ISSN 2477-1686

 

Vol.2. No.10, Mei 2016

Persiapan Pengajaran Semester Belum Berakhir

Eko A Meinarno

PIC Modul & Buku

Pentingnya Persiapan Pengajaran

Tulisan saya yang lalu mengenai persiapan pengajaran lebih fokus pada aktivitas “rapat”. Ada hal lain yang belum dibicarakan adalah persiapan “ideologis” pengajaran. Berikut sebagian dari artikel saya terdahulu (Dibalik layar yang Mendebarkan tiap Awal Semester: Persiapan Pengajaran).

 

“Dimulai dari keberadaan GBPP (Garis-garis pokok pembelajaran) atau RPS (rancangan pengajaran semester) ada untuk kuliah yang Anda ajar. Akan lebih baik jika SAP juga ada. Yang dikhawatirkan adalah bahan tidak ada!! Keberadaan RPS dan SAP adalah penting, jangan diremehkan. Salah satu indikator mutu sebuah kuliah justru terletak pada RPS. Jika belum memilikinya, segera buat dengan arahan dari fakultas atau membuat dalam versi generik. Keberadaan RPS juga mengawal pengajar untuk mencapai kompetensi yang dituju dari sebuah mata ajar. Penyusunan RPS sebuah mata ajar harus jauh lebih awal ketimbang rapat persiapan perkuliahan. Dalam RPS biasanya mengandung: informasi umum, kompetensi, bahan atau rujukan yang digunakan, metode pembelajaran, evaluasi dan tugas, mariks kegiatan, dan lampiran-lampiran seperti contoh soal atau petunjuk kerja.” (Meinarno, 2015)

Apa itu BRPS?

Potongan tulisan saya di atas sebagai pengingat dari artikel yang akan dipaparkan berikut ini. Pembuatan perencanaan, yang biasa disebut sebagai silabus atau rancangan pengajaran semester. semua perencanaan pengajaran ini kemudian dibukukan dan menjadi Buku Rancangan Pengajaran Semester (BRPS). Keberadaanya akan menolong saat perkuliahan, visitasi BAN PT, penambahan kum, bahkan jika sebuah perkuliahan itu dihitung biaya operasionalnya, keberadaan BRPS sangat membantu untuk menghitung pos-pos pengeluaran. WOOWW!!!!

Tujuh Komponen Dalam Menyusun BRPS

Apa saja yang disusun di dalam BRPS? Setidaknya ada tujuh hal yang ada di dalam BRPS. Mari kita lihat satu per satu. Pertama informasi umum tentang kuliah yang akan dilakukan. Apalah arti sebuah kuliah tanpa info memadai. Ibaratnya jangan beli kucing dalam keranjang, nanti dia loncat (dalam karung pasti aman karena dia terperangkap di dalamnya). Isinya sangat dasar seperti nama mata kuliah, jumlah SKS, deskripsi kuliah, prasyarat dan integrasi terhadap kuliah lain dan sejenisnya. Bagian ini bagi mahasiswa justru penting, karena info ini adalah seperti barang dagangan di etalase.

Kedua: kompetensi, subkompetensi. Perkuliahan saat ini dikatakan harus berbasis kompetensi. Kompetensi di sini biasanya menjabarkan mahasiswa seteah mengikuti kuliah tertentu akan mampu ini itu dan seterusnya. Subkompetensi pada prinsipnya adalah kompetensi-kompetensi yang akan membantu tercapainya kompetensi utama. Namun apapun kompetensinya perhatikan kata kuncinya. Umumnya penulisan kompetensi menggunakan kata kerja dari tingkatan yang diajukan oleh Bloom (Taksonomi Bloom, silakan telusuri di dunia maya cukup banyak penjelasannya). Resep sederhananya, untuk tingkatan sarjana dan seterusnya menggunakan kata kerja dari tingkatan serendahnya C2 (biasanya untuk subkompetensi) dan yang tertinggi C4. Bagi saya, penentuan kompetensi adalah jiwa dari kuliah itu, makanya sebaiknya agak perlu sedikit ekstra detail. Hampir terlupakan, jangan lupa lihat KKNI, hasil kolokium fakultas psikologi atau setidaknya visi-misi fakultas tempat Anda mendidik.

Bagian ketiga diisi dengan pokok-pokok bahasan. Di sini dosen sebagai perencana mencoba perlihatkan kepada para peserta tentang materi-materi yang akan dipelajari. Selain materi, juga diperjelas dengan submateri, berapa lama jumlah waktu yang digunakan, dan rujukan yang digunakan. Perlu diingat bahwa ketika menjabarkan materi yang akan diajarkan, tulis kembali kompetensi apa yang akan dicapai.

Keempat tahap pemelajaran. Di dalam bagian ini, dosen memberikan penjelasan tentang bagaimana proses belajar selama satu semester. Bagaimana mahasiswa akan menjalankan proses belajar. Peran dosen dan mahasiswa pada bagian ini diupayakan diketahui bobot atau persentasenya. Bagi saya cara ini akan memperlihatkan sebuah perkuliahan berorientasi pada mahasiswa (student center) atau terpusat pada dosen. Bagi saya, persentase pemelajaran lebih dari 50% ada di tangan mahasiswa dan penilaian sebagian diberikan kepada mahasiswa (penilaian antarteman. antarkelompok dll.) maka menjadi indikasi bahwa kuliah tersebut sudah mulai berorientasi pada mahasiswa. Kembali diingatkan, tulis kembali kompetensi apa yang akan dicapai.

Kelima: uraian penulisan tugas. Kejelasan tugas adalah salah satu yang sering dikeluhkan oleh mahasiswa. Bagian ini memberikan penjelasan bentuk tugas yang diminta dosen dan dikerjakan oleh mahasiswa. Detail tugas yang dipaparkan mulai dari bobot/persentasenya, bagaimana pengerjaannya dan dilengkapi dengan indikatornya. Walau tugas tidak melulu dikerjakan pada setiap sesi, jangan lupa tulis kembali kompetensi apa yang akan dicapai.

Keenam evaluasi hasil pemelajaran. Bagian ini berisikan tentang bentuk-bentuk evaluasi sebuah kuliah. Misalnya, dosen menuliskan adanya makalah. Makalah itu hendak membangun kompetensi apa, tingkatan kognitif/afeksi/behavior-nya apa, dan indikator penilaiannya. Sebagai tambahan juga ada pedoman kriteria penilaian yang bentuknya khas perguruan tinggi. Beberapa universitas menggunakan angka murni rentang 0-100, atau huruf atau huruf yang detai (plus, minus dst.). Selain tugas-tugas, sagian ini menjelaskan komponen UTS-UAS atau tugas akhir. Tak lupa dituliskan ujian-ujian itu merujuk pada pengembangan kompetensi apa dari kuliah tersebut.

Ketujuh keseluruhan yang dirangkum dalam matriks kegiatan. Bagian ini adalah yang paling melelahkan dalam pembuatan BRPS. Semua data yang telah dibuat dan disusun sebelumnya masuk ke dalam sebuah matriks keseluruhan. Ini adalah adalah langkah bolak-balik dan kurang menyenangkan. Namun di sinilah pengecekan akhir terjadi. Apakah benar kompetensi satu akan dipelajari dengan orientasi apa, penugasan apa, dan sebagainya.

Tambahan, jika ingin sempurna dan mendapat pujian dari seantero fakultas, tambahkan pemanis berupa contoh soal (kuis, UTS, UAS dll.) atau lembar penilaian kelompok atau individual, bahkan panduan pengerjaan tugas. Tak lupa, buatlah sampu yang indah dan menawan!!!!!

Mari Wujudkan BRPS Sebelum Perkuliahan Dimulai

Para pembaca yang budiman, tulisan saya ini bukan arahan menuju kebenaran mutlak dalam model membuat BRPS. Banyak hal di luar sana dan terutama kebijakan fakultas masing-masing yang dapat membantu rekan-rekan untuk mewujudkan BRPS kuliah Anda. Yang terakhir, jika rekan-rekan bertanya apakah ada rujukan dari tulisan ini? Maaf saya belum punya rujukannya, hanya berbagi. Selamat membuat BRPS.