ISSN 2477-1686

Vol.2. No.12, Juni 2016

 

Sesi Berbagi KPIN

Student Centered Learning (SCL) 

Sarah Rachmawati

Tim Redaksi Buletin K-PIN

 

KPIN mengadakan sesi berbagi dengan judul Student Centered Learning pada tanggal 31 Mei 2016 di Universitas Pancasila. Pembicara yang berbagi ilmu dan pengalamannya tentang Student Centered Learning (SCL) adalah Dra. Yulmaida Amir, MA. Psikolog. Beliau merupakan Dekan Fakultas Pskologi UHAMKA Jakarta yang sukses menerapkan program SCL dalam sistem pembelajaran di UHAMKA.

 

Aplikasi Student Centered Learning (SCL)  

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) menerapkan Sistem Pendidikan Nasional berfokus pada sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran (Learning Outcomes) untuk menghasilkan sumber daya yang bermutu dan produktif (Dikti, 2016). Hal ini menjadi tantangan untuk penggerak pendidikan di tinggkat Universitas. SCL merupakan metode yang dirasa dapat memenuhi capaian pembelajaran yaitu menghasilkan sumber daya yang bermutu dan produktif dengan menitik beratkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran. Mahasiswa dituntut menjadi pelaku aktif dalam kegiatan belajar. Mahasiswa dapat menggunakan banyak sumber dan literatur dan berdiskusi untuk menambah informasi, sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan dengan penuh semangat baik di dalam maupun di luar kelas, sedangkan dosen bertugas untuk mendorong, memfasilitasi mahasiswa agar mencapai output capaian pemebelajaran yang sesuai.

Penerapan SCL di UHAMKA

Berawal dari pengamatan bahwa mahasiswa masih mengalami permasalahan kurang aktif , kurang berani tampil di kelas, kurang menguasai bahan kajian dan sulit melihat relevansi konsep fenomena sehingga mendorong Universitas UHAMKA menerapkan metode SCL dengan tujuan mahasiswa mempunyai kompetensi yang handal.  Universitas UHAMKA melihat peluang penerapan metode SCL dari AP2TPI mengenai sosialisasi Kurikulum KKNI pada tahun 2009/2010 yang memberikan keleluasaan dalam menentukan jumlah SKS, keleluasaan menentukan nama mata kuliah dan competency based. Berdasarkan peluang tersebut UHAMKA melakukan beberapa tahapan yaitu tahap persiapan pada tahun 2011 dengan melibatkan dosen dan jajaran struktural untuk mengikuti workshop, melakukan survey dan studi banding ke berbagai universitas yang lebih dulu menggunakan metode SCL sebgai metode pembelajaran. Tahap kedua adalah tahap uji coba pada tahun 2012 mulai diterapkan program SCL pada perkuliahan baru namun dengan nama mata kuliah kurikulum lama. Tahap berikutnya pada tahun 2013 adalah tahap implementasi dengan berlandaskan dasar hukum Surat Keputusan AP2TPI dan Surat Keputusan Rektor maka dimulailah metode SCL berlaku di UHAMKA dengan menerapkan nama mata kuliah dan penyelenggaraan kuliah baru.

Penerapan SCL dimulai dengan perumusan profil lulusan Fakultas Psikologi UHAMKA yang mencakup lima butir yaitu mahasiswa lulusan Fakultas Psikologi UHAMKA diharapkan mampu menjadi komunikator nilai islami, ilmuan psikologi, konsultan SDM di berbagai bidang seperti bidang pendidikan, sosial, industri-organisasi, konselor dan enterpreneur sehingga metode dan materi pemebelajarannya harus dapat mendukung profil lulusan tersebut. Guna mencapai profil lulusan tersebut maka perlu panduan silabus atau yang juga dikenal dengan rencana pembelajaran semester yang diawali dari capaian pembelajaran, kompetensi dan bahan kajian.

 

Penyusunan rencana pembelajaran semester diawali dari perumusan capaian pembelajaran berdasarkan panduan DIKTI (Tim KKNI) dan SK AP2TPI kemudian disusun kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa berdasarkan SK AP2TPI (kompetensi utama lulusan psikologi dan bahan kajian minimal) beserta visi, misi, tujuan Prodi Psikologi UHAMKA, setelah capaian pembelajaran dan kompetensi dirumuskan maka didapatkan pengerucutan bahan kajian yang akan diberikan oleh mahasiswa. Teknik ini digunakan dalam perumusan, namun untuk implementasinya dapat dipahami mulai dari bahan kajian, kompetensi dan capaian pembelajaran. Pembuatan rencana pembelajaran semester merupakan tanggung jawab tim dosen yang dibentuk berdasarkan kompetensi dosen yang sama kemudian akan diadakan workshop untuk mengetahui bahan kajian yang akan disampaikan, metode dan kegiatan yang akan digunakan serta standart penilaiannya. Oleh sebab itu dosen dituntut untuk kreatif agar tercipta pembelajaran yang dapat mendorong mahasiswa untuk aktif dalam belajar. Prodi psikologi UHAMKA menerapkan SCL dalam perkuliahan dengan kegiatan pembelajaran ceramah, diskusi, analisa kasus, persiapan penugasan lapangan, penugasan lapangan dan pemantauan melalui log book, konsultasi dengan dosen di kelas dan presentasi. Metode tersebut mendorong mahasiswa untuk mengenal dan mengasah kopetensi dalam dirinya sehingga akan siap mengaplikasikan ilmu yang dimiliki setelah lulus menjadi sarjana psikologi. Salah satu pembelajaran yang menarik dari prodi Psikologi UHAMKA adalah mata kuliah kewirausahaan, dimana mahasiswa dapat menghasilkan produk yang kemudian dijual dalam bazar yang mereka buat. Hal ini semakin memberikan pemahaman secara konkrit kepada mahasiswa terhadap bahan kajian yang mereka pelajari. Metode SCL Prodi Psikologi UHAMKA masih terus diperbaiki dan dikembangkan agar mencapai hasil yang maksimal dan mencapai sasaran sesuai profil lulusan yang dirumuskan sebagai acuan pembelajaran.