ISSN 2477-1686

Vol.6 No. 05 Maret 2020

Stres kerja di rumah akibat COVID-19: Lakukan Relaksasi

Oleh

Fuad Ardiansyah

Prodi Psikologi, Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong

 

Sekitar dua minggu lalu, Indonesia dihebohkan dengan ditemukannya warga negara Indonesia yang positif terinfeksi COVID-19. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Indonesia Joko Widodo berdasarkan laporan yang disampaikan Menteri Kesehatan. Dalam kurun waktu dua minggu, warga yang terinfeksi COVID-19 meningkat pesat menjadi 119 pasien. Berdasarkan pemaparan yang disampaikan Halidi (2020) Guna mencegah penyebaran COVID-19, Presiden Jokowi menghimbau masyarakat untuk bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah.

Hal ini memicu perubahan sosial, seperti yang dikemukakan oleh Indraddin dan Irwan (2016) bahwa perubahan akan terjadi secara cepat dalam aktivitas masyarakat. Begitupun dengan munculnya virus COVID-19 ini, mengakibatkan terjadinya perubahan dan otomatis akan berdampak pada instansi-intansi dalam melakukan kerja sehariannya. Pencapaian yang diinginkan instansi tidak akan meningkat atau bahkan bisa saja menurun karena para pekerja berhenti melakukan aktivitas kerjanya di instansi. Pekerja yang pekerjaannya terhenti seperti, sales, karyawan tempat wisata, maupun karyawan instansi pemerintahan. Dengan aktivitas keseharian yang berubah maka akan memunculkan masalah baru, yakni stres kerja karena adanya perubahan kondisi lingkungan kerja serta faktor personal (Rizki, Hamid, Mayowan, 2016).

Berdasarkan permasalahan, maka perlu perhatikan efek dari COVID-19 yang mengarah pada stres dan solusi apa yang harus dilakukan. Maka dari itu, artikel ini akan menjelaskan bagaimana pengurangan stres melakukan aktivitas keseharian agar terhindar dari stres akibat dari munculnya COVID-19. Sebenarnya ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam pengurangan stres akibat COVID-19, namun yang paling sering digunakan yakni, relaksasi (Marliani, 2018).

Relaksasi untuk Place Attachments

Pertama kegiatan relaksasi harus dilakukan dengan cara (1) mengatur ruangan yang nyaman dan aman serta mengatur musik yang lembut. Langkah selanjutnya (2) longgarkan pakaian dan memejamkan mata. Dilanjutkan dengan (3) menarik nafas yang dalam dan menghembuskan nafas dengan panjang, hal ini dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali. Selanjutnya, (4) mengerutkan dahi, mengedipkan mata, membuka mulut lebar-lebar, menekan lidah pada langit-langit mulut, mengatupkan rahang kuat-kuat, bibir di monyongkan kedepan dan tetaplah tegang selama 5 (lima) detik, kemudian hembuskan nafas perlahan dan kendurkan secara perlahan katakan dalam hati “rilek dan pergilah”. Langkah selanjutnya (5) menekan kepala kebelakang, anggukan kepala kearah dada. Memutar kepala kebahu kanan dan memutar kepala kebahu kiri.  (6) mengangkat kedua bahu seolah ingin menyentuh telinga. (7) mengencangkan lengan sambil mengepal tangan, tahan 5 (lima) detik, hembuskan nafas perlahan sambil mengendurkan tangan. (8) menarik nafas dalam dan mengencangkan otot dada, tahan 5 (lima) detik dan hembuskan secara perlahan. (9) mengencangkan perut, menekan keluar dan tarik kedalam, tahan 5 (lima) menit dan hembuskan secara perlahan. Dan langkah terakhir (10) mengencangkan pinggang, tekan tumit kaki ke lantai, kencangkan otot kaki dibawah lutut, tekuk jari kaki kebawah seolah-olah menyentuh telapak kaki, angkat jari kaki ke atas seolah-olah hendak menyentuh lutut, kemudian tahan 5 (lima) detik dan hembuskan serta kendurkan secara perlahan, katakan dalam hati “rileks dan pergilah”.

Proses relaksasi ini akan menimbulkan suatu kenangan tersendiri yang pada akhirnya akan mengurangi stres akibat kebijakan yang diberikan berdasarkan COVID-19 dan akan menjadi suatu ikatan emosional antara individu dengan tempat pelaksanaan relaksasi dilakukan (rumah) apabila proses relaksasi dilakukan secara terus menerus (Altman & Low, 1992). Relaksasi yang dilakukan sebagai salah satu bentuk kegiatan sosial untuk meningkatkan ikatan (place attachment) dengan lingkungan baru. Menurut Mafar (2018) Ikatan (place attachment) yang merupakan kelekatan dan kecintaan terhadap lingkungan secara positif memberikan rasa aman, nyaman, tentram yang gilirannya akan memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi individu yang menjalankan.

Penutup

Pada akhirnya, kita harus mengambil langkah selain social distance dalam menghadapi permasalah COVID-19 yang terjadi di Indonesia perlu juga penaganan lebih lanjut. Oleh karena itu, relaksasi untuk place attachment dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat Indonesia yang bekerja untuk mengatasi stres atas perubahan sosial yang terjadi akibat COVID-19. Namun ini bukan jalan satu-satunya dalam menghadapi stres akibat perubahan sosial yang ditimbulkan COVID-19, ada beberapa cara lain juga bisa menjadi solusi seperti melakukan meditasi, biofeedback, ataupun restrukturisasi kognitif.

Referensi:

Altman & Low, S.M. (1992). Place attachment. New York: Plenum Press

Halidi, R. (2020, Maret 16). Cegah Covid-19. Presiden Jokowi resmi imbau masyarakat kerja dari rumah. Di akses dari https://www.suara.com/health/2020/03/15/144356/cegah-covid-19-presiden-jokowi-resmi-imbau-masyarakat-kerja-dari-rumah

Indraddin., & Irwan. (2016). Strategi dan perubahan sosial. Yogyakarta: Deepublish

Mafar, I.M. (2018). Hubungan place attachment dengan perilaku pro lingkungan pada mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. Skripsi. Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Marliani, R. (2018). Psikologi industri dan organisasi. Bandung: Pustaka Setia

Rizki, M., Hamid, D., & Mayowan, Y. (2016). Pengaruh lingkungan kerja terhadap stres kerja karyawan: Studi pada karyawan PT. PLN distribusi Jawa Timur Area Pelayanan Malang. Jurnal Administrasi Bisnis, 41(1).