ISSN 2477-1686

Vol.4. No.1, Januari 2018

Menjadi Pemimpin Bagi Diri Sendiri: Self- Leadership

Oleh:

Devi Jatmika

Universitas Bunda Mulia

 

Sebelum menjadi pemimpin bagi orang lain, hendaknya seseorang dapat menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Istilah ini dikenal dengan nama self-leadership.

Apa itu Self Leadership? 

Manz (dalam Stewart, Courtright, & Manz, 2011) sebagai tokoh yang mencetuskan istilah ini, mengemukakan self leadership merupakan sebuah perspektif yang mana seseorang mempengaruhi dirinya sendiri untuk mengerjakan tugas-tugas yang membuatnya termotivasi, begitupula untuk tugas-tugas seharusnya dikerjakan walaupun tidak membuatnya termotivasi. Self-leadership merupakan proses mempengaruhi diri sendiri untuk membangun self-direction dan self-motivation yang diperlukan untuk menghasilkan kinerja yang baik (Manz dalam Musaheri, 2014). 

Mengapa perlu memiliki self-leadership?

Self-leadership dipercaya memberikan dampak dalam kehidupan, dalam kesehatan, karir dan hubungan. Seseorang yang memiliki self-leadership yang baik membuatnya menjadi seorang pemimpin, wirausaha dan anggota tim yang  baik pula. Di dunia industri dan organisasi, pada level manager yang memiliki self-leadership, harus mampu untuk membuat perencanaan dan menentukan tujuan serta mempengaruhi dirinya sendiri untuk mencapai tujuan. Begitu pula pada level di karyawan, seeorang perlu menunjukkan self-leadership yang dimilikinya, karena karyawan yang proaktif, disiplin dan mampu membuat keputusan yang baik akan lebih disukai oleh atasan.  Seseorang yang kurang memiliki self-leadership cenderung kurang dapat mengontrol dirinya, mudah kehilangan fokus dan mudah merasa terbebani. Sementara itu, Dalam level tim, self-leadership dapat meningkatkan kreativitas, sehingga dengan tugas-tugas yang kreatif di level tim akan menunjukkan hasil yang lebih baik ketimbang tugas-tugas yang membosankan (Stewart & Barrick dalam Stewart, Courtright, & Manz, 2011).

Leadership vs Self Leadership

Self-leadership berbeda dengan leadership. Leadership atau kepemimpinan adalah suatu keterampilan dan kemampuan seseorang sebagai seorang pimpinan untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar berpikir dan bertingkah laku sedemikian rupa sehingga dapat berkotribusi dalam mencapai tujuan organisasi. Sedangkan self-leadership merupakan cara kita mempengaruhi diri sendiri untuk mencapai suatu tujuan. Self-leadership adalah cikal bakal untuk memiliki kepemimpinan.

Komponen Self Leadership

Komponen-komponen self leadership terdiri dari (Manz, 2015):

  • Authenticity: seseorang yang memimpin dirinya sendiri meninjau kembali alasan-alasan ia melakukan usaha dan tingkah laku dan sejauh mana apa yang ia lakukan konsisten dengan nilai-nilai yang dimilikinya dan tidak menghubungkan alasan-alasan ia mempengaruhi diri sendiri karena alasan eksternal seperti karena bos atau atasan.
  • Responsibility: komponen ini berhubungan dengan tanggungjawab sosial dan kebajikan dalam organisasi, misalnya memperhatikan manfaat-manfaat luas dariapa yang dilakukan untuk orang lain, entah bawahan, atasan, stakeholders, masyarakat dan komunitas.
  • Expanded capacity: Menekankkan pada metode dan strategi self-leadership yang berkontribusi pada kapasitas self-leadership. Sebagai contoh, kemampuan mempengaruhi diri untuk diterapkan di area-area yang baru. 

Apa yang harus dilakukan untuk memiliki self–leadership?

Bayangkan Anda memiliki sebuah restoran. Anda menjalankan semuanya sendiri  restoran tersebut, Anda membuat konsep, memasak semua menu, mencuci piring, membeli bahan belanja, melayani konsumen, menjadi kasir dan sebagainya. Anda melupakan bagaimana strategi ke depan, marketing yang harus dilakukan, pembukuan usaha, peraturan-peraturan sertifikasi sebuah restoran. Hal ini bukanlah menunjukkan self-leadership, mendorong diri melakukan semua hal namun melupakan hal-hal untuk pengembangan jangka panjang kemudian hari. Self-leadership ditunjukkan dengan melihat kembali ke diri sendiri, keadaan mental dan emosional diri, evaluasi kekuatan dan kelemahan diri. Saat peristiwa apakah keadaan terbaik saya? apa yang harus saya lakukan? Ke arah manakah saya akan pergi? Apakah hal itu membawa manfaat?

Beberapa strategi untuk memiliki self-leadership, sebagai berikut (Manz & Neck, 2004; Manz & Sims, 2001; Prussia, Anderson, & Manz, 1998 dalam D’ Intino, Goldsby, Houghton & Neck, 2007):

  • Fokus pada perilaku untuk meningkatkan kesadaran diri (self awareness). Perhatikan bagaimana kita dapat menyadari dan mengelola perilaku untuk tugas-tugas yang penting namun seringkali bukan tugas yang menyenangkan. Strategi ini meliputi Observasi diri, membuat goal setting, memberikan penghargaan, dan memotivasi diri sendiri.
  • Membuat situasi yang menyenangkan dalam menjalankan tugas dengan fitur-fitur atau bentuk yang dapat mengubah suasana sehingga kita dapat termotivasi. Sebagai contoh, melakukan  tugas administrasi mungkin tidak menyenangkan tetapi kita dapat membuat situasi itu menyenangkan saat mengerjakannya misalnya dengan mendengarkan musik, membuat notes-notes lucu, dan lainnya. Mengubah persepsi mengenai suatu tugas juga dapat membantu dengan melihat kelebihan attau manfaat dari tugas yang dikerjakan sehingga menjadi sesuatu yang menyenangkan.
  • Strategi pola pikiran yang konstruktif meliputi identifikasi dan mengubah keyakinan dan asumsi dengan melakukan mental imagery dan self talk. Mengubah keyakinan irasional yang dimiliki dengan berbicara pada diri sendiri secara positif dan membangun.  Pastikan kata-kata yang diucapkan kepada diri sendiri adalah kata-kata positif, optimis, memberikan semangat. 

Referensi:

D’ Intino, R. S., Goldsby, M. G.,Houghton, J. D & Neck, C. P. (2007). Self-leadership: A process for entrepreneurial success. Journal of Leadership and Organizational Studies, 13(4), 105-120.

Manz, C. C. (2015). Taking the self-leadership high road: Smooth surface or potholes ahead?. The Academy of Management Perspectives, 29(1), 132-151.

Musaheri. (2014). Self leadership: Motor penggerak kepemimpinan mutu pendidikan. Jurnal Pelopor Pendidikan, 6(4), 79-84. Retrieved from http://www.stkippgrismp.ac.id/backsite-content/uploads/2014/06/Musaheri-Self-Leadership.pdf.

Stewart, G. L., Courtright, S. H., & Manz, C. C. (2011). Self-leadership: A Multilevel Review. Journal of Management, 37(1), 185-222. 

 

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh