ISSN 2477-1686  

 

   Vol.5 No. 16 Agustus 2019

Menjadi Tua? Siapa Takut

 

Oleh

Sandra Handayani Sutanto

Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan

 

Pernahkah Anda kaget melihat rambut putih (uban) muncul di tengah-tengah rambut hitam Anda? Atau Anda kaget dengan munculnya kerutan di sudut mata atau di dekat sudut bibir? Sebuah iklan yang beredar di masyarakat bahkan memberikan saran penggunaan krim anti penuaan sejak usia 25 tahun.

 

Proses penuaan menjadi hal yang dihindari, tidak dipersiapkan dan tidak dipikirkan terlalu matang. Pada kenyataannya, tidak semua orang siap menjadi tua, bahkan menjadi amat terkejut ketika tanda-tanda penuaan yang kasat mata muncul pada usia yang produktif, sebagian besar orang bahkan tidak siap untuk menjadi tua, lemah, pikun atau bergantung kepada orang lain.

 

Proses penuaan

 

Paham yang beredar di masyarakat selama ini berfokus bahwa penuaan adalah proses yang tidak terhindarkan, terjadi secara intrinsik dan ditandai dengan penurunan berbagai aspek mulai dari fisik, kognitif, psikososial. Namun demikian, pergeseran terjadi di masyarakat,  sehingga proses penuaan perlu dilakukan dengan sukses dan optimal.  Papalia dan Martorell (2014) menyebutkan tiga komponen agar proses penuaan menjadi sukses dan optimal yaitu: Komponen pertama agar memasuki masa tua dengan sukses adalah terhindar dari penyakit atau hal-hal ketidakberdayaan yang disebabkan penyakit. Komponen yang kedua adalah pemeliharaan kondisi fisik dan kognitif secara optimal, dan yang ketiga adalah kegiatan sosial yang berkelanjutan dan terlibat dalam kegiatan produktif. Individu yang berhasil menikmati masa tuanya juga memiliki dukungan sosial secara emosional dan material, yang pada akhirnya ikut membantu menjaga kesehatan mental para lansia. Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa proses penuaan tidak hanya sekedar menggunakan krim anti penuaan tetapi ada hal-hal lain yang perlu dijaga dan dipelihara, yaitu kondisi fisik, kognitif dan psikososial.

 

Tahapan Psikososial

 

Menjadi tua tidak hanya terkait dengan urusan mengalami penurunan dalam berbagai fungsi, seperti fungsi kognitif dan fisik. Menjadi tua juga bisa dikaitkan dengan tahapan perkembangan psikososial Erikson yaitu ego integrity versus despair. Individu yang mengalami masa lanjut usia diharapkan untuk dapat mengevaluasi dan menerima kehidupan mereka seperti menerima kematian yang akan dihadapi. Individu juga perlu untuk melihat hidup mereka secara utuh dan koheren, dibandingkan terus berputus asa atas ketidakmampuan mereka di masa lalu.

 

Nilai yang muncul dalam tahapan psikososial ini adalah wisdom. Wisdom berarti bahwa individu menerima kehidupan yang telah dijalani, tanpa didominasi penyesalan, tanpa terpaku pada apa yang seharusnya dilakukan, atau mungkin dilakukan. Feist & Feist (2013) menambahkan bahwa individu yang memiliki wisdom bisa mempertahankan integritas/perasaan utuh tersebut walaupun mengalami penurunan fisik dan kemampuan mental. Anti tesis dari wisdom adalah disdain, reaksi terhadap perasaan ketika melihat individu lain menyelesaikan tugasnya,  bingung dan tidak berdaya.

 

Mempersiapkan masa tua

 

Masa tua bukanlah sesuatu yang harus dihindari karena bagian dari siklus kehidupan. Sebaliknya, masa tua menjadi periode perkembangan yang harus disambut dan dipersiapkan dengan baik. Cavanaugh dan Blanchard-Fields (2011) memaparkan beberapa strategi yang bisa digunakan untuk mencegah dan memaksimalkan masa tua yang berhasil :

1.    Adopsi gaya hidup yang sehat dan jadikan sebagai rutinitas harian, misalnya minum air yang cukup (2 liter sehari) agar kerja ginjal terjaga.

2.    Tetap aktif secara kognitif. Pertahankan rasa optimis dan minat untuk hal-hal yang memang disukai, misalnya membaca berita atau mengisi teka-teki silang.

3.    Mempertahankan jejaring sosial dan tetaplah berhubungan dengan yang lain, misalnya dengan mengikuti arisan atau kegiatan keagamaan yang ditujukan untuk lansia. Proses penuaan juga erat kaitannya dengan kepuasan hidup yang dialami oleh individu. Semakin individu terlibat secara aktif atau terus menjaga relasi sosial dengan orang lain, maka kepuasan hidup yang dimilikinya cenderung tinggi.

4.    Mempertahankan kebiasaan ekonomis untuk menghindari kebergantungan secara finansial, contohnya dengan mempersiapkan tabungan pensiun yang akan dinikmati pada masa tua.

 

Jika masa tua sudah disiapkan dengan matang dan merupakan bagian dari siklus kehidupan, apakah kita perlu takut untuk menghadapi masa tua?

 

Aging is not an option, not for anyone.

It is how gracefully we handle the process of how lucky we are, as the process handles us.

-Cindy Mcdonald

 

Referensi:

 

Cavanaugh, J.C., Blanchard-Fields, F. (2011). Adult development and aging (6th ed.). Belmont, CA : Wadsworth Cengage Learning.

 

Feist, J., Feist, G.J., & Roberts, T. (2013). Theories of personality (8th ed.). New York, NY : McGraw-Hill.

 

Papalia, D. E. & Martorell, G. (2014). Experience human development (13th ed.). New York, NY : McGraw Hill education.

 

 

 

 

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh