ISSN 2477-1686  

 Vol. 11 No. 44 Oktober 2025

Tip of the Tongue: Ketika Kata-Kata Hilang di Ujung Lidah

Oleh:

Putri Reviana Sari dan Winda Maharani

Program Studi Psikologi, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

 

Pernah mengalami momen ketika mengetahui sebuah kata seperti tahu maknanya bahkan mungkin huruf pertamanya, tetapi kata tersebut seolah terjebak di ujung lidah dan sulit diucapkan? Fenomena ini dikenal sebagai Tip of the Tongue (TOT) atau dalam bahasa medis disebut lethologia (Brown, 2008). TOT merupakan kejadian umum yang dialami hampir semua orang di berbagai budaya dan bahasa.

TOT bukan sekedar lupa. Ini merupakan kegagalan sementara dalam mengambil kata atau istilah dari memori, disertai dengan recall parsial dan perasaan bahwa penarikan kata tersebut hampir dapat diucapkan. Individu mungkin dapat mengingat konteksnya, jumlah suku katanya, atau bahkan huruf awalnya tetapi kata itu tetap menghindar. Ketika kata tersebut akhirnya muncul, rasanya seperti lega yang luar biasa. Penelitian menunjukkan bahwa 90% penutur dari berbagai bahasa di seluruh dunia melaporkan mengalami fenomena ini dengan frekuensi rata-rata sekitar satu kali per minggu pada orang dewasa muda (Brown, 1991).

TOT bukanlah tanda penurunan kognitif, melainkan cerminan dari sistem memori yang kompleks. Studi neuroimaging (Shafto et al., 2008) menunjukkan bahwa saat mengalami TOT, terdapat beberapa bagian otak yang bekerja keras, yaitu:

  1. Anterior Cingulate Cortex (ACC), berperan dalam mendeteksi konflik kognitif
  2. Right Dorsolateral Prefrontal Cortex, terkait evaluasi dan kontrol kognitif
  3. Posterior Cingulate Cortex, berkaitan dengan proses retrieval memori
  4. Bilateral Parietal Cortex, terlibat dalam proses pencarian memori
  5. Left Insular Cortex, berperan dalam produksi fonologis

Salah satu teori utama yang menjelaskan TOT adalah Transmission Deficit Model (TDM). Dalam model ini, otak berhasil1 mengakses makna kata (representasi semantik), tetapi gagal mentransmisikan informasi ke bentuk bunyi (representasi fonologis). Akibatnya, kita tau apa yang ingin kita katakan, tetapi tidak bisa mengucapkannya (Ouyang et al., 2020).

Fenomena TOT bukan hanya gangguan memori sesaat, tetapi juga dapat menimbulkan frustasi, kecemasan, dan penurunan kepercayaan diri, terutama pada individu yang mengalami TOT secara berulang. Dalam konteks lansia atau individu dengan keluhan kognitif subjektif, TOT yang sering terjadi dapat memperkuat perspepsi neatif terhadap kemampuan kognitif mereka, berpotensi memperburuk distress psikologis dan mempercepat penurunan fungsi sosial.

Strategi untuk menangani TOT berfokus pada penguatan jalur fonologis dan meningkatkan proses retrieval leksikal. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Shafto et al., 2010), meskipun proses fonologis cenderung menurun seiring bertambahnya usia, proses semantik relatif tetap stabil. Oleh karena itu, petunjuk yang menggabungkan petunjuk fonologis seperti memberikan huruf awal, suku kata, atau rima telah terbukti efektif dalam membantu orang-orang menyelesaikan situasi TOT. Selain itu, latihan retrieval terstruktur, seperti menyebutkan kata berdasarkan definisi atau melihat gambar yang terkait, dapat memperkuat koneksi antara representasi semantik dan fonologis.

TOT bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti bahwa sistem memori kita bekerja secara aktif dan kompleks. Ia menunjukkan bahwa kita memiliki kesadaran metakognitif, yaitu kita sadar bahwa kita tahu, meskipun belum bisa mengaksesnya. TOT juga mengingatkan kita bahwa bahasa bukan hanya soal kata, tetapi juga soal proses mental, emosi, dan interaksi sosial. Dengan memahami mekanismenya, kita bisa lebih bijak dalam menyikapi momen-momen “lupa kata” dan menjadikannya bagian dari perjalanan komunikasi yang manusiawi.

 

Referensi:

Brown, A. S. (1991). A review of the tip-of-the-tongue experience. Psychological Bulletin, 109(2), 204–223. https://doi.org/10.1037/0033-2909.109.2.204

Brown, A. S. (2008). Tip of the Tongue Experience. In Learning and Memory: A Comprehensive Reference (pp. 377–387). https://doi.org/10.1016/B978-012370509-9.00142-X

Ouyang, M., Cai, X., & Zhang, Q. (2020). Aging Effects on Phonological and Semantic Priming in the Tip-of-the-Tongue: Evidence From a Two-Step Approach. Frontiers in Psychology, 11, 338. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.00338

Shafto, M. A., Burke, D. M., Stamatakis, E. A., Tam, P. P., & Tyler, L. K. (2008). On the Tip-of-the-Tongue: Neural Correlates of Increased Word- finding Failures in Normal Aging.

Shafto, M. A., Stamatakis, E. A., Tam, P. P., & Tyler, L. K. (2010). Word Retrieval Failures in Old Age: The Relationship between Structure and Function. Journal of Cognitive Neuroscience, 22(7), 1530–1540. https://doi.org/10.1162/jocn.2009.21321