ISSN 2477-1686

Vol.5 No. 24 Desember 2019

Mengenal Kelompok Sosial dan Organisasi Mahasiswa

Oleh

Ronaldo Pandiangan

Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jaya

 

Menghadapi tuntutan dalam penyelenggara Tridharma perguruan tinggi, juga untuk memenuhi tuntutan masayarakat dan negara, maka diselenggarakan program- program pendidikan umum. Tujuan  pendidikan umum di perguruan tinggi ialah:

1. Sebagian usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu  berperan sebaga anggota masyarakat dan bangsa serta agama.

2. Untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah - masalah dan kenyataan - kenyataan sosial yang timbul di dalam masyarakat.

3. Memberi pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mampu berpikir secara interdisiplioner dan mampu memahami pikiran para ahli berbagai ilmu pengetahuan, sehingga dengan demikian memudahkan mereka berkomunikasi.

Jadi, pendidikan umum yang menitikberatkanan pada usaha untuk mengembangkan mahasiswa, membuat mahasiwa ingin bergabung dengan organisasi-organisasi atau kelompok-kelompok kecil yang ada di dalam kampus guna mengembangakan cara berkomunikasi, memperluas relasi dan mengisi waktu luang selama menjalani kehidupan perkuliahan di dalam kampus.   

 

Mengenal Organisasi-organisasi Mahasiswa dan Faktor yang membuat mahasiswa ingin bergabung dalam organisasi.

Biasanya di dalam organisasi selalu menggunakan dan memanfaatkan sumber daya-sumber daya tertentu untuk mewujudkan jalannya roda kegiatan organisasi termasuk organisasi yang ada di dalam kampus. Sumber daya-sumber daya tersebut dapat berupa materi, pikiran atau gagasan, waktu dan sumber daya lainnya yang terdapat di dalam anggota organisasi tersebut. Seluruh anggota yang terkumpul di dalam sebuah organisasi tersebut setuju untuk mencapai tujuannya melalui sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing anggota.

Organisasi berasal dari kata “Organ” dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Oleh karena itu, kita dapat mendefinisikan organisasi sebagai wadah yang memiliki multi peran dan didirikan dengan tujuan agar mampu memberikan serta mewujudkan keinginan berbagai  pihak, tak terkecuali kepuasan bagi pemilikinya (Fahmi, 2013). Selanjutnya, Robbins (dalam Fahmi, 2013) mendefinisikan organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Bagi mahasiswa yang aktif dikampus, pasti pernah mendengar tentang organisasi-organisasi yang ada di dalam kampus diantaranya, Badan Eksekutif Mahasiswa atau yang biasa disebut dengan BEM, baik itu tingkat Universitas (BEM - U) maupun tingkat Fakultas (BEM – F), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Selain itu, ada juga Unit Kegiatan Mahasiswa atau (UKM).  Unit kegiatan mahasiswa itu sendiri meliputi bidang rohani, kesenian, olahraga, ataupun dalam bentuk petualangan (pecinta alam). Ada juga Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang sesuai dengan tiap fakultasnya.

Banyak faktor yang melatarbelakangi mahasiswa bergabung dengan organisasi-organisasi di dalam kampus. Diantaranya untuk mengisi waktu luang, untuk mengembangkan cara berkomunikasi, melatih bagaimana cara menyampaikan pendapat, untuk mengembangkan suatu kreativitas minat bakat bagi mahasiswa, memperluas relasi dan untuk melatih kepemimpinan.

Sebagai mahasiswa penting untuk mengetahui organisasi-organisasi yang ada di dalam kampus. Hal ini bertujuan untuk memenuhi tujuan pendidikan umum di perguruan tinggi. Berikut uraian mengenai organisasi-organisasi mahasiswa yang ada di dalam kampus (Ikhsan, 2018) :

1. Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU)

Dewan Perwakilan Mahasiwa Universitas atau DPMU adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang merupakan perwakilan tertinggi mahasiswa pada tingkat universitas. DPMU mempunyai 4 fungsi yaitu : fungsi leglisasi, fungsi pengawasan, fungsi anggaran, dan fungsi advokasi. Contoh kinerja dari DPMU adalah menciptakan undang - undang untuk urusan kemahasiswaan, menjadi jembatan antara mahasiswa dengan pihak pengelola universitas, mengawasi dan mengevaluasi kinerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa.

2. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU)

Badan Eksekutif Mahasiswa atau biasa dikenal dengan BEMU berperan penting dalam mengoptimalisasi program pengembangan mahasiswa yang dilakukan universitas dan BEMU Sebagai mitranya.BEMU mempunyai 4 fungsi yaitu fungsi aspiratif, fungsi advokasi, fungsi koorddinasi, fungsi katalisator, inisiator, dan fasilitator. BEMU sangat membantu mahasiswa yang mempunyai kendala biaya kuliah dan bukan hanya itu BEMU juga menjadi wadah dari aspirasi mahasiswa - mahasiswa yang kurang dalam bersosialisasi.

3. Unit Kegiatan Mahasiswa  (UKM)

      Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM adalah partner dari Badan Eksekutif Mahasiswa  dan Dewan Perwakilan Mahasiswa untuk mengembangkan minat bakat yang dimiliki oleh para mahasiswa. Di  dalam UKM itu sendiri dapat terbagi kedalam beberapa bidang UKM, diantaranya ada UKM seni, UKM Olahraga, UKM Kerohanian, dan UKM Pengembangan Bahasa. Mahasiswa dapat memilih UKM yang sesuai dengan minat dan bakat masing - masing mahasiswa.

4. Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF)

         Karena dirasa lebih efektif jika maka di setiap fakultas membuat organisasi kemahasiswaan untuk mengatur seluruh mahasiswa tiap fakultas, antara lain DPMF, BEMF dan Himpunan Jurusan. Sama halnya dengan DPMU, DPMF juga menjadi perwakilan tertinggi mahasiswa tetapi dalam lingkup fakultas. Contohnya kinerjanya adalah membuat undang - undang dalam urusan kemahasiwaan di fakultas, mengawasi dan mengevaluasi kinerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas dan lain - lain.

5. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF)

       BEMF adalah partner dari fakultas dalam mengoptimalisasi program pengembangan mahasiswa. Sama dengan BEMU, BEMF juga berfungsi untuk menjadi wadah semua aspirasi - aspirasi mahasiswa yang mempunyai dan juga menjadi solusi bagi mahasiswa yang mempunyai kendala dalam hal pembayaran uang kuliah. BEMF biasanya di bawah naungan langsung oleh Dekan Fakultas, sementara BEMU di bawah naungan langsung oleh Rektor Universitas.

6. Himpunan Mahasiswa Jurusan  (HMJ)

      Himpunan Mahasiswa Jurusan berada dibawah koordinasi BEMF dan DPMF. HMJ merupakan media bagi mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir, potensi dan pengetahuan. HMJ juga menjadi tempat untuk mahasiswa menerapkan pengetahuan yang telah didapatkannya di perkuliahan ke dalam masyarakat dan juga menjadi solusi bagi mahasiswa yang mempunyai permasalahan pada kuliahnya.   

 

Penyebab Mahasiswa Bergabung dengan Kelompok-kelompok sosialnya

Dalam menjalani kehidupan sosial di kampus, mahasiswa pasti berkomunikasi dan membangun hubungan dengan mahasiswa lainnya. Dari setiap perkumpulannya akan membentuk suatu kelompok sosial. Menurut Soekanto (1982), Kelompok sosial atau “Social Gruop” adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karena adanya hubungan antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk tolong-menolong.

Mahasiswa-mahasiswa tersebut berkenalan satu sama lain dan pada akhirnya para mahasiswa membentuk kelompok sosial atau biasanya dikenal dengan sebutan “Geng/Grup” atau disebut dengan Kelompok Pertemanan. Grup ini dibentuk pada awalnya hanya kesamaan nasib sebagai mahasiwa. Biasanya mereka pada awalnya membuat Grup di Media Sosial untuk mempererat hubungan masing - masing. Grup ini juga terbentuk akibat beberapa faktor kesamaan yang dimiliki dari masing - masing individu, diantaranya :

1. Kesamaan fakultas, jurusan dan kelas.

2. Kesamaan H\hobi dan organisasi kampus yang sama.

3. Kesamaan posisi tempat duduk saat di kelas.

4. Kesamaan asal tempat tinggal dan asal sekolah.

Dari 4 kesamaan yang dimiliki di atas tentu masih banyak lagi faktor - faktor terbentukya suatu kelompok pertemanan di kampus. Tentunya mereka membentuk kelompok itu bukan hanya sekedar berkumpul bersama dan mengisi waktu luang, melainkan ingin saling membantu dan menyelesaikan setiap permasalahan, baik permasalahan di dalam kampus ataupun permasalahan di luar kampus.

Referensi:

Fahmi, I. (2013). Perilaku organisasi: Teori, aplikasi dan kasus. Bandung: CV Alfabeta.

Soeakanto, S. (1982). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Ikhsan, M. (Mei, 2018). Yuk kenali 6 organisasi di Kampus sebelum kamu jadi mahasiswa baru. Idntimes.com. Diakses pada tanggal 10 Desember 2019 dari https://www.idntimes.com/life/education/muda-creation/yuk-kenali-6-organisasi-kemahasiswaan-sebelum-kamu-jadi-mahasiswa-baru-c1c2