ISSN 2477-1686
Vol. 12 No. 53 Maret 2026
Transformasi Budaya Kerja Dimulai dari Pelatihan SDM
Oleh:
Chotimah, Nabila Indah Rahayu, Laila Meiliyandrie Indah Wardani
Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana, Jakarta
Keberhasilan dalam organisasi tercermin dari bagaimana penerapan budaya di perusahaannya serta bagaimana cara karyawannya bekerja atau berinteraksi, baik dengan rekan kerja maupun stakeholder-nya. Salah satu contoh perusahaan di Indonesia yang konsisten mengembangkan sumber daya manusia untuk membangun budaya kerja adalah PT Telkom Indonesia Tbk, Pada Tahun 2025 untuk kelima kalinya secara berturut-turut, Telkom tercatat dalam daftar World’s Best Employers 2025 versi Forbes (Telkom, 2025). Telkom tidak hanya dikenal sebagai perusahaan telekomunikasi digital, tetapi juga sebagai organisasi yang secara berkelanjutan membangun budaya dan perilaku kerja karyawannya melalui sistem pelatihan dan penghargaan. Di Telkom, pelatihan dan pengembangan dijalankan melalui berbagai metode yang meliputi pembelajaran digital, pelatihan konvensional di kelas, program kepemimpinan, serta pendekatan pengalaman kerja yang diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai organisasi
Lalu, Seberapa pentingkah organisasi membutuhkan pelatihan dan pengembangan bagi SDM nya? Manusia merupakan penggerak dalam berpikir dan merencankan pencapaian tujuan organisasi, sehingga perusahaan harus memperhatikan pelatihan dan pengembangan yang berguna untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi pegawainya (Gustiana, 2022). Pelatihan mengacu pada upaya terencana perusahaan untuk memfasilitasi pembelajaran kompetensi, pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang berhubungan dengan pekerjaan karyawan, agar karyawan menguasai pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari (Noe, 2020). Sementara pengembangan mempersiapkan individu menghadapi tanggung jawab yang lebih kompleks di masa depan. Menurut Kurniawati (2020), Pengembangan SDM adalah upaya terencana dari organisasi untuk meningkatkan kompetensi SDM yang dilakukan secara terus-menerus dalam jangka panjang, yang dilakukan untuk menjamin ketersediaan SDM sesuai dengan kebutuhan jabatan, serta ditujukan untuk peningkatan kinerja individu yang hasil akhirnya pada kinerja organisasi. Dengan demikian pelatihan dan pengembangan SDM merupakan satu kesatuan proses yang saling melengkapi dalam membangun kompetensi organisasi.
Menurut Dessler (2020) program pelatihan dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti 1). On the job training, yaitu pelatihan yang dilakukan secara langsung di tempat kerja, 2). Pelatihan magang, dengan mengombinasikan pembelajaran formal dengan praktik kerja di yang dibimbing oleh tenaga ahli, 3). Pelatihan informal, mencakup diskusi, rotasi pekerjaan, membaca sumber ilmiah, serta pencarian informasi secara mandiri; 4). Instruksi kerja, dengan penyusunan langkah-langkah kerja secara sistematis; 5). Metode ceramah, melalui penyampaian materi secara langsung, 6). Pelatihan terprogram, melibatkan respon peserta dan umpan balik, 7). Permodelan perilaku, menirukan perilaku kerja yang akan berdampak efektif untuk nilai organisasi, 8). Pelatihan berbasis audiovisual, melalui penggunaan media visual dan audio, serta 9). Vestibule training, yaitu pelatihan simulasi kerja yang menyerupai kondisi sebenarnya.
Dengan demikian, pelatihan dan pengembangan SDM bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga berperan penting dalam membentuk perilaku kerja yang lebih baik dan berdaya saing. Pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi membuat SDM menjadi aset utama dalam menghadapi persaingan global dan perubahan lingkungan kerja yang terus berubah dan berkembang.
Referensi :
Dessler, G. (2020). Human Resource Management (16th ed.). Pearson.
Indonesia, T. (2025, 10 23). Telkom Kembali Duduki Peringkat Pertama Perusahan Indonesia yang Masuk Jajaran 500 World’s Best Employers 2025. Retrieved from Telkom.co.id: https://www.telkom.co.id/sites/berita/id_ID/news/telkom-kembali-duduki-peringkat-pertama-perusahan-indonesia-yang-masuk-jajaran-500-world%E2%80%99s-best-employers-2025-3369
Kurniawati. (2020). Pengembangan Sumber Daya Manusia (1st ed.). Universitas Terbuka.
Noe, R. A. (2020). Employee Training & Development (8th ed.). Mc Graw Hill Education.
Riska Gustiana, T. H. (Juli 2022). Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. JEMSI, Volume 3, Issue 6.
