*Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas YARSI, Jakarta

Cinta adalah rasa sayang secara mendalam yang tumbuh di antara sepasang manusia. Tidak ada manusia yang dapat hidup tanpa cinta. Namun, sungguh ironis ketika perasaan cinta yang indah dan seharusnya penuh dengan kebahagiaan malah membuat seseorang tega membunuh orang lain. Saat ini, kasus pembunuhan yang bermotif “cinta” semakin banyak terjadi di Indonesia.

Masih ingatkah dengan kasus pembunuhan seorang wanita bernama Ade Sara? Ia dibunuh oleh mantan kekasihnya yang bernama Hafitd. Pembunuhan ini terjadi karena Hafitd sakit hati setelah diputuskan oleh Sara karena beda agama, Sara kembali berpacaran dengan orang yang berbeda agama. Dalam membunuh Sara, ia dibantu oleh Assyifah yang merupakan pacarnya sendiri. Assyifah merasa cemburu karena Hafitd masih sering menghubungi Sara (Purnamasari, 2014: Api Cemburu Mengantar Sejoli Itu Mendekam di Balik Jeruji). Sara tewas setelah dipukuli, disetrum dan mulutnya disumpal oleh kertas koran (Surjaya, 2014: Dipukuli & disetrum, Sara tewas karena tersedak kertas). Kasus lain, terjadi di Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, Tulungagung. Seorang suami (K) tega membunuh istrinya sendiri (M) dan menguburkannya di septic tank. Hal ini (K) lakukan karena tidak mampu menahan rasa cemburu terhadap (M) setelah mendengar kabar bahwa (M) telah berselingkuh saat ia mencari nafkah di bali (Wasono, 2015: Terbakar Api Cemburu, Suami Kubur Istri di Septic Tank.).

Love Styles

Merupakan sebuah pendekatan mengenai cinta yang mengarah pada perilaku seseorang dalam menjalin sebuah hubungan, salah satunya adalah mania. Menurut Susan Hendrick dan Clyde Hendrick, mania adalah hubungan percintaan yang memiliki tingkat emosional tinggi dan akan sangat terobsesi dengan pasangannya (Aronson, 2010). Selain itu, hubungan ini dipenuhi oleh rasa cemburu. Kecemburuan sendiri adalah kekhawatiran bahwa pasangan atau orang yang sangat kita pedulikan memberikan rasa sayang dan kesetiaannya kepada orang lain. Seseorang menjadi cemburu apabila ada kemungkinan bahwa pasangannya tertarik dengan orang lain (Aronson, 2012).

Cemburu merupakan sebuah respon apabila terdapat ancaman terhadap self esteem seseorang yang dapat berasal dari penolakan sosial. Apabila tidak dapat mengontrol emosi, kekerasan akan terjadi dalam hubungan tersebut. Kekerasan dalam pacaran adalah semua tindakan yang mempunyai unsur pemaksaan, tekanan, perusakan, dan pelecehan fisik maupun psikologis dalam hubungan pacaran. Kekerasan dapat dilakukan oleh pria, wanita, maupun pasangan sejenis seperti gay atau lesbi (Abbot, 1992 dalam Ferlita, 2008)

Sakit Hati dan Cemburu

Berdasarkan dari kasus Ade Sara, kita dapat melihat bahwa Hafitd merasa sangat sakit hati dan tidak bisa terima diputuskan oleh Sara. Tingkat emosional yang tinggi tersebut memunculkan keinginan untuk membunuh Sara. Pada Assyifah, kecemburuannya yang sangat besar dan rasa obsesi terhadap Hafitd membuatnya ingin membunuh Sara juga. Ia khawatir Hafitd akan kembali dengan Sara dan hal ini mengancam self esteemnya. Sedangkan untuk kasus (K) dan (M), kita dapat melihat bahwa (K) memiliki kecemburuan dan tingkat emosional yang tinggi terhadap (M). Berita perselingkuhan (M), membuat self-esteem (K) merasa terancam. Hal inilah yang memancing (K) untuk membunuh (M), orang yang ia cintai.

Berdasarkan kasus-kasus ini, kita dapat melihat bahwa hanya karena cinta, seseorang dapat tega menghabisi nyawa orang lain. Bahkan, pasangan yang dicintainya sendiri. Selain kasus tersebut, sebenarnya masih banyak kasus-kasus lainnya baik yang terungkap maupun yang tidak terungkap. Oleh karena itu, saya ingin menyarankan untuk “cintailah pasangan anda sewajarnya” agar anda tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak di inginkan.

Referensi:

Aronson, Elliot, Timothy D. Wilson, Robin M. Akert. (2012). Social Psychology 4th edition. Pearson

Ferlita,Gracia. (2008). Sikap terhadap kekerasan dalam berpacaran (penelitian pada mahasiswi reguler universitas esa unggul yang memiliki pacar). Jurnal Psikologi Vol 6 No 1, Juni 2008

Purnamasari, Dian Dewi. (2014). Api cemburu mengantar sejoli itu mendekam di balik jeruji. Diunduh 11 Mei 2015 http://megapolitan.kompas.com/read/2014/12/10/19241281/Api.Cemburu.Mengantar.Sejoli.Itu.Mendekam.di.Balik.Jeruji

Surjaya, Abdullah M. (2014). Dipukuli & disetrum, Sara tewas karena tersedak kertas. Diunduh 11 Mei 2015 http://metro.sindonews.com/read/841895/31/dipukuli-disetrum-sara-tewas-karena-tersedak-kertas-1394113374

Wasono, Hari Tri. (2015). Terbakar Api Cemburu, Suami Kubur Istri di Septic Tank. Diunduh 11 Mei 2015 http://www.tempo.co/read/news/2015/02/20/058643985/Terbakar-Api-Cemburu-Suami-Kubur-Istri-di-Septic-Tank