ISSN 2477-1686

Vol.3. No.4, April 2017

Struktur Keluarga di Era Ageing Population

Made Diah Lestari

Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran,

Universitas Udayana

 

Populasi Lansia

Memasuki era tahun 2000, populasi penduduk lanjut usia (lansia) di seluruh dunia meningkat rata-rata 795.000 setiap bulannya (Kinsella & Velkoff dalam Desiningrum, 2016).  Angka ini diperkirakan akan meningkat terus dan mencapai dua kali lipat di tahun 2030. Indonesia adalah negara dengan populasi lansia tertinggi ke-empat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Populasi lansia yang meningkat berdampak bagi meningkatnya angka rasio ketergantungan hidup (old dependency ratio) di suatu wilayah, terlebih lagi ketika kelompok usia produktif jumlahnya tidak sebanding atau melebihi usia kelompok non-produktif. Rasio ketergantungan hidup lansia meningkat dari 12,2% di tahun 2005 menjadi 13,3% pada tahun 2009. Angka ini berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung 13 lansia (Permanasari, 2012).

Ageing Population di Indonesia

Tingginya populasi lansia menunjukkan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi era penduduk berstruktur tua (ageing population) yang ditandai juga dengan rasio ketergantungan hidup yang melebihi 6%. Salah satu karakteristik di era ageing population adalah adanya perubahan dalam struktur keluarga. Blieszner dalam Qualls & Williams, 2013) mengungkapkan sejumlah karakteristik struktur keluarga dalam era ageing population, yakni orang dewasa akan menjadi orangtua tiga kali lebih lama dibandingkan dengan ketika mereka menjadi anak-anak, persaudaraan rata-rata berlangsung hingga 80 tahun, orang dewasa akan mengasuh orangtua dengan usia di atas 60 tahun lebih lama dibandingkan dengan durasi pengasuhan pada anak mereka, orang dewasa madya akan memiliki orangtua lansia lebih banyak dibandingkan dengan memiliki anak, dan perempuan berpotensi akan hidup sendiri di masa tua. Pada era ini, dalam satu keluarga akan tinggal dan hidup bersama tiga generasi atau lebih dalam satu periode tertentu. 

 

Gambar 1. Pergerakan Struktur Penduduk Indonesia Berdasarkan Usia Dari Tahun 2010 – 2035

Melalui Gambar 1 terlihat bahwa pertumbuhan penduduk usia 0-14 tahun di Indonesia akan mengalami penurunan yang signifikan di kurun waktu tahun 2010 hingga 2035, sebaliknya pertumbuhan penduduk usia 60 tahun ke atas akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Ageing Population dan Pengasuhan

Kelompok lansia dan anak-anak dalam keluarga adalah kelompok yang paling merasakan dampak dalam perubahan struktur keluarga terutama dalam hal isu pengasuhan. Pengasuhan pada budaya Indonesia diartikan sebagai sebuah aktivitas reciprocity dimana setiap anggota keluarga akan berperan sebagai pengasuh dan juga sebagai yang diasuh. Demikian halnya pada lansia di Indonesia. Tidak jarang kita menemukan lansia yang juga berperan sebagai pengasuh atau caregiver bagi cucu mereka.

Pengasuhan lansia di Indonesia sebagian besar dilakukan oleh keluarga. Bagi sebagian besar negara dengan budaya timur (Jepang, Cina, India, dan Indonesia), pengasuhan lansia merupakan tanggung jawab keluarga. Caregiver lansia dalam keluarga, rata-rata adalah anak perempuan atau menantu perempuan dari lansia. Ketersediaan caregiver bagi lansia dalam keluarga juga merupakan isu yang penting ketika jumlah lansia dalam keluarga semakin meningkat. Terlebih lagi dengan keberhasilan program Keluarga Berencana (KB), jumlah saudara sekandung menjadi berkurang sehingga beban pembagian tugas dalam keluarga menjadi sangat besar dan kesempatan untuk membagi beban tugas pekerjaan rumah tangga secara horisontal dalam satu generasi yang sama semakin berkurang.

Fakta ini yang kemudian mendasari perubahan paradigma dalam ilmu social gerontology. Sudut pandang yang digunakan tidak lagi berfokus pada bagaimana meningkatkan usia harapan hidup pada lansia, tetapi bagaimana mampu memfasilitasi lansia untuk tetap produktif dan berdaya di usia tua sehingga tidak menjadi beban pembangunan. Paradigma ini sejalan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2016 tentang Rencana Aksi Nasional kesehaan Lanjut Usia Tahun 2016 – 2019 yang lebih mengedepankan usaha promotif dan preventif dalam perawatan lansia di Indonesia.

Referensi:

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Pusat Statistik, & United Nations Population Fund. (2013). Proyeksi penduduk Indonesia 2010-2035. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Desiningrum, D.R. (2016). Goal orientation dan subjective well-being pada lansia. Jurnal Psikologi Undip, 15(1), 43-55.

Permanasari, S.I. (2012). Beban ketergantungan lansia mengkhawatirkan. Kompas. Diunduh dari http://health.kompas.com/read/2012/04/17/18571099.

Qualls, S.H., & Williams, A. A. (2013). Caregiver family therapy: Empowering families to meet the challenges of aging. Washington,D.C : American Psychological Association.

 

Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2016 tentang Rencana Aksi Nasional kesehaan Lanjut Usia Tahun 2016 – 2019. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh