-obatan pada anak dengan selective mutism. Hal ini tergantung tingkat keparahan, durasi dan resistensi kondisi anak terhadap intervensi psikososial. Intervensi dengan obat-obatan tidak bisa berdiri sendiri, perlu digabungkan dengan intervensi psikososial.
  • Pendekatan yang melibatkan beberapa pendekatan (multimodal intervention), menggabungkan berbagai bentuk seperti intervensi psikodinamika, perilaku, okupasi, keterlibatan keluarga, intervensi di sekolah dan obat-obatan.

Diagnosis diikuti dengan penanganan yang tepat dan lebih awal akan membantu anak-anak yang selective mutism untuk berbicara di lingkungan yang dianggap tidak nyaman bagi mereka.

Communicate. Even when it’s uncomfortable or uneasy. One of the best way to heal, is simply getting everything out and if you live bitterly, you live a lonely existence.

-unknown

 

Referensi

 

Hung, S.H., Spencer, M.S., & Dronamraju, R. (2012). Selective mutism : Practice and intervention strategies for children. Children & Schools, 34 (4), 222-230.

 

Mash, E. J., & Wolfe, D. A. (2017). Abnormal child psychology (6th ed.). Belmont, CA: Thomson Wadsworth.

 

Muris, P. & Ollendick, T.H. (2015). Children who are anxious in silence : A review on selective mutism, the new anxiety disorder in DSM-5. Clinical Child and  Family Psychology Review, 18, 151-169. DOI: 10.1007/s10567-015-0181-y.

 

Oerbeck, B., Stein, M.B., Pripp, A.H. & Kristensen, H. (2015). Selective mutism : Follow-up study 1 year after end of treatment. European Child & Adolescent Psychiatry, 24, 757-766. DOI : 10.1007/s00787-014-0620-1.

 

 

Comments   

0 #1 MarshaJuicy 2018-08-13 06:08
Hi. I see that you don't update your page too often. I know
that writing posts is boring and time consuming. But did you know that there is a tool that allows you to create new
articles using existing content (from article
directories or other websites from your niche)?
And it does it very well. The new articles are high quality and
pass the copyscape test. You should try miftolo's tools
Quote

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh