ISSN 2477-1686
Vol. 8 No. 3 Feb 2022
Self-Care Di Masa ‘Shark Week’ Bagi Remaja Dan Dewasa Perempuan
Oleh:
Allesandra Theresia
Fakultas Psikologi, Universitas Pelita Harapan
Ketika mencoba mencari di google mengenai sebutan masa-masa menstruasi di beberapa negara menyebut sebagai bloody mary, on the rag, red flad dan ada satu sebutan yang menarik menurut saya adalah ‘shark week’. Kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia ‘shark week’ adalah minggu dimana para ibu menjadi seperti ikan hiu. Ikan hiu digambarkan sebagai ikan yang suka menyerang dan menakutkan dan kalau di dalam film-film sering digambarkan sebagai binatang yang menakutkan. Apakah seorang perempuan sebegitu mengerikannya ketika berada pada masa-masa ini? Mungkin boleh dicoba untuk dipertanyakan kepada bapak-bapak seperti apa yang dirasakan ketika berhadapan dengan pasangan dalam masa-masa menstruasi.
Prayuni, et.al. (2018) menyatakan bahwa menstruasi merupakan pendarahan secara periodic disertai dengan pelepasan endometrium. Proses ini merupakan hasil interaksi kompleks yang melibatkan sistem hormon, dengan organ tubuh, yaitu hipotalamus, hipofisis, ovarium dan uterus. Proses hormonal dan organ tubuh yang terjadi pada masa menstruasi ini juga sering menyebabkan perubahan mood dan emosi pada beberapa individu ketika memasuki masa menstruasi. Sering remaja-remaja bahkan dewasa perempuan merasa perubahan mood ini sering mempengaruhi interaksi mereka dengan orang sekitar. Remaja dan dewasa perempuan sering mengeluhkan bahwa mereka tidak bisa mengontrol emosi dan sering marah tanpa alasan, sering ingin makan berlebihan atau beberapa menjadi tidak ingin makan di masa ini.
Shita & Purnawati (2016) mengatakan bahwa faktor stress, gaya hidup, aktivitas fisik, kondisi medis, kelainan hormonal, dan status gizi merupakan factor utama yang mungkin bisa mempengaruhi gangguan saat menstruasi. Pada beberapa penelitian menemukan bahwa stress dan aktifitas fisik yang rendah dapat memperpanjang siklus menstruasi bahkan di beberapa kasus menimbulkan nyeri pada menstruasi.
Dinamika yang terjadi pada masa menstruasi yang terkadang melibatkan pengaruh emosi dan interaksi dengan lingkungan membuat masa-masa menstruasi ini memerlukan perhatian. Nugroho, Et. Al. (2019) mengatakan bahwa penting untuk mengajarkan self-care secara mandiri kepada perempuan remaja maupun dewasa di masa menstruasi. Perempuan remaja dan dewasa perlu untuk melakukan self-care tidak hanya dengan melakukan kebersihan diri namun juga perlu untuk merawat diri secara psikologis ketika memasuki masa-masa “shark week”.
Banyak para remaja ditemukan untuk mengurangi aktifitas fisik ketika berada di masa-masa menstruasi karena mengalami banyak perubahan emosi maupun hormon. Beberapa fenomena ditemukan ketika masa-masa haid ini, sejumlah remaja dan dewasa perempuan juga tidak bisa mengontrol emosi yang pada akhirnya menunjukkan perilaku: marah-marah, banyak makan, tidak mood, malas dalam melakukan banyak hal.
Beberapa hal bisa dilakukan ketika menghadapi masa-masa menstruasi dengan makan makanan yang menyenangkan dan menyehatkan, melakukan olahraga ringan seperti jalan santai, yoga ataupun kegiatan yang disukai, mandi dengan air hangat, dan istirahat yang cukup untuk bisa memberikan kenyamanan fisik. Kenyamanan fisik di masa menstruasi ini penting juga untuk meningkatkan mood yang baik. Selain sisi fisik yang perlu dibuat nyaman di masa menstruasi karena sebenarnya fisik yang sehat akan mempunyai pengaruhi kenyamanan psikologis dari remaja atau dewasa yang mengalami masa ini.
Beberapa hal yang juga bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk memberikan kenyamanan secara psikologis yaitu dengan melakukan journaling mengenai pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan yang muncul di masa yang kurang nyaman, berbicara dengan orang terdekat untuk menumpahkan keluh kesah. Tapi satu hal yang pasti masa-masa menstruasi bukan merupakan masa yang mengerikan dan bisa terlewati dengan mood yang baik.
Referensi:
Nugroho, N., Ida, H., Wulandari., & Asmawati. (2019). Pengaruh Edukasi Menstruasi Melalui Whatsapp Terhadap Self Care Dismenore Pada Remaja Putri SMA di Kota Bengkulu. Journal of Nursing and Health. 7(1). 88-93.
Prayuni, E.D., Ario, M., & Myrna, A. (2018). Terapi Menstruasi Tidak Teratur dengan Akupuntur dan Herbal Pegagan. Jurnal of Vocational Health Studies. 212. 86-9.
Shita, N. K.D. I. S.S., & Susy, P. (2016). Prevalensi Gangguan Menstruasi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi pada Siswi Peserta Ujian Nasional di SMA Negeri 1 Melaya Kabupaten Jembrana. E-Jurnal Medika. 5(3). 1-9.
