ISSN 2477-1686

 Vol.4. No.13, Juli 2018

Optimalisasi Peran Guru Bimbingan Konseling SMK

Oleh

Sari Zakiah Akmal, Rina Rahmatika, Ahmad Sabiq dan Sri Puji Utami

Fakultas Psikologi dan Fakultas Teknologi Inforamsi

Universitas YARSI

Perkembangan teknologi dan informasi serta terbukanya kesempatan yang luas untuk melanjutkan pendidikan, mendorong siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan kapasitas kemampuannya. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Bimbingan Konseling SMKN 31 Jakarta, diketahui bahwa saat ini tidak sedikit siswa SMK yang pada akhirnya melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi pergeseran nilai pada siswa SMK dimana para siswa tidak hanya terpaku untuk menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, namun siswa SMK juga berpeluang untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Kondisi tersebut tentunya memiliki kelebihan/hal positif dan kekurangan/hal negatif tersendiri bagi siswa SMK.

Siswa SMK perlu meningkatkan kemampuannya dan perlu melakukan upaya lebih untuk mengejar ketertinggalannya dibandingkan dengan siswa SMA, terutama dalam penguasaan materi pelajaran. Siswa SMK diajarkan materi yang lebih spesifik pada bidang yang ditekuninya dan kurang mendapatkan pelajaran dasar yang diperlukan untuk dapat lolos pada ujian saringan masuk perguruan tinggi (seperti: Matematika Dasar, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia). Oleh karena itu, siswa SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 perlu pelajaran tambahan (atau bimbingan belajar) untuk meningkatkan kemampuannya. Mereka juga perlu secara mandiri mencari informasi terkait jurusan yang ingin ditekuni.

Tidak hanya siswa, guru Bimbingan Konseling SMK juga perlu meningkatkan wawasan dan keterampilan mereka untuk membantu siswa dalam menyelesaikan persoalan terkait perencanaan masa depan. Berdasarkan pemaparan ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMK Jakarta Pusat, guru BK SMK membutuhkan aktivitas (pelatihan/seminar) yang dapat membantu mereka dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait proses perencanaan karier siswa.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, Fakultas Psikologi dan Fakultas Teknologi Informasi mengundang 20 orang guru SMK yang berada di bawah koordinasi MGBK Jakarta Pusat untuk mengikuti kegiatan pelatihan perencanaan karier siswa untuk guru BK. Kegiatan pelatihan dilakukan selama dua hari (8 dan 9 Mei 2018). Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru BK dalam membantu siswa merencanakan kariernya. Pelatihan tersebut terdiri dari tiga sesi utama yaitu: bagaimana menjadi konselor dan trainer yang baik, langkah-langkah dalam perencanaan karier dan sosialisasi website sistem perencanaan karier.

Modul mengenai langkah-langkah perencanaan karier sebelumnya sudah pernah diujicobakan pada siswa MA. Hasil uji coba menunjukkan bahwa modul perencanaan karier tersebut efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait perencanaan karier dan keyakinan siswa dalam mengambil keputusan karier (Akmal, Arlinkasari & Brebahama, 2016). Selain itu, guru BK juga akan dibekali dengan beberapa alat ukur/ assessment tools psikologis seperti alat ukur minat, orientasi karier, dan beberapa aspek kepribadian lainnya. Alat ukur tersebut dikemas dalam website Sistem Perencanaan Karier (SICAKAR/ sicakar.web.id) yang merupakan luaran dari penelitian hibah Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi (PEKERTI) yang dilakukan oleh Arlinkasari, Akmal, Hayurani & Suhartanto (2014), Arlinkasari, Utami, Rahmatika & Suhartanto (2015) dan Akmal, Arlinkasari, Anggia & Suhartanto (2016).

Efektivitas pelatihan diukur dengan membandingkan pengetahuan peserta saat sebelum dan sesudah kegiatan, serta evaluasi kegiatan secara umum. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai keterampilan yang diperlukan oleh seorang konselor dan proses pengambilan keputusan karier. Kegiatan yang dilakukan mendapatkan penilaian yang positif dari para peserta (rata-rata 3.85 dari skala 4). Mereka merasa bahwa kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat dan dapat diterapkan melalui materi ajar di sekolah.

*Artikel ini adalah salah satu luaran dari kegiatan Program Kemitraan Masyarakat RISTEKDIKTI pendanaan tahun 2018.

Referensi

Akmal, Sari Z., Arlinkasari, Fitri., Anggia, Pinkie., & Suhartanto, Heru., (2016). Pengembangan Model Pengambilan Keputusan Karier Berbasis Sistem Informasi (Identifikasi Nilai, Aspirasi dan Kompetensi pada Kelompok Bidang Pekerjaan Profesional dan Pelayanan). Laporan Akhir Hibah PEKERTI Tahun ke-1.

Akmal, Sari Z., Arlinkasari, Fitri.,Brebahama, Alabanyo. (2016). Intervensi Untuk Meningkatkan Kematangan Karier Pada Siswa MA. Prosiding SNaPP: Kesehatan Vol.2 No.1

Arlinkasari, Fitri., Akmal, Sari Z., Hayurani, Herika., & Suhartanto, Heru., (2014). Pengambilan Keputusan Karier pada Usia Muda di Indonesia Bebasis Sistem Informasi. Laporan Akhir Hibah PEKERTI Tahun ke-1.

Arlinkasari, Fitri., Utami, Sri P., Rahmatika, Rina., & Suhartanto, Heru., (2015). Pengambilan Keputusan Karier pada Usia Muda di Indonesia Bebasis Sistem Informasi. Laporan Akhir Hibah PEKERTI Tahun ke-2.

 

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh