ISSN 2477-1686

 

Vol.2. No.10, Mei 2016

 

Menelisik “Employee Engagement

Berdasarkan karakterisik Gen Y

 

Arif Triman

Fakultas Psikologi, Universitas YARSI

 

Pemberdayaan Sumber Daya Manusia di Perusahaan

Dalam rangka mencapai tujuan perusahaan menghadapi kemajuan dalam persaingan bisnis yang semakin kompleks, setiap perusahaan mau tidak mau harus meningkatkan daya saing dan mempersiapkan diri menjadi perusahaan yang kompetitif. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kemajuan sebuah perusahaan, Salah satunya adalah kualitas mutu sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu perusahaan (Harvard Business Review Report Analytic Services). Hal ini juga seiring dengan besarnya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mengelola sumber daya yang mereka. Alasan kuat mengapa perusahaan mau menggelontorkan dana yang besar, tidak lain dan tidak bukan adalah meningkatkan rasa keterikatan karyawan terhadap perusahaan tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Keterikatan Karyawan Pada Perusahaan.

Terkait dengan rasa keterikatan terhadap suatu perusahaan, penulis pernah terlibat disalah satu project yang bertujuan untuk memetakan faktor-faktor yang mempengaruhi keterikatan karyawan terhadap perusahaannya. Penulis menjalankan project ini bersama salah satu konsultan yang bergerak di bidang psikologi. Project ini dilakukan pada tahun 2015 di salah satu perusahaan besar di Indonesia. Penulis terlibat langsung dari tahapan awal seperti meeting hingga mengolah hasil temuan serta membuat kesimpulan. Sampel yang digunakan adalah para pekerja dengan usia 20-24 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah adanya beberapa indikator yang dibutuhkan seorang karyawan agar mereka mau bertahan di tempat kerja mereka. 28 dari 30 orang memilih faktor rekan kerja menjadi sangat krusial dalam meningkatkan keterikatan seorang keryawan. Faktor berikutnya adalah peran pemimpin yang bisa mengarahkan dan membantu hambatan tugas bawahannya. Faktor selanjutnya adalah peran situasi dan lingkungan kerja. Diikuti faktor rewards serta passion dari karyawan tersebut.

Keanekaragaman SDM : Generasi X Versus Generasi Y

Terkait dengan hasil ini juga bisa kita hubungkan dengan karakteristik dari sampel survey ini yang pada umumnya tergolong generasi Y. Generasi Y atau Generasi millenia adalah generasi terbaru dari pekerja untuk memasuki angkatan kerja saat ini. Mereka berbeda dari generasi lain dalam hal nilai dan sikap yang berhubungan dengan pekerjaan, Perusahaan perlu menyesuaikan pendekatan mereka untuk memimpin Generasi Y agar bisa memaksimalkan potensi yang mereka punya.

Harber (2011) melakukan penelitian mengenai perbedaan karakteristik kepribadian Generasi Y dengan Generasi X. Hasil temuan Harber mengenai Generasi Y adalah sebagai berikut :

1.   Tidak sabar, tak mau rugi, banyak menuntut. Generasi ini terbiasa dengan hal-hal instan, dan cenderung tidak sabar.

2.   Percaya diri dan optimis

3.   Sangat bergantung dengan tim.

4.   Suka Inovasi atau hal baru

5.   Semangat luar biasa

6.   Selalu bertanya “WHY??’, dimana mereka memiliki keingintahuan yang besar dan menerima informasi dengan jelas, ringkas dan transparan.

Berikut perbedaan secara lebih lanjut, ciri dan karakteristik generasi X dan Generasi Y:

 

Gen X

Gen Y

Kelahiran

1965-1981

1982-1993

Nilai & Karakter

Skeptis, formal, seimbang, pragmatis, adaptif, loyal dan independen.

Realistis, percaya diri, motivasi berprestasi, Keberagaman, kompetitif dan mencari perhatian.

Tujuan Karir

Membangun satu karir

Membangun beberapa karir.

Gaya Manajemen

Individual / sesuai keinginan sendiri.

Kolaboratif dan tim

Etika Bekerja

Masih berorientasi dengan hasil namun kurang dalam hal pengembangan dan kreativitas. Independen, fokus dan lebih tahan terhadap tekanan kerja.

Orientasi pada hasil. Kolaboratif dan mencari pekerjaan yang lebih bermakna / bernilai bagi dirinya. Fleksibel, sedikit rentan terhadap tekanan kerja.

       

Sumber : “Harber, 2011

 

Pola & Gaya Kepemimpinan untuk Gen Y

Dengan ciri dan karakteristik yang berbeda, sudah semestinya para pimpinan harus menggunakan pola dan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan karakteristik generasi Y ini.  Berikut beberapa tips yang bisa digunakan saat menjalankan memimpin kepada generasi Y :

Pertama, pahami gaya komunikasi mereka.  Sesuai dengan namanya, generasi ini selalu menanyakan “Why = Kenapa” dalam berkomunikasi.  Maka dari itu, Leader harus menyampaikan informasi secara jelas, transparan dan apa adanya. Generasi Y juga ingin diberikan kesempatan untuk berbicara dan bertanya mengenai semua hal.  Mereka menganggap bahwa semua di perusahaan adalah tim, sehingga dengan atasan pun mereka menganggap berbicara dengan rekan kerja/teman bukan dengan orang yang posisinya lebih tinggi. 

Kedua, ketika berada di dunia kerja, generasi Y butuh Leader yang selalu siap mendampingi dalam menyelesaikan pekerjaannya. Mereka membutuhkan Leader yang bisa mengakomodir kebutuhan pembelajaran dan pengembangan mereka.  Mereka tertarik untuk terus meningkatkan dan mengembangkan diri mereka sendiri. Mereka menginginkan otonomi untuk membentuk karir mereka sendiri, dan itu berarti Leader harus menyediakan alat yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan pribadi dan profesional, sehingga mereka memiliki pilihan kemana mereka ingin berkembang.

Ketiga, berikanlah umpan balik dengan cepat.  Generasi Y mengharapkan umpan balik langsung dan konsisten. Katakan kepada mereka bagaimana mereka harus melakukan secara teratur – jangan menunggu hingga waktu pertemuan. Mereka menginginkan feedback dilakukan dengan cepat.

Keempat, kendalikan output bukan proses.  Berikan Gen Y tanggungjawab atas pekerjaannya dan berilah kebebasan serta kepercayaan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan caranya sendiri.  Namun demikian Leader harus selalu siap untuk membimbing proses penyelesaian pekerjaan.

Coaching: Kunci Peningkatan Kualitas dan Kinerja Karyawan

Pertanyaan selanjutnya, apakah kita sudah siap untuk memberdayakan sumber daya manusia yang dimiliki dengan ciri dan karakteristik seperti generasi Y. Semua jawaban ada pada diri kita masing-masing. Perlu dipahami bahwa selain menghadapi permasalahan kerja, perusahaan juga harus bisa memberdayakan sumber daya manusia yang ada, supaya memupuk employee engagement terhadap perusahaan mereka. Pahami karakter serta lakukan coaching untuk meningkatkan kualitas dan kinerja karyawan. Berikan alasan yang tepat kepada bawahan kenapa coaching ini perlu dilakukan, seperti untuk mengasah keterampilan bawahan, mengasah bawahan agar fokus di satu bidang, serta alasan lainnya. Berikan jenjang karir serta bina lingkungan dan budaya organisasi yang sesuai dengan karakteristik karyawan. Bangun suasana kerja yang memberikan peluang karyawan untuk bekerja dengan rekan mereka, serta peran pemimpin yang bisa melakukan coaching kepada pekerja generasi Y ini. Maka dari itu, keterikatan yang kuat tentunya akan memupuk kualitas sumber daya manusia yang mumpuni serta calon pemimpin baru sebagai ujung tombak penggerak perusahaan di masa yang akan datang.

Referensi:

Harber, J. G. (2011).  Generation in the Workplace : Similarities and Differences. Theses. School of Graduate Studies East Tennessee State University.