This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Tahun 2015 merupakan tahun dicanangkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN dimana akan terjadi arus masuknya investor asing ke Indonesia. Saat ini pelayanan rumah sakit berkembang menjadi industri yang berbasis pada prinsip ekonomi, tetapi jangan dilupakan industri jasa kesehatan tetap bersifat praktis, dan berlandaskan etika serta moral. Tingkat pendidikan yang semakin baik memudahkan masyarakat menyerap informasi dan pengetahuan untuk menuju hidup sehat serta mengatasi masalah kesehatannya. Hal ini membuat masyarakat lebih seksama dalam melaksanakan keputusan pembelian jasa pelayanan kesehatan. Berdasarkan data Bank Dunia 2013, 236,6 juta jiwa penduduk Indonesia, 134 juta ( 56,6% ) masuk kategori kelas menengah dengan nilai belanja kesehatan US$ 2 – 20 per hari. Diantara kelompok kelas menengah tersebut, sekitar 14 juta orang mengeluarkan uang rata-rata US$ 6 – 20 per hari, sedangkan 91 juta jiwa lainnya US$ 2 – 4 per hari.

 

Wisata Kesehatan

Industri rumah sakit nasional memang harus melihat apa yang membuat segelintir masyarakat lebih senang berobat ke luar negeri. Apakah karena masyarakat tidak percaya terhadap peralatan rumah sakit di Indonesia atau tidak percaya akan tenaga medisnya. Belum ada survey yang mendukung fenomena tersebut. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, perlu dikaitkan dengan pertumbuhan sektor kesehatan yang lain berupa WISATA KESEHATAN  atau PARIWISATA MEDIS.

Thailand, Singapura, dan Malaysia memiliki 2,5 juta wisatawan medis yang datang pada tahun 2012. Fenomena di atas tentu saja tidak dapat diabaikan begitu saja. Rumah sakit di Indonesia perlu berbenah memperbaiki manajemen menjadi berorientasi pada customer care dan patient safety, serta berupaya menstandarkan akreditasi di tingkat internasional rumah sakit. Rumah sakit harus mampu memberikan investasi sumber daya manusia dan memperbaiki kelemahan-kelemahan seperti komunikasi, kurangnya empati budaya pelayanan dan kurangnya customer focus. Rumah sakit harus juga memiliki jiwa “marketing” yang handal dalam memajukan bisnis pelayanan kesehatan pada masing-masing tempat dimana praktisi medis bekerja. Rumah sakit dituntut untuk memberikan perhatian yang cukup terhadap prinsip equity, efisiensi, efektifitas, kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan baik internal maupun eksternal.

 

Peran dan Peluang Psikologi

Profesi psikolog klinis kesehatan, di dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit mempunyai kedudukan yang sangat strategis. Profesi ini dalam melaksanakan tugas nya di rumah sakit menggunakan pendekatan biopsikologis, dimana kesehatan atau kesejahteraan fisik individu saling berhubungan erat dengan kesejahteraan mentalnya. Pendekatan biopsikologi ini merupakan hal utama dan perlu mendapatkan perhatian khusus, sehubungan dengan aspek menajemen rumah sakit yang berorientasi pada customer care dan patient safety. Seorang psikolog klinis kesehatan dapat menerapkan pendekatan emotional problem solving dan focus problem solving untuk mengurangi efek hospitalisasi. Sedangkan dalam penggunaan layanan kesehatan profesi psikolog dapat berkontribusi secara tidak langsung melalui team work manajemen rumah sakit untuk menciptakan psychological environment.

Fokus pekerjaan praktisi psikologi kesehatan saling beririsan dengan bidang ilmu kesehatan yang lain, misalnya saja dengan ilmu kedokteran, ilmu kesehatan masyarakat, juga ilmu keperawatan dan farmasi. Sejauh ini, pendekatan medis dengan dasar biologis memang telah menunjukkan manfaat yang sangat besar dalam dunia kesehatan manusia, serta berhasil menaklukkan berbagai macam penyakit, bahkan mengembangkan antibiotik maupun vaksin-vaksin pencegah penyakit. Meskipun demikian, para praktisi kesehatan tidak dapat mengenyampingkan fakta bahwa di luar kecanggihan alat-alat kedokteran maupun perkembangan obat-obatan dan metode penanganan penyakit terbaru, faktor individu atau ke-khas-an dari “person” yang mengalami segala proses yang menyangkut perubahan status kesehatan mereka adalah penentu utama dari efektifnya penerapan metode maupun alat-alat canggih tersebut dalam meningkatkan kesehatan maupun kesejahteraan hidup manusia itu sendiri.

 

Pendekatan Biopsikologi

Salah satu perspektif yang populer dalam psikologi kesehatan adalah pendekatan Biopsikologi, yang mengemukakan bahwa kesehatan atau kesejahteraan fisik individu saling berhubungan erat dengan kesejahteraan mentalnya. Fungsi Psikologi Kesehatan sebagai kontribusi dari disiplin ilmu psikologi yang didasarkan pada pendekatan ilmiah dan profesional terhadap hal-hal berikut:

1)  Promosi gaya hidup sehat ( Health Promotion ), praktisi psikologi kesehatan dapat membantu merancang program promosi maupun edukasi kesehatan yang sesuai bagi masyarakat, baik bagi para siswa maupun orang dewasa. Misalnya seperti kampanye anti rokok, atau kampanye pencegahan HIV/AIDS dengan menggunakan kondom bekerja sama dengan praktisi kesehatan dari bidang ilmu lain maupun pihak institusi seperti sekolah dan sebagainya

2)   Pencegahan dan perawatan terhadap penyakit, praktisi psikologi kesehatan dapat membantu menyusun program-program pencegahan maupun perawatan terhadap penyakit melalui pendekatan psikologis. Contohnya seperti memperkenalkan metode relaksasi dan pemecahan masalah untuk membantu pasien darah tinggi agar tidak terlalu tegang dalam menghadapi stres sehari-hari, membantu proses penyesuaian dan rehabilitasi bagi pasien stroke seperti menentukan kegiatan yang dapat dilakukan, bagaimana mengatur pola makan, membantu pasien dan keluarga untuk menyalurkan emosi negatif mereka, dan sebagainya

3)  Identifikasi penyebab kemunculan penyakit dan diagnosis kondisi kesehatan individu/disfungsi lain, praktisi psikologi kesehatan dapat membantu praktisi kesehatan lain untuk menentukan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemunculan suatu penyakit dari sisi psikologis, seperti kepribadian pasien, gaya hidup, dan sebagainya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya

4) Analisis dan peningkatan terhadap sistem perawatan kesehatan dan penyusunan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan industri kesehatan (health-policy), praktisi psikologi kesehatan dapat membantu untuk menganalisis sejauh mana fasilitas perawatan kesehatan yang ada, seperti rumah sakit, puskesmas, anggota praktisi kesehatan, biaya perawatan, maupun sistem perawatan kesehatan yang ada dapat berfungsi secara optimal bagi proses perawatan kesehatan masyarakat.

 

DAFTAR PUSTAKA

Health.Kompas.com/read/2012/07/20/14131214/Industri.Rumah.Sakit.Harus Berbenah oleh Ester Maryan, Editor : Erlangga Djumena, diunduh 8 Juli 2014

Taylor, Shelley E., Health Psychology, Sixth Edition, Mc Gras-Hill International Edition, 2006

www.lmfeui.com, diunduh 8 Juli 2014

www.buk.kemkes.go.id, diunduh 8 Jul 2014

www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf.theses/unud-432-bab 1.pdf, diunduh 8 Juli 2014

www.docstoc.com/docs/151948112/Profil-Rumah-Sakit-Swasta-di-Indonesia/2013/PT.Media Data Riset/April 2013, diunduh 8 Juli 2014

www.frost.com/prod/servlet/press-release.pag?docid-291233156, diunduh 8 Juli 2014