ISSN 2477-1686

Vol.3. No.2, Februari 2017

 

Strategi Pengembangan Kesehatan Mental di Lingkungan Kampus

Hapsarini Nelma

Fakultas Psikologi, Universitas Borobudur

 

Kasus Bunuh Diri Di Kalangan Mahasiswa

Adanya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia selama beberapa tahun ini mendapat sorotan publik (Nailufar, 2016; Putra, 2016). Bunuh diri yang dilakukan mahasiswa menjadi indikasi adanya isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa. Beberapa faktor resiko yang turut mempengaruhi kondisi mental mahasiswa diantaranya stress akademik, masalah keluarga, masalah finansial, masalah dalam pertemanan, peristiwa traumatik, memiliki gangguan jiwa yang belum tertangani, ketidakmatangan diri, penyalahgunaan zat, masalah personal, kurangnya keterampilan hidup (Davidson & Locke, 2011). Stres diketahui merupakan  penyebab utama penurunan akademik pada mahasiswa (Wong dalam Aselton, 2012).

Strategi Pengembangan Kesehatan Mental di Lingkungan Kampus

Hal Ini sudah selayaknya menjadi perhatian bagi penyelenggara pendidikan tinggi untuk mendorong terciptanya lingkungan belajar yang kondusif bagi kesehatan mental mahasiswa. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh penyelenggara pendidikan tinggi dalam menciptakan lingkungan kampus yang kondusif bagi kesehatan mental. Secara umum, komponen-komponen strategi pengembangan kesehatan mental pada mahasiswa dapat dirumuskan dalam bagan berikut (Association, 2013):

Institusi kampus dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental melalui kebijakan-kebijakan yang mendukung pengembangan kesehatan mental pada mahasiswa. Misalnya kebijakan mewajibkan mahasiswa baru melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan mental sehingga mahasiswa yang memerlukan penanganan khusus dapat teridentifikasi lebih awal. Iklim dan lingkungan kampus yang mendukung kesehatan mental dapat tercipta dengan mendorong adanya dukungan yang suportif antar elemen-elemen kampus serta memperhatikan faktor kesehatan mental dalam desain kurikulum. Kesadaran kesehatan mental dapat ditingkatkan dengan adanya program-program promosi kesehatan mental seperti pelatihan manajemen diri bagi mahasiswa, kampanye kesehatan mental untuk menghilangkan stigma negatif bagi orang yang memiliki masalah kesehatan mental, dan sebagainya.

Perubahan lingkungan dari jenjang pendidikan sekolah menengah kependidikan tinggi menuntut kemampuan adaptasi mahasiswa. Mahasiswa dituntut untuk memiliki keterampilan hidup yang dapat membantunya beradaptasi dengan tantangan-tantangan yang ada selama menjalani masa perkuliahan. Mahasiswa yang kurang mampu beradaptasi memiliki potensi mengalami hambatan dalam menjalani proses perkuliahan dan pada akhirnya mempengaruhi kondisi kesehatan mentalnya. Kampus dapat memberikan program-program yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan hidup yang dibutuhkan selama menjalani perkuliahan seperti pelatihan manajemen diri, manajemen konflik, komunikasi efektif, dan sebagainya. Disisi lain, setiap anggota civitas akademika yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa dapat menjalankan peran utama dalam mengidentifikasi mahasiswa yang membutuhkan bantuan kesehatan mental. Dosen, staf, maupun komunitas – komunitas yang ada dalam kampus dapat diberi pelatihan mengenal indikasi-indikasi adanya permasalahan kesehatan mental pada diri mahasiswa.

Pelayanan Kesehatan Mental Di Lingkungan Kampus Perlu Digalakkan

Mahasiswa dengan permasalahan kesehatan mental serius (memiliki gangguan kesehatan mental) dapat dibantu dengan adanya pelayanan kesehatan mental di lingkungan kampus. Pelayanan kesehatan mental di lingkungan kampus berperan dalam program preventif maupun kuratif. Peran kuratif pelayanan kesehatan mental di lingkungan berupa penanganan mahasiswa dengan masalah kesehatan mental. Dengan tersedianya layanan kesehatan mental di lingkungan kampus, akses akan lebih mudah dan kemajuan dari treatment yang dilakukan dapat lebih terpantau. Selain pelayanan kesehatan mental, prosedur manajemen krisis perlu diterapkan terutama dalam menghadapi kejadian dimana keselamatan jiwa dipertaruhkan. Prosedur manajemen krisis dapat menjadi pedoman dalam penanganan kesehatan mental yang memerlukan respon cepat seperti penanganan kasus percobaan bunuh diri. Prosedur manajemen krisis membantu pihak-pihak yang terkait untuk menjalankan perannya masing-masing sehingga situasi darurat yang terjadi dapat segera tertangani.

1.   Program promosi kesehatan mental dilakukan tidak hanya sebatas sebagai respon dari isu kesehatan mental di lingkungan kampus namun berfokus pada pencegahan.

2.  Program promosi kesehatan mental dilakukan secara komprehensif dengan menimbang berbagai faktor resiko maupun faktor protektif serta melibatkan seluruh elemen civitas akademika.

3.    Program promosi kesehatan mental dibuat secara terencana dan sistematik serta dapat dievaluasi keberhasilannya.

4.  Program promosi kesehatan mental memiliki strategi dan target yang jelas berdasarkan prioritas masalah. Prioritas masalah dibuat dari hasil asesmen kesehatan mental yang dilakukan di lingkungan kampus.

5.    Program promosi kesehatan mental dibuatdengan menggunakan teori dan hasilpenelitian yang relevan (research based).

6.    Program promosi kesehatan mental menggunakan beberapa strategi dalam implementasinya.

7.    Program promosi kesehatan mental mendorong koordinasi dan sinergisita santar elemen kampus.

8.    Program promosi kesehatan mental melibatkan stakeholder kampus.

9.    Program promosi kesehatan mental didukung oleh infrastruktur dan system kampus yang memadai serta komitmen institusi. 

Referensi:

Aselton, P. (2012). Sources of Stress and Coping in America College Students Who Have Been Diagnosed With Depression. Journal of Child and Psychiatric Nursing , 119-123.

Association, C. A. (2013). Post Secondary Student Mental Health : Guide To a Systematic Approach. Vancouver: Cacuss/Aseuc and Canadian Mental Health Association.

Davidson, L., & Locke, J. (2011). A Guide To Campus Mental Health Planning. The Jed Foundation Campus MHAP and EDC, Inc.

Nibras Nada Nailufar . 2016. Mahasiswa Bunuh Diri, Diduga Karena Skripsi Ditolak dan Putus Cinta.http://megapolitan.kompas.com/read/2016/07/27/18015261/mahasiswa.bunuh.diri.diduga.karena.skripsi.ditolak.dan.putus.cinta, 27 Juli 2016.

Yudha Manggala P Putra. 2016. Mahasiswa IPB Ditemukan Gantung Diri.http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/16/07/16/oaexio284-mahasiswa-ipb-ditemukan-gantung-diri, 16 Juli 2016.

 

 

Asso