ISSN 2477-1686

Vol.3. No.4, April 2017

Mentoring Bagi Karyawan Baru

Sandra Handayani Sutanto

Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan

Setiap individu mengalami proses adaptasi jika menghadapi lingkungan baru. Pertanyaan yang muncul bisa berbentuk: Akan seperti apa lingkungan baru tersebut? Apa yang akan dihadapi di lingkungan baru? Bagaimana menghadapi hal-hal baru tersebut? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin pernah terlintas di benak kita, baik sebagai murid baru atau karyawan yang baru bergabung di sebuah institusi.

Mentoring

Salah satu cara yang bisa digunakan dan disediakan dalam lingkungan kerja untuk membantu karyawan baru beradaptasi dengan lingkungan baru adalah mentoring. Spector (2012) mendefinisikan mentoring sebagai hubungan antara dua karyawan, dengan karyawan yang lebih berpengalaman menawarkan saran atau pembinaan (coaching), konseling, persahabatan dan berlaku sebagai panutan. Dalam organisasi, peran mentor seringkali dilakukan oleh atasan, namun bisa pula dilakukan oleh rekan kerja dengan level yang sama namun lebih berpengalaman (Allen, McManus & Russel dalam Spector, 2012). Mentoring bisa dikatakan sebagai salah satu proses training yang bertujuan membantu karyawan baru untuk memiliki orientasi dalam bekerja dan membantu dalam pengembangan karir untuk waktu tertentu. Di dalam mentoring tersebut terjadi proses transfer pengetahuan sehingga karyawan baru lebih siap dalam menghadapi tantangan.

Tugas Mentor

Mentoring dapat berjalan dengan baik bila masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya berkontribusi terhadap mentoring. Christiawati (2010) mengatakan peran pihak yang melakukan mentoring (mentor) adalah menawarkan kepercayaan diri, bersedia untuk berbagi dan melindungi, serta dapat diandalkan. Sedangkan pihak yang mendapatkan mentoring (mentee) memberikan kontribusi dengan memberikan catatan kinerja yang baik, menunjukan komitmen yang tinggi, loyal dan profesional (Christiawati, 2010). Pegg (dalam Christiawati, 2010) menyebutkan beberapa peran mentor, yaitu:

1.    Leaders, dengan memberikan inspirasi bagi mentee

2.    Models, menjadikan dirinya panutan bagi mentee

3.   Coaches, dengan memberikan dukungan kepada mentee untuk membangun kekuatan sendiri, memberikan arahan dan juga dorongan untuk mencapai keberhasilan.

4.    Teachers, membagikan pengalaman dan pengetahuan, membuat program mentoring menjadi menyenangkan.

5.    Advisers, memberikan pengetahuan secara khusus

6.    Buddies, menjadi teman bagi mentee yang dibina

7. Counsellors, bersedia mendengarkan, menciptakan iklim yang menyenangkan dan tidak mengatur mentee.

Manfaat Mentoring

Mentoring memiliki beberapa manfaat baik bagi mentee maupun bagi mentor. Bagi mentee, mentoring bermanfaat untuk meningkatkan kinerja, mendapatkan promosi, memiliki sikap kerja yang lebih baik dan menurunkan tingkat keluar masuk dari organisasi (turnover). Bagi mentor, mentoring berguna untuk meningkatkan kepuasan personal, meningkatkan kinerja, mendapatkan pengakuan dari orang lain, dan kesetiaan dari mentee (Eby, Durley, Evans & Ragins, 2006 dalam Spector 2012). Manfaat lain yang diambil dalam mentoring adalah dukungan emosional terutama bagi karyawan wanita, dan bantuan karir bagi karyawan pria.  Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh O’Brien, Biga, Kassler dan Allen pada tahun 2010 (dalam Spector, 2012) yang melakukan penelitian untuk menguji perbedaan penerimaan mentoring secara umum bagi pria dan wanita. Pada akhirnya, Weng (dalam Jong, 2011) menyimpulkan mentoring bermanfaat untuk mengembangkan karyawan dan turut mempengaruhi kepuasan kerja dan komitmen terhadap organisasi.Saya merasakan bahwa mentoring berguna bagi saya, bagaimana dengan yang lain?

Referensi:

Christiawati, E.C. (2010). Analisis hubungan mentoring guru terhadap kepuasan kerja dan komitmen organisasi si sekolah XYZ (Thesis tidak dipublikasikan). Universitas Pelita Harapan. Jakarta.

Jong, T.T. (2011). Efek peranan mentoring terhadap faktor kepuasan kerja dan komitmen organisasi pada karyawan (Thesis tidak dipublikasikan). Universitas Pelita Harapan. Jakarta.

Spector, P.E. (2012). Industrial and organizational psychology (6th ed). Singapore : John Wiley & Sons.

 

 

 

Add comment

Harap memberi komentar yang sesuai dengan artikel dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika anda belum mendaftar maka komentar akan dimoderatori oleh admin.


Security code
Refresh