ISSN 2477-1686

Vol.4. No.7, April 2018 

Dari 500 Menjadi 5000: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Berwirausaha

 Oleh:

Susanti Malini, Seftian Triyanto dan Riky Loen

Fakultas Psikologi, Universitas Tama Jagakarsa

Ketatnya persaingan dalam mencari pekerjaan dan tingginya angka pencari kerja di Indonesia menyebabkan seseorang memilih alternatif pekerjaan lain yaitu berwirausaha, karena berwirausaha merupakan salah satu cara untuk menjaring kesempatan walaupun setiap individu mempunyai keinginan dan kemampuan yang berbeda-beda dalam berwirausaha. Adapun pengertian wirausaha merupakan suatu proses dimana terdapat suatu pengetahuan dan kesempatan untuk menciptakan suatu produk atau jasa (Shane &  Venkataraman, 2000). Kesuksesan dalam berwirausaha tidak akan tercapai tanpa adanya motif atau dorongan. Motivasi berwirausaha merupakan penghubung antara niat dan perilaku dalam berwirausaha, dan motivasi berwirausaha akan menentukan kinerja yang dihasilkan (Carsrud & Brannback, 2011). 

Kisah tentang pengalaman berwirausaha 

Salah satu usaha yang diminati dan ditekuni untuk berwirausaha adalah dibidang kuliner karena pangsa pasarnya yang luas dari berbagai lapisan masyarakat. Penulis mewawancarai seorang pedagang bubur kacang hijau yang bernama Pak Man. Ditemui di warung bubur kacang hijau miliknya di daerah Depok, Pak Man menceritakan kisahnya dalam berwirausaha di bidang makanan. Dengan modal  keahlian membuat bubur kacang hijau disertai resep dari keluarga agar bubur tidak cepat basi, maka Pak Man memutuskan memulai usahanya dengan berjualan bubur kacang hijau menggunakan gerobak keliling. Memang persepsi seseorang mengenai pengambilan resiko dan kesempatan berbeda-beda dan hal tersebut berpengaruh terhadap keputusan untuk berwirausaha (Shane & Venkataraman, 2000). Hal tersebut juga diakui oleh Pak Man, jatuh bangun dalam mendirikan usaha telah dilalui dalam membangun usaha bubur kacang ijo yang dirintis sejak tahun 1996. Sepinya pembeli dan sedikitnya uang yang dihasilkan tidak mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan layak sering dialaminya, namun Pak Man tidak menyerah karena menurut Pak Man berwirausaha itu harus memiliki kesabaran dan keuletan.Pak Man juga mengatakan bahwa kedatangannya ke Jakarta dengan niat untuk mencari nafkah, rejeki, dan demi menghidupi anak istri dengan berjualan. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi berwirausaha

Pengalaman Pak Man dalam memulai berwirausaha sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yalcin dan Kapu (2008) yang menyatakan bahwa motivasi berwirausaha dapat diklasifikasikan menjadi faktor pendorong dan faktor penarik. Faktor pendorong meliputi kebutuhan untuk meningkatkan penghasilan keluarga, rasa tidak puas terhadap gaji, susahnya dalam mencari pekerjaan dan kebutuhan akan fleksibilitas dalam menjalankan tugas rumah tangga. Faktor penarik meliputi kebutuhan akan kebebasan, aktulisasi diri, meningkatkan status dan reputasi dimata masyarakat. Selain faktor yang disebutkan di atas beberapa ahli juga mengungkapkan mengenai faktor yang mempengaruhi motivasi berwirausaha. Kuratko, Hornsby & Naffziger (1997) dan Robichaud, McGraw & Roger (2001) mengungkapkan bahwa ada empat motivasi berwirausaha: (1). Imbalan ekstrinsik, (2). Kemandirian, (3). Imbalan intrinsik dan (4). Keamanan keluarga. Empat faktor ini akan menentukan jalan sukses seseorang untuk sukses dalam berwirausaha. Chu dkk (2007) menemukan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi berwirausaha meliputi keinginan untuk mandiri, keamanan keluarga, pemenuhan kebutuhan diri, pertumbuhan, keuangan dan kesempatan untuk mendapat pengakuan.   

Tahun 2011 usaha bubur  kacang ijo Pak Man mulai stabil dan dikenal masyarakat sehingga bisa bertahan sampai saat ini. Jika dulu harga jual permangkuk bubur Rp. 500 kini dijual dengan harga Rp. 5.000, jika sebelumnya berjualan menggunakan gerobak keliling kini Pak Man telah mampu untuk menyewa kios dan mengembangkan usahanya dengan menambahkan jenis barang yang dijual seperti mie instant dan juga berbagai macam minuman.

Referensi

 

Carsrud, A. & Brannback, M. (2011). Entrepreneurial motivations: What do we still need to know? Journal of Small Business Management, 49(1), 9-26.

Chu, H., Benzing, C. & McGee, C. (2007). Ghanaian and Kenyan Entrepreneurs: A comparative analysis of their motivations, success characteristics and problems. Journal of Developmental Entrepreneurship, 12(3), 295-322.

Kuratko, D. F., Hornsby, J. S. and Naffziger, D. W. (1997) “An Examination of Owners’ Goals in Sustaining Entrepreneurship”, Journal of Small Business Management, Vol. 35, No. 1, pp. 24-33.

 

Robichaud, Y., McGraw, E. and Roger, A. (2001) “Toward the Development of a Measuring Instrument for Entrepreneurial Motivation”, Journal of Developmental Entrepreneurship, Vol. 6, No. 1, pp. 189-202. 

 

Shane, S., & Venkataraman, S. (2000). The promise of entrepreneurship as a field of research. Academy of Management Review, 25(1), 217–226.

Yalcin, S. & Kapu, H. (2008). Entrepreneurial dimensions in transitional economies: A review of relevant literature and the case of Kyrgyzstan. Journal of Developmental Entrepreneurship, 13(2), 185-203. 

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh