ISSN 2477-1686

Vol.2. No.4.Februari 2016

Belanja Online Gak Ya? 

Ditta Febrieta

Fakultas Psikologi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Maraknya Online Shop Saat Ini

Semakin berkembangnya teknologi, semakin banyak pula inovasi yang muncul dari teknologi untuk memuaskan keinginan individu. Teknologi saat ini menawarkan kemudahan pada individu dalam berkomunikasi maupun beraktivitas dalam kesehariannya. Membuka toko pada situs online ini merupakan bisnis yang berbasis teknologi. Hal ini dilakukan oleh penjual di situs online (seperti facebook, instagram) yang aktif mencari akses kemudahan dalam membeli barang, sehingga pasar e-comerce di Indonesia mulai merebak. Kemudahan yang ditawarkan membuat konsumen lebih menyukai belanja online karena tidak menguras banyak waktu dengan jalan mengujungi toko lalu menunggu kiriman paket barang yang telah dipesan sampai ke konsumen (Jejualan.com, 2013) atau COD (cash on delivery).

Efisien, Mudah dan Menyenangkan

Meningkatnya jumlah toko online juga semakin meningkatkan jumlah konsumen. Namun, apa yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk membeli barang di situs online? Pada online shop, konsumen hanya dapat melihat tampilan produk, membaca informasi yang tertera pada detail produk tanpa dapat merasakan kualitas barang yang ditawarkan. Konsumen juga mungkin merasa khawatir ketika barang yang sudah dibayar tidak dikirim oleh pihak penjual. Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh empat dari sepuluh responden menyatakan ketidakpuasannya terhadap barang yang dibeli karena kecewa dengan produk yang tidak sesuai dengan produk yang ditawarkan, sehingga meningkatkan rasa menyesal telah membuat keputusan membeli di online shopping. Bentuk kekecewaan seperti ini dinamakan krisis kepercayaan konsumen pada online shopping (Zhang, 2005). Berdasarkan wawancara dari  sepuluh orang didapatkan hasil tiga posisi tertinggi alasan ketidakpuasan konsumen terhadap barang online, pertama, karena kualitas produk di bawah harapan konsumen. Kedua, bentuk maupun bahan barang tidak sesuai dengan yang ditampilkan. Terakhir, kondisi barang yang dikirim tidak sempurna.

Namun kenyatannya, banyak orang yang menyukai belanja online karena beberapa hal. Tujuh dari sepuluh orang mengatakan bahwa belanja online lebih efisien, mudah, dan menyenangkan dibandingkan beli di toko secara langsung. Banyaknya komplain atas ketidakpuasan produk di online shop tidak mempengaruhi menurunnya minat dan kepuasan berbelanja di online shop. Krisis kepercayaan yang dialami konsumen seakan tidak masalah ketika online shop tersebut layak dipercaya.

OCRs Sebagai Ajang Promosi Online Shop

Sudah dipastikan bahwa kepercayaan memainkan peranan penting dalam penjualan online ( Lee, Jumin., Park, Do-Hyung., & Han, Ingoo, 2011). Oleh karena itu, bentuk promosi berasaskan kepercayaan menjadi suatu hal yang potensial untuk membangun kepercayaan konsumen dalam mempengaruhi sikap serta keputusan konsumen untuk membeli. Promosi berasaskan kepercayaan ini secara efektif dapat meningkatkan penjualan pada online shop dalam bentuk pemberian garansi, jaminan, dan lain sebagainya. Salah satu bentuk kepercayaan yang dibentuk melalui situs online adalah pemberian review dari konsumen ke konsumen lain. Pada online shopping, informasi yang diberikan oleh konsumen mempengaruhi perilaku konsumen lain untuk memutuskan membeli barang. Bentuk informasi ini di sebut OCRs (Online Consumer Reviews) yang berisi informasi dan rekomendasi produk dari perspektif konsumen. OCRs digunakan dalam penjualan online sebagai bentuk iklan dari produk yang ditawarkan (Lee, dkk, 2011). Apabila konsumen percaya dengan review yang ditulis oleh orang lain maka terjadi transfer kepercayaan yang akan menarik minat pembeli untuk membeli.

Perluasan Choice Set pada Online Shop

Berdasarkan hasil wawancara, keputusan dalam membeli di online shop terbagi menjadi dua, yaitu cenderung mengkonsumsi produk yang memiliki brand atau tipe yang diinginkan (spesifik) dan membeli sesuai dengan budget (umum). Banyaknya toko online yang ada memperluas choice set yang ada. Baik laki-laki dan perempuan cenderung memiliki choice set yang sama yaitu toko online yang layak dipercaya. Namun, laki-laki cenderung memiliki toko online yang memberikan garansi sedangkan perempuan memilih toko online dengan penjual yang dikenalnya, misalnya toko online milik teman satu kelompok.

Subjektifitas Konsumen Berperan Penting

Analisa diatas dapat menggiring pada suatu kesimpulan sederhana bahwa terdapat subjektifitas (terlihat bagus, menarik) dalam mengambil keputusan dalam membeli barang di online shop. Selain itu keputusan membeli juga dipengaruhi oleh adanya review dari konsumen lain yang memperkuat konsumen untuk membeli barang. Krisis kepercayaan yang pada awalnya sebagai konflik intrinsik untuk membeli beralih menjadi suatu hal yang tidak masalah ketika adanya transfer kepercayaan antara konsumen dengan penjual melalui bentuk garansi, jaminan, serta review dari konsumen lain.  

Referensi:

Jejualan.com. (2013). Jejualan.com adalah solusi cerdas membangun toko Online tanpa ribet. Diunduh pada 17 April 2013.

Kompas. (2011).Inilah Manfaat Internet bagi Ekonomi Indonesia. Diunduh pada 18 April 2013. http://tekno.kompas.com/read/2011/12/13/16152949/Inilah.Manfa at.Internet.bagi.Ekonomi.Indonesia

Lee, Jumin., Park, Do-Hyung., and Han, Ingoo. (2011). The different effects of online consumer reviews on consumers’ purchase intentions depending on trust in online shopping malls: An advertising perspective. Vol. 21; 2; 187-206. doi: 10.1108/10662241111123766.