ISSN 2477-1686

 Vol.5 No. 22 November 2019

 

 

Penggunaan Internet Untuk Mendorong Kreativitas dalam Mengerjakan Tugas Sekolah

 

Oleh

Novembi Septiyanti dan Selviana

Fakultas Psikologi, Universitas Persada Indonesia YAI 

Memasuki dunia pendidikan yang semakin berkembang, kreativitas merupakan hal yang sangat penting untuk siswa karena dapat memudahkannya dalam belajar dan mengerjakan tugas sekolah, serta membantu untuk menemukan solusi saat terjadinya hambatan dalam mengerjakan tugas sekolah. Setiap siswa memiliki tingkat kreativitas yang berbeda-beda dengan siswa lainnya. Menurut Munandar (2017), kreativitas adalah kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia yang memungkinkan untuk mendapatkan berbagai alternatif jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekanannya adalah pada kuantitas, ketepatgunaan, dan keragaman jawaban. Jika siswa mengalami hambatan dalam mengerjakan tugas sekolah untuk melengkapi materi mata pelajaran, maka siswa yang kreatif akan memiliki ide-ide atau cara alternatif untuk menyelesaikan hambatan yang terjadi dengan mencari materi tambahan mata pelajaran yang tidak ada di buku sekolah dengan mencarinya dari berbagai sumber, salah satu contohnya dari internet.  

Lebih dari itu, siswa juga memerlukan dukungan dari orang tua, guru, teman, sekolah, dan lingkungan untuk mengembangkan kreativitasnya. Menurut Munandar (2014) jika siswa sering diawasi dan dinilai guru, motivasi, dan kreativitas akan berkurang. Siswa akan merasa guru terlalu mengontrol dirinya dalam belajar, maka menimbulkan perasaan kurang bebas untuk berekspresi dan takut untuk bertanya pada materi yang kurang dipahami. Siswa lebih menyukai guru yang memberikan kebebasan, walaupun guru harus selalu ada dan bersedia menjawab pertanyaan siswa yang menanyakan materi yang belum dipahami dan mencontohkan cara atau jawaban alternatif saat siswa mengalami hambatan dalam belajar serta mengerjakan tugas sekolah. Menurut Setyabudi (2011), kreativitas merupakan suatu proses penyatuan pengetahuan dari berbagai bidang pengalaman yang berlainan untuk menghasilkan ide-ide yang bermanfaat dengan cara baru dan lebih baik serta mampu merealisasikannya. Individu yang kreatif akan berani dan lancar untuk mengeluarkan gagasan yang dimiliki dan berani untuk menanyakan apa yang belum dimengerti. Kreativitas dapat muncul setelah individu menyatukan berbagai pengetahuan yang dimiliki dan pengalaman yang pernah dilihat serta dirasakannya. Salah satu yang dapat mempengaruhi kreativitas dalam mengerjakan tugas sekolah adalah penggunaan internet. Penggunaan internet sangat diperlukan pada masa kini, karena dapat mendorong siswa dalam belajar yang mana sekarang sudah memasuki dunia digital yang semua informasi dan pengetahuan sudah terdapat di internet guna membantu dan memudahkan siswa dalam belajar. 

Penggunaan Internet Untuk Mengerjakan Tugas Sekolah

Saat ini sudah memasuki dampak globalisasi dan kompetisi pendidikan secara global. Peluncuran WWW pada tahun 1990-an telah membuka babak baru dalam perkembangan internet yang sudah ada sejak tahun 19500-an (Munir, 2010). Internet merupakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibuat oleh individu yang dapat memudahkan untuk berkomunikasi, mengetahui pengetahuan, dan informasi secara mendalam secara global. Berdasarkan hasil survei yang diungkapkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menunjukkan bahwa penetrasi penggunaan internet pada usia 15-19 tahun memiliki penetrasi paling tinggi dengan mencapai 91% dan siswa SMA memiliki penetrasi 4 yang tercatat 90.2% (https://www.apjii.or.id). Hal ini menunjukkan siswa SMA termasuk menggunakan internet pada golongan tinggi dan sangat rentan terkena kecanduan internet. 

Pada era globalisasi sekarang ini, internet sudah menjadi kebutuhan primer, memiliki peranan penting, dan sangat digemari dari berbagai usia, termasuk siswa sekolah. Sekolah sudah mengajarkan siswa untuk mengenal kelebihan dan kelemahan internet. Kelebihan dari internet dapat berfungsi untuk memudahkan mencari materi mata pelajaran yang tidak terdapat di buku sekolah secara cepat, flexible, dan terutama membantu siswa dalam mengerjakan tugas sekolah. Hal ini didukung oleh Fitri (2011) yang berpendapat bahwa pemanfaatan internet dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran sekolah dengan menggunakan fasilitas yang tersedia dalam internet. Internet bermanfaat bagi siswa dalam proses pembelajaran, karena di internet terdapat informasi dan pengetahuan dari seluruh dunia secara aktual yang dapat menjadi sumber atau media belajar, materi tambahan serta materi pelengkap untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah, menampilkan contoh dari tugas sekolah yang sudah dikerjakan oleh individu lain, memudahkan siswa untuk mencari referensi dalam mengerjakan tugas sekolah, menimbulkan dan menyediakan tempat untuk menuangkan ide-ide kreatif, dan contoh dari berbagai kreativitas milik individu lain. Contoh dari tugas sekolah yang ditampilkan di internet memiliki tujuan untuk membuat siswa dapat melihatnya dan sebagai referensi, kemudian terangsang untuk berkreativitas dalam membuat tugas sekolah menjadi lebih baik daripada referensi yang siswa lihat di sebelumnya. 

Namun demikian, ada beberapa siswa yang menyalahgunakan informasi dan tugas sekolah yang tersedia di internet dengan tidak baik dan tidak sesuai dengan tujuan dari pemilik tugas di internet, seperti siswa yang menyalin seluruh isi dari tugas yang tersedia di internet dan tidak menulis berasal darimana sumber atau referensi dari isi tugas yang diambil melalui internet. Ini merupakan perilaku negatif dari penggunaan internet dan menunjukkan bahwa siswa tidak kreatif, karena tidak berusaha untuk menulis referensi dan menyalin seluruh isi dari tugas tersebut, tanpa dibaca ulang kembali, mencari dari sumber lainnya, dan tidak menggunakan kata-kata sendiri untuk merangkai kembali kalimat tersebut menjadi lebih luas. Siswa yang menggunakan internet secara berlebihan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari individu secara fisiologis, psikologis, dan spiritual, seperti tidak fokus saat belajar, malas untuk sekolah, dan bangun kesiangan. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk bijak menggunakan internet untuk tujuan yang bermanfaat. Bila penggunaan internet dapat dimaksimal untuk menjadi lebih kreatif, maka tugas-tugas sekolah akan terasa lebih ringan dan belajar merupakan pengalaman yang selalu menyenangkan bagi siswa. 

 

Referensi:

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia APJII. Diakses pada 17 April 2019, dari https://www.apjii.or.id/content/read/39/410/Hasil-Survei-Penetrasi-dan-Perilaku-Pengguna-Internet-Indonesia-2018.

Fitri, Y. E. (2011). Pengaruh Pemanfaatan Internet terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII pada Bidang Studi IPS di SMP Negeri 20 Pekanbaru. Skripsi.

Munandar, U. (2014). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

 

Munandar, U. (2017). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah: Penuntun bagi Guru dan Orang Tua. Jakarta: PT. Grafindo.

 

Munir. (2010). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta.

 

Setyabudi, I. (2011). Hubungan antara Adversiti dan Inteligensi dengan Kreativitas. Jurnal Psikologi, 9(1).