ISSN 2477-1686

Vol.6 No. 05 Maret 2020

Semangat Bertugas Rekan-rekan Paramedis

 

Oleh

Aisyah Syihab

Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila

 

Wabah Covid-19 yang terjadi secara pandemi di seluruh dunia merupakan musuh bersama yang membuat insan-insan di bagian manapun di muka bumi ini bersatu untuk menghadapinya. “Tentara” yang bertugas paling depan untuk menghadapi virus ini adalah rekan-rekan petugas mmedis (dokter, perawat, dan peneliti medis). Sebagaimana tentara yang bertugas di medan perang, mereka merupakan yang paling rentan terserang musuh, sehingga paling terancam bahaya yang menyebabkan kematian. Di Indonesia, serangan musuh yang tidak terlihat ini sudah berdampak pada para tentara yang melawannya, yaitu peristiwa wafatnya seorang perawat penderita Covid-19 yang merupakan warga Kabupaten Bekasi (Ramdhani, 2020).

Kerentanan yang cukup tinggi yang bisa menimpa petugas medis inilah yang membuat salah satu rumah sakit di Purwokerto, Jawa Tengah,  meliburkan staff medisnya yang terlibat langsung menghadapi pasien (diduga terkena Covid-19) yang tewas. Rumah Sakit Umum Daerah Margono meliburkan sekitar belasan tenaga medis, khususnya dokter dan perawat yang pernah berinteraksi langsung dengan pasien tersebut (Ridlo, 2020).

Dibalik semua risiko yang harus dihadapi para tenaga medis itu, mereka tetap harus bertugas melayani pasien. Petugas medis yang terjun langsung menghadapi virus Covid-19 memiliki cerita berkesan, seperti yang dialami oleh seorang perawat di RSUP Persahabatan. Perawat ini mengisahkan pengalamannya menghadapi pasien Covid-19. Sebagai manusia biasa, tentunya ia mengalami rasa takut dan khawatir tertular virus tersebut. Akan tetapi dikarenakan kewajibannya sebagai perawat, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan curhatan (curahan hati) pasien, membuat perawat ini bisa bersikap serta merasa tenang (Pahrevi, 2020).

Berdasarkan berita-berita di atas, semakin terlihat bahwa para petugas medis ini membutuhkan dukungan sosial (social support) dari seluruh aspek masyarakat untuk tetap tegar, kuat, sehat, dan memiliki emosi-emosi positif ketika menjalankan tugasnya. Emosi positif (terutama emosi bahagia) sudah diketahui dapat meningkatkan kerja sistem imun di dalam tubuh individu (Barak, 2006).

Dukungan sosial merupakan suatu bentuk perhatian, penghargaan, semangat, penerimaan, pertolongan dan apapun yang diberikan seorang individu kepada individu lainnya dalam rangka membantu individu itu untuk merasa lebih baik atau ketika ia sedang mendapatkan masalah, sehingga individu yang mendapatkan dukungan social itu mendapatkan kesejahteraan hidup yang lebih baik (Sarafino, 2006).

Dukungan sosial dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung misalnya adalah dengan memberikan ucapan-ucapan penyemangat kepada kerabat dan rekan-rekan yang bertugas sebagai tenaga medis. Secara tidak langsung, misalnya dengan cara bersama-sama berdonasi melalui situs-situs donasi yang  menggalang dana untuk pengadaan alat untuk perlindungan diri bagi tenaga medis seperti yang dilakukan oleh seorang selebgram (Febriani, 2020). Selain itu, tentu saja kita sama-sama bisa mendoakan kesehatan dan keselamatan mereka agar terhindar dari virus Covid-19 selama bertugas.

Akhir kata, saya ucapkan selamat dan semangat bertugas bagi garda terdepan yang menghadapi virus Covid-19! Siapapun dan dimanapun kita, mari bersama-sama dan bersatu untuk menghadapi wabah ini dan tetap menjaga kesehatan masing-masing.

 

Referensi:

Barak, Y. (2006). The immune system and happiness. Autoimmunity Reviews, 5(8):523-527.

Febriani, G. A. (2020, Maret 17).  Rachel Venya himpun donasi cegah corona kurang dari 24 jam terkumpul 1 miliar rupiah. Wolipop Detik. Com. Diunduh dari https://wolipop.detik.com/entertainment-news/d-4942780/rachel-venya-himpun-donasi-cegah-corona-kurang-dari-24-jam-terkumpul-rp-1-m

Pahrevi, D. (2020, Maret 15). Cerita Wita perawat pasien Covid-19 di RSUP Persahabatan. Kompas.com. Diunduh dari  https://megapolitan.kompas.com/read/2020/03/15/07280021/cerita-wita-perawat-pasien-covid-19-di-rsup-persahabatan?page=all

Ramdhani, D. (2020, Maret 16). Ridwan Kamil benarkan  1 perawat asal bekasi PDP Corona meninggal dunia. Kompas.com. Diunduh dari https://bandung.kompas.com/read/2020/03/16/21191581/ridwan-kamil-benarkan-1-perawat-asal-bekasi-pdp-corona-meninggal-dunia

Ridlo, M (2020, Maret 15). RSUD Margono liburkan perawat yang interaksi PDP Corona meninggal dunia. Liputan 6.com.  Diunduh dari https://www.liputan6.com/regional/read/4202350/rsud-margono-liburkan-perawat-yang-interaksi-pdp-corona-meninggal-dunia

Sarafino, E. P. (2006). Health psychology. London: John Willey & Sons.