ISSN 2477-1686
Vol. 11 No. 28 Februari 2025
Parenting Stress pada Ibu Bekerja dengan Status Ekonomi Tinggi: Banyak Uang, Tetap Stres?
Oleh:
Olivia Pramaishella Putri Rachmat & Nanda Rossalia
Fakultas Psikologi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Parenting Stress di Kalangan Ibu Bekerja Berpenghasilan Tinggi
Meskipun memiliki pendapatan yang tinggi, ibu bekerja dengan anak usia 0-5 tahun tetap menghadapi tantangan besar dalam menjalankan peran ganda sebagai pekerja dan orang tua. Berdasarkan penelitian sebelumnya, mereka bekerja lebih dari 6 jam sehari di institusi swasta dengan pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, alasan utama mereka tetap bekerja bukanlah faktor ekonomi, melainkan aktualisasi diri dan keinginan untuk tetap berdaya. Sayangnya, keinginan ini juga diiringi dengan parenting stress yang tinggi.
Faktor utama yang berkontribusi terhadap parenting stress bukan berasal dari pekerjaan, melainkan dari aspek internal seperti pengasuhan anak, temperamen anak, dan ibu itu sendiri. Meskipun memiliki dukungan sosial yang baik, tetap ada tekanan emosional yang dirasakan dalam menyeimbangkan peran sebagai ibu dan pekerja.
Ekspektasi Sosial dan Tekanan dari Lingkungan
Ibu bekerja dengan status ekonomi tinggi menghadapi ekspektasi sosial yang besar. Mereka dihadapkan pada tuntutan untuk tetap berprestasi di tempat kerja, sementara di sisi lain, mereka juga harus memenuhi peran sebagai ibu yang penuh perhatian (Hoffman & Youngblade, 2018). Lingkungan sosial dan media sering kali menampilkan gambaran "ibu sempurna" yang berkontribusi pada tekanan tambahan (Chatterjee et al., 2018).
Tidak hanya dari lingkungan sosial, ekspektasi ini juga muncul dari diri sendiri, di mana ibu merasa harus selalu bisa mengontrol situasi, baik di rumah maupun di tempat kerja. Harapan tinggi ini dapat berujung pada kelelahan emosional yang berkontribusi terhadap stres pengasuhan (Bianchi & Milkie, 2010).
Perasaan Bersalah dan Kebutuhan Waktu untuk Diri Sendiri
Meskipun memiliki akses ke helper seperti pengasuh atau daycare, ibu bekerja sering merasa bersalah karena kurangnya waktu yang berkualitas dengan anak mereka (Hays, 1996). Perasaan bersalah ini muncul akibat harapan untuk dapat hadir penuh dalam kehidupan anak, padahal kenyataannya keterbatasan waktu menjadi tantangan besar.
Kebutuhan untuk menyendiri dan beristirahat juga menjadi penting. Ibu bekerja yang merasa kelelahan emosional setelah seharian bekerja dan membutuhkan waktu untuk meredakan stres sebelum kembali ke peran sebagai ibu.
Dukungan Sosial dan Peran Pasangan
Meskipun mereka memiliki status ekonomi tinggi, parenting stress dapat lebih mudah dikelola jika ada dukungan dari pasangan dan lingkungan sosial (Katz-Wise et al., 2010). Suami yang mendukung dalam pengasuhan dan berbagi tanggung jawab rumah tangga dapat membantu meringankan stres yang dialami ibu. Dukungan dari teman dan keluarga juga memberikan kenyamanan emosional dalam menghadapi tantangan pengasuhan.
Strategi Mengatasi Parenting Stress
Berikut beberapa strategi yang telah digunakan oleh ibu bekerja dalam penelitian ini untuk mengelola parenting stress:
- Membagi Waktu Secara Efektif
Membuat jadwal yang terstruktur antara pekerjaan dan pengasuhan membantu mengurangi rasa kewalahan. - Meningkatkan Komunikasi dengan Pasangan
Berbagi tanggung jawab dalam pengasuhan dan rumah tangga dengan pasangan dapat memperingan beban. - Memanfaatkan Helper Secara Bijak
Menggunakan bantuan ART, suster atau daycare dengan tetap menjaga keterlibatan emosional dengan anak. - Menerapkan Self-Care
Meluangkan waktu untuk diri sendiri agar tetap sehat secara fisik dan mental.
Kesimpulan
Parenting stress pada ibu bekerja dengan status ekonomi tinggi merupakan tantangan yang kompleks. Meskipun faktor ekonomi tidak menjadi hambatan, tekanan sosial, ekspektasi diri, dan keseimbangan peran tetap menjadi tantangan besar. Dengan strategi coping yang tepat dan dukungan sosial yang baik, ibu bekerja dapat menghadapi stres pengasuhan dengan lebih baik.
Referensi:
Bianchi, S. M., & Milkie, M. A. (2010). Work and Family Research in the First Decade of the 21st Century. Journal of Marriage and Family, 72(3), 705–725.doi:10.1111/j.1741-3737.2010.00726.x
Chatterjee, S., et al. (2018). The psychological impact of social comparison on working mothers. Journal of Family Psychology, 32(4), 558-570.
Hays, S. (1996). The cultural contradictions of motherhood. Yale University Press.
Hoffman, L. W., & Youngblade, L. M. (2018). Mothers at work: Effects on children's well-being. Cambridge University Press.
Katz-Wise, S. L., Priess, H. A., & Hyde, J. S. (2010). Gender-role attitudes and behavior across the transition to parenthood. Developmental Psychology, 46(1), 18–28.doi:10.1037/a0017820