ISSN 2477-1686

Vol.3. No.6, Juni 2017

Mengatasi Masa Krisis

Selviana 

Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI

 

Siapa yang tidak pernah mengalami suatu peristiwa yang tidak menyenangan dalam hidupnya? Dengan jujur harus mengakui bahwa setiap orang pasti pernah mengalami peristiwa pelik dalam hidup. Mungkin itu adalah kegagalan dalam membina hubungan, kesulitan ekonomi, kehilangan orang yang sangat di cintai, kehilangan pekerjaan, sakit-penyakit yang serius, mejadi korban bencana/kekerasan dan peristiwa kompleks lainnya. Saat sedang berada pada suatu situasi yang sulit dalam kehidupan, tak jarang seseorang di perhadapkan untuk mengambil suatu keputusan yang akan menentukan arah hidup selanjutnya. Hal ini bisa juga di sebut sebagai Krisis.

Jenis - Jenis Krisis

Dalam suatu keadaan Krisis, Haksasi (2010) merumuskan jenis – jenis krisis sebagai berikut:

1.   Krisis yang menyangkut masalah kemiskinan.Terdapat dua jenis krisis yang  masuk dalam kategori ini, yaitu:

a. Krisis karena tidak memiliki pekerjaan. Krisis ini dapat mengakibatkan    seseorang tidak memiliki tempat tinggal atau menjadi gelandangan. Kesulitan keuangan juga dapat mengarahkan seseorang pada kekurangan gizi dan makanan, mengalami depresi, dan mengalami berbagai penyakit.

b. Krisis karena pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan kualifikasi seseorang. Misalnya seorang sarjana bekerja sebagai tukang batu atau kuli bangunan. Krisis ini sering kali terjadi akibat kurangnya lapangan pekerjaan. Akibat dari krisis ini seseorang dapat merasa rendah diri, mengalami stres mental, dan tidak banyak melakukan kontak sosia ldengan sesama pekerja karena minder. 

2. Krisis Ekonomi

Krisis ekonomi adalah transisi yang tajam dimana terjadi penurunan siklus bisnis dan secara umum memperlambat kegiatan perekonomian.

 

3. Krisis Lingkungan. Terdapat tiga jenis krisis yang masuk dalam kategori ini, yaitu:

a. Bencana Lingkungan: Bencana yang diakibatkan oleh aktifitas manusia. Akibat perubahan – perubahan yang dilakukan manusia terhadap ekosistem (misalnya penebangan hutan secara liar, pembukaan lahan baru bagi pertanian dan pemukiman, dan sebagainya) menyebabkan konsekuensi yang menyebar dan tidak berkesudahan. Hal ini termasuk punah atau matinya hewan – hewan, tumbuhan, bahkan manusia, dan terancamnya kehidupan manusia.

b.    Bencana Alam: adalah bencana yang diakibatkan secara alami oleh

alam (misalnya meledaknya gunung berapi, gempa bumi, dan longsor). Bencana alam dapat mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, harta benda,ketidakstabilan sistem politik dan ekonomi.

c. Terancam Punahnya Beberapa spesies: adalah populasi dari suatu organisme yang terancam punah antara lain diakibatkan karena semakinberkurang jumlahnya, terancam oleh perubahan lingkungan, dan terbatasnya sumber makanan.

 

4. Krisis Internasional

Krisis ini didefinisikan secara bebas sebagai suatu keadaan atau situasi dimana muncul persepsi adanya ancaman, meningkatnya kecemasan,kemungkinan munculnya tindak kekerasan, dan keyakinan bahwa tindakan apapun yang muncul dapat memperluas akibat yang ditimbulkan. Contoh krisis internasional adalah krisis ekonomi global, terorisme, tsunamisamudra hindia (tsunami aceh 2004).

 

5. Krisis Pribadi.

Krisis pribadi dapat muncul akibat peristiwa luar biasa yang terjadi pada kehidupan seseorang, yang menyebabkan ketegangan dan stres yang sangat besar, dimana keadaan ini membutuhkan pengambilankeputusan yang penting dan tindakan yang tepat sebagai jalan keluarnya.Misalnya kehilangan pekerjaan, kesulitan ekonomi, kecanduan alkohol dannapza.

Gejala yang Terjadi Pada Masa Krisis

Dalam hal ini, Haksasi (2010) memaparkan beberapa gejala yang terjadi pada seseorang yang mengalami krisis, antara lain:

1.   Ada gejala stres -- secara psikologis, fisiologis, ataukedua-duanya. Ini dapat termasuk depresi, sakit kepala, kegelisahan,luka lambung.

2.   Ada sikap panik atau gagal. Orang tersebut mungkin merasa telah berusaha sekuat tenaga, namun tidak ada hasilnya. Karena itu ia merasa seperti seorang yang gagal -- kalah dan tidak berdaya. Tidak ada harapan dan menanggapi hal tersebut dengan terdorong untuk berperilaku yang tidak produktif,misalnya: mengikuti arus zaman, mabuk-mabukan, memakai obat bius,kebut-kebutan, atau terlibat dalam suatu perkelahian. Jalan yang kedua adalah menjadi acuh tak acuh atau apatis. Satu contoh adalah tidur terus- menerus.

3.   Fokusnya adalah pada pembebasan. "Keluarkan aku dari keadaan ini!" merupakan keinginan dan jeritannya. Ia ingin lepas dari penderitaankarena krisis tersebut. Kondisinya tidak memungkinkannya untuk bertindak secara rasional dalam menghadapi masalah itu. Terkadang seseorang yang berada dalam keadaan krisis kelihatan bingung atau bahkanmemberikan reaksi yang kurang wajar. Dalam usaha-usahanya,orang tersbut dalam keadaan kalut sehingga mengharapkan orang lain untuk menolong dan bergantung kepada orang lain untuk keluar dari krisis yang dihadapi.

4.   Pada masa itu efisiensi menurun. Orang-orang dalam krisis yang aktif mungkin akan tetap berfungsi secara normal, tetapi daya bereaksi yang seharusnya 100% mungkin menurun sampai sekitar 60%. Semakin besar ancaman seseorang pada situasi yang dihadapi, semakin kurang efektif kemampuannya untuk mengatasi krisisnya.

Kebutuhan - kebutuhan Manusia Dalam Krisis

Ada 14 kategori konseli yang membutuhkan pelayanan untuk menyelesaikanmasalah krisis yaitu:

1.   Konseli yang menginginkan seseorang yang kuat untuk melindungi dan mengontrol mereka (tolong ambil alih masalah saya).

2.   Konseli yang membutuhkan seseorang yang menolong mereka berhubungan dengan kenyataan (tolong saya mengetahui bahwa saya bersifat nyata).

3.   Konseli yang merasakan kekosongan dan membutuhkan kasih (peliharalahsaya).

4.   Konseli yang membutuhkan konselor untuk rasa amannya (adalahselalu untuk saya).

5.   Konseli yang dipengaruhi rasa bersalah dan ingin mengaku (ambillahrasa bersalah ku).

6.   Konseli yang membutuhkan mencurahkan segala persoalan nya (biarkan aku mencurahkan isi hati ku).

7.   Konseli yang merindukan nasihat-nasihat (katakan apa yang seharusnya ku lakukan).

8.  Konseli yang berusaha memisah-misahkan ide-ide mereka yang kompleks (tolong aku menempatkan ide-ide pada perspektif seharusnya).

9.  Konseli yang rindu mengerti sendiri dan mempunyai wawasan tentangmasalah mereka (saya minta konseling).

10. Konseli yang meilihat kegelisahan mereka sebagai masalah medis yangmemerlukan perawatan dokter (aku perlu dokter).

11.Konseli yang memerlukan bantuan praktis seperti bantuan ekonomi atautempat tinggal (aku membutuhkan bantuan khusus).

12. Konseli yang menganggap kesulitan mereka disebabkan hubungan-hubungan yang sedang

     berlangsung (lakukan itu untuk ku).

13.Konseli yang membutuhkan informasi memuaskan berbagai kebutuhan mereka (katakan pada ku dimana aku dapat mencari pertolongan).

14. Orang-orang yang tidak punya motivasi atau orang-orang gila yang dibawa kepada konselor tanpa  kehendak mereka (aku tak membutuhkan apa-apa).

 

 

 

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh