ISSN 2477-1686  

 Vol. 11 No. 47 November 2025

 

Dari Tangan Dingin Sampai Suara Bergetar: Akar Gugup Saat Tampil di Depan Umum

Oleh

Fanda Bela Agustina

Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana

 

Pada saat guru/dosen kita sedang menjelaskan dan tiba-tiba kamu diminta untuk maju menjelaskan ulang apa yang sudah di bicarakan oleh guru/dose mu. Semua mata pasti tertuju ke kamu, dan pada saat itu juga dalam hitungan detik jantung mulai berdebar kencang, tangan mulai dingin dan berkeringat, bahkan suara ikut bergetar. Mungkin kamu pernah mengalaminya, atau justru sering menghadapi momen-momen menegangkan semacam ini. Kenapa sih kok bisa ya Deg-degan saat berbicara didepan umum ? kira – kira faktor penyebab nya apa ya ? dan dampak dari rasa cemas bicara di depan umum ini apa aja ya ? terus bagaimana cara mengurasi rasa cemas tersebut?

Nah ternyata fenomena rasa gugup atau cemas ketika berbicara di depan umum seperti itu banyak dialami oleh sebagian besar orang bukan hanya pelajar, mahasiswa atau pekerja, melainkan tokoh terkenal pun juga pernah mengalami hal seperti itu. Dalam psikologi, rasa gugup ini bisa dijelaskan melalui kombinasi reaksi tubuh dan faktor psikologis tertentu, seperti rasa gugup yang sering terjadi karena adanya pikiran tentang kemungkinan gagal atau dinilai orang lain. Rasa gugup seperti itu biasanya muncul bersamaan dengan rasa cemas, karena sebagian besar orang yang menghadapi situasi yang penuh tekanan dan mengancam itu mengalami kecemasan dan ketegangan.

Kecemasan berbicara di depan umum juga sebagai kegugupan dan ketidaknyamanan yang dialami seseorang saat berbicara di depan umum, serta kesulitan yang dialami seseorang ketika berbicara dengan sempurna di hadapan banyak oranng, yang ditandai dengan reaksi psikologis dan fisiologis. Ketakutan akan terjadi sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi ancaman dikenal sebagai kecemasan, yang mencakup emosi, perilaku, dan respons fisiologis. Fenomena cemas saat berbicara di depan umum ternyata tidak muncul begitu saja. Tentu ada berbagai aspek dan faktor-faktor penyebab nya yang saling berkaitan dan berperan dalam munculnya rasa cemas pada seseorang ketika harus tampil di hadapan banyak orang.

 

Kecemasan berbicara di depan umum merupakan fenomena yang tidak jarang dialami oleh mahasiswa, itu dapat diuraikan melalui beberapa aspek yang saling terkait ada 4 aspek yang mempengaruhi kecemasan, Pertama aspek suasana hati dalam gangguan kecemasan orang yang mengalami kecemasan, ketegangan, panik, dan kekhawatiran. Mereka juga merasa ada canaman hukuman atau bencana dari sumber yg tidak diketahi. Kedua aspek kognitif itu terkait gangguan kecemasan yang menunjukkan kekhawatiran dan keprihatinan tentang bencana yang diantisipasi seseorang, seperti seseorang yang takut berada di tengah peristiwa, perasaan bingung dan khawatir bila sendirian. Ketiga aspek fisik langsung seperti keringat, mulut kering, bernapas pendek, denyut nadi cepet, tekanan darah meningkat, kepala berdenyut-denyut. Keempat ada aspek motorik, orang yang cemas sering merasa tidak tenang, gugup, dan kegiatan mereka menajdi tanpa arti seperti mengetuk – mengetuk jari kaki mereka dan sangat kaget dengan suara yng muncul secara tiba-tiba.

 

Selain dari aspek-aspek yang telah dijelaskan sebelumnya, rasa cemas ketika berbicara di depan umum juga dipengaruhi oleh berbagai faktor penyabab yaitu, keinginan besar untuk berhasil nah ketakutan pembicara meningkat seiring dengan keinginan mereka untuk berhasil. Persepsi diri sebagai pembicara yang gagal jika orang merasa kesempatan  mereka tidak memadai, mereka akan merasa tidak berharga, tidak pasti dan perasaan lainnya kemudian kecemasan muncul dari perasaan itu. Evaluasi keadaan di mana seseorang diberi penilaian atau evaluasi atas proses komunikasinya cenderung menyebabkan perasaan cemas. Lalu keberhasilann dan kegagalan dimasa lalu, biasanya kecemasan muncul sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi di masa lalu yang berkaitan dengan situasi komunikasi.

Beragam faktor penyebab kecemasan saat bicara di depan umum itu pada akhirnya berkontribusi terhadap dampak dari rasa cemas tersebut karena orang  yang mengalami kecemasan sering kali merasa tidak mampu mengontrol ucapan mereka, kebingungan dalam menyusun kalimat, dan takut apabila audiens menilai apa yang mereka katakan. Beberapa hal menunjukkan dampak langsung dari kondisi ini, seperti penurunan kelancaran verbal yang disebabkan oleh banyak jeda, keraguan,atau penggunaan kata-kata pengisi yang berlebihan. Selain itu, ada kesulitan dalam artikulasi karena mulut terasa kaku atau gemetar, sehingga sulit untuk mengucapkan kata dengan jelas. Tanda lain yang umum itu ketidaksesuaian intonasi, ketika suara terdengar monoton atay terlalu tinggi karena ketegangan otot. Kehilangan spontanitas juga terjadi karena kecemasan berlebihan; individu cenderung berpikir terlalu banyak sebelum berbicara sehingga pembicaraan terdengar kaku dan tidak alami. Akibatnya, orang yang mengalami itu lebih suka diam atau menghindari percakapan sosial untuk menghindari rasa malu atau penilaian negatif orang lain. 

 

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan berbicara di depan umum ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Pertama, tarik nafas dalam dan perlahan untuk menenangkan diri dan meningkatkan rasa percaya diri. Kedua, persiapkan materi dengan baik, termasuk ii pembicaraan, alat bantu, dan penampilan, sehingga penyampaian lebih lancar dan terorganisir. Ketiga, untuk melatih otak dan mengurangi rasa canggung, berlatih berbicara secara teratur, baik sendiri maupun dengan orang lain. Keempat, gunakan gaya berbicara sendiri yang santai dan mudah dipahami, tanpa meniru orang lain agar tampil lebih alami. Terakhir, berpikir positif karena pikiran negatif hanya meningkatkan rasa takut, sedangkan berpikir positif membantu anda menjadi lebih percaya diri saat berbicara di depan umum.

Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kecemasan berbicara di depan umum merupakan reaksi psikologis yang wajar dialami banyak orang dan ditandai oleh gejala emosional, kognitif, fisik, serta motorik. Faktor penyebabnya meliputi keinginan untuk berhasil, pengalaman masa lalu, dan rasa takut dinilai orang lain. Kondisi ini dapat menggangu kelancaran berbicara dan menurunkan kepercayaan diri. Namun, dengan menenangkan diri, berlatih secara rutin, dan berpikir positif, rasa cemas dapat dikendalikan sehingga individu lebih percaya diri saat tampil di depan umum.

 

Daftar Pustaka

Alawiyah, D., Nurasmi, N., Asmila, N., & Fatasyah, R. (2022). Upaya meningkatkan kepercayaan diri terhadap kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi Dan Penyiaran Islam4(2), 104-113.

Bukhori, B. (2016). Kecemasan berbicara di depan umum ditinjau dari kepercayaan diri dan keaktifan dalam organisasi kemahasiswaan. Jurnal Komunikasi Islam6(1), 158-186.

Oktonika, E. (2024). Kecemasan Berbicara Di Depan Umum Di Kalangan Remaja Saat Ini. Edu Research5(1), 184-192.

Taha, N., Islamiyah, I. W., Mujizat, M., & Pakaya, U. (2025). Gangguan Penderita Anxiety Terhadap Kemampuan Berbicara. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial2(10).

 

Wahyuni, S. (2013). Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa psikologi. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi1(4)