ISSN 2477-1686

 

Vol.6 No. 07 April 2020

 

Sikap Qana’ah untuk Kepuasan Bekerja dari Rumah selama Pandemi Covid-19

 

Oleh

Tri Rahayuningsih

Program Studi Psikologi, Universitas Andalas

 

Efek negatif psikologis dari masa karantina selama wabah Covid-19 ketika memberlakukan bekerja dari rumah termasuk gejala stres pasca-trauma, kebingungan, dan kemarahan. Stresor durasi karantina yang lebih lama menimbulkan ketakutan akan infeksi, frustrasi, kebosanan, persediaan kebutuhan dan informasi yang tidak memadai, kerugian finansial, serta stigma negatif (Brooks et al., 2020). Keunggulan bekerja dari rumah ditandai dengan kenyamanan, memiliki kontrol, dan fleksibilitas, dengan implikasi terhadap hemat energi yang merujuk pada peran pengusaha, pembuat kebijakan, dan pekerja rumahan itu sendiri (Hampton, 2017). Juga untuk mengurangi keramaian di jalanan (van der Loop et al., 2019) karena jarak fisik adalah strategi paling efektif selama wabah Covid-19 (Prem et al., 2020).

 
Pemahaman dasar tentang makna pekerjaan terkait erat dengan nilai-nilai spiritual yang dimiliki oleh individu dalam karyanya, sehingga dapat meningkatkan kepuasan kerja dan pemenuhan dalam bekerja melalui kepuasan intrinsik dan ekstrinsik yang memuaskan (Fanggidae et al., 2016). Manusia tetap harus bekerja, tetapi tenangkan hati bukan qana’ah dalam ikhtiar. Dalam sikap qanaa’ah terdapat dimensi sabar, syukur, dan tawakal. Manusia disuruh percaya adanya kekuasaan yang melebihi dirinya, dan harus sabar menerima ketentuan Ilahi walaupun tidak menyenangkan, serta bersyukur jika mendapat nikmat. Penelitian tentang qana’ah (Contentment) dalam bekerja  (Rahman et al., 2012) dikaitkan dengan kinerja dan juga motivasi karyawan. 

 

Qana’ah atau yang dikenal dengan istilah contentment (Ali, 2014) menurut Nursi sebagai dimensi karakter manusia yang penting. Contentment bisa dikaitkan erat dengan konsep kebahagiaan dan kepuasan. Dalam psikologi positif, ilmuwan sosial mempelajari apa yang mungkin berkontribusi untuk menjalani kehidupan yang baik, atau apa yang akan menyebabkan orang mengalami peningkatan mood positif dan kepuasan keseluruhan dengan kehidupan mereka (Seligman & Csikszentmihalyi, 2000). Contentment adalah keadaan kepuasan mental atau emosional yang mungkin diambil dari kemudahan dalam situasi, tubuh dan pikiran seseorang. Contentment dimaknai sebagai seseorang bisa menerima situasi dan merupakan bentuk kebahagiaan yang lebih ringan dan lebih tentatif (Schwartz et al., 2002).

 

Kepuasan afektif bisa diperoleh melalui bekerja dari rumah yang mengintegrasikan praktik integratif, direproduksi dan dikonfigurasi ulang di jutaan rumah di seluruh dunia. Tergambar pada sampel pekerja rumahan di Inggris, ini berfokus pada penggabungan praktik yang tersebar untuk mencapai kenyamanan, mengendalikan elemen material, dan mengekspresikan fleksibilitas (Hampton, 2017). Sejalan dengan hasil penelitian (Amaliah et al., 2015) menunjukkan bahwa nilai-nilai religiusitas Islam memberikan dampak positif signifikan pada kepuasan kerja pada usaha kecil rumah tangga pada industri bordir.

 

Qana’ah sudah dijadikan konstruk pengukuran dengan atribut merasa cukup, berusaha dengan segala kemampuan dan berserah kepada ketentuan Allah SWT (Ahya, 2019). Sikap seperti ini dibutuhkan untuk bisa bangkit kembali (resilien), terutama dalam meghadapi wabah Covid-19 agar tidak menimbulkan cemas berlebihan (Bardhan, 2020; Djalante et al., 2020). Demikian motivasi intrinsik adalah yang teratas bagi Muslim karena hanya motivasi spiritual yang dapat menjadi kekuatan nyata menuju kesuksesan nyata (Noor & Mohammed, 2016).

 

Referensi:

Ahya, A. (2019). Eksplorasi dan pengembangan skala qana’ah dengan pendekatan spiritual indigenous. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 7(1), 13. https://doi.org/10.22219/jipt.v7i1.7834

Ali, M. F. (2014). Contentment (Qana’ah) and Its Role in Curbing Social and Environmental Problems. Islam and Civilisational Renewal (ICR); Vol 5 No 3: July 2014.

Amaliah, I., Aspiranti, T., & Purnamasari, P. (2015). The Impact of the Values of Islamic Religiosity to Islamic Job Satisfaction in Tasikmalaya West Java, Indonesia, Industrial Centre. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 211(September), 984–991. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.11.131

Bardhan, P. (2020). The Chinese governance system: Its strengths and weaknesses in a comparative development perspective. China Economic Review, 61(November 2019), 101430. https://doi.org/10.1016/j.chieco.2020.101430

Brooks, S. K., Webster, R. K., Smith, L. E., Woodland, L., Wessely, S., Greenberg, N., & Rubin, G. J. (2020). The psychological impact of quarantine and how to reduce it: rapid review of the evidence. The Lancet, 395(10227), 912–920. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30460-8

Fanggidae, R. E., Suryana, Y., Efendi, N., & Hilmiana. (2016). Effect of a Spirituality Workplace on Organizational Commitment and Job Satisfaction (Study on the Lecturer of Private Universities in the Kupang City -Indonesia). Procedia - Social and Behavioral Sciences, 219(December 2015), 639–646. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.05.045

Hampton, S. (2017). An ethnography of energy demand and working from home: Exploring the affective dimensions of social practice in the United Kingdom. Energy Research and Social Science, 28(April), 1–10. https://doi.org/10.1016/j.erss.2017.03.012

Noor, A. M., & Mohammed, R. U. (2016). A study on the determinants of job satisfaction from an Islamic perspective: Indonesia, Brunei Darussalam and Malaysia. In Asia Pacific Human Resource Management and Organisational Effectiveness: Impacts on Practice. Copyright © 2016 A.M. Noor and Rozita © U.Mohammed. Published by Elsevier Ltd. All rights reserved. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-100643-6.00010-5

Prem, K., Liu, Y., Russell, T., Kucharski, A. J., Eggo, R. M., Davies, N., Group, C. for the M. M. of I. D. C.-19 W., Jit, M., & Klepac, P. (2020). The effect of control strategies that reduce social mixing on outcomes of the COVID-19 epidemic in Wuhan, China. MedRxiv, 2667(20), 2020.03.09.20033050. https://doi.org/10.1101/2020.03.09.20033050

Rahman, H. A., Raja, A., Shaari, R., Panatik, S. A., Shah, I. M., & Hamid, K. (2012). Employees Contentment in an Organization. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 40(0), 604–608. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.03.237

Schwartz, B., Ward, A., Monterosso, J., Lyubomirsky, S., White, K., & Lehman, D. R. (2002). Maximizing versus satisficing: happiness is a matter of choice. Journal of Personality and Social Psychology, 83(5), 1178.

Seligman, M. E. P., & Csikszentmihalyi, M. (2000). Special issue: Positive psychology. American Psychologist, 55(1), 5–14.

van der Loop, H., Haaijer, R., & Willigers, J. (2019). The impact of various forms of flexible working on mobility and congestion estimated empirically. In Autonomous Vehicles and Future Mobility. Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/b978-0-12-817696-2.00010-x