*Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas YARSI, Jakarta

Pergaulan anak-anak zaman sekarang sungguh memprihatinkan. Melihat kembali perbincangan yang ramai di media sosial menganai anak SMP yang menyatakan cinta pada anak SD dan pada akhirnya mereka berpacaran (dalam http://www.solopos.com/2015/01/27/foto-kontroversial-heboh-foto-anak-smp-nembak-anak-sd-netizen-salahkan-sinetron-571655). Hal tersebut menarik menjadi perbincangan karena pada dasarnya ketika duduk di sekolah dasar anak biasanya sibuk bermain dan belajar belum memahami dan mengetahui apa itu cinta.

Cinta pada dasarnya hal yang naluriah yang pasti dirasakan oleh setiap manusia. Seperti yang sudah kita ketahui cinta juga tidak mengenal usia, orang dewasa, remaja bahkan lansia pasti akan merasakannya. Cinta yang dirasakan oleh pasangan dibawah umur dikenal sebagai cinta monyet, di mana pasangan yang menjalin hubungan berumur < 17 tahun.

Teori Cinta

Dalam Aronson (2007) definisi cinta menurut Sternberg meliputi passion (gairah), intimacy (keintiman) dan commitment (komitmen). Cinta yang sempurna adalah cinta yang memenuhi dari ketiga aspek tersebut.

Selain itu salah satu teori tentang cinta yang paling menarik untuk dibicarakan adalah teori Colors of Love dari sosiolog Kanada, John A. Lee. Teori ini menyatakan enam tipe cinta, mulai dari eros, ludus, storge, mania, pragma dan agape (Lee, 1988). Dalam hal ini, pria lebih identik dengan tipe eros dan ludus mengingat pria lebih mementingkan kedekatan fisik dan seksual. Tipe eros sendiri adalah tipe di mana individu lebih sering terlibat dalam nafsu dan pertemuan secara fisik, mengedepankan daya tarik fisik dibandingkan cinta (Duck, 1998; Fricker & Moore, 2002; Lee, 1988; Sprecher & Regan, 2000). Sementara itu, tipe ludus adalah bentuk cinta main-main yang tidak terlalu serius di mana tidak ada komitmen yang mengikat (Fricker & Moore, 2002).

Cinta Monyet

Kembali pada pembahasan mengenai cinta monyet yakni perasaan cinta yang dirasakan anak yang masih di bawah umur, apabila melihat kembali pada teori yang membahas mengenai cinta, cinta monyet bukan merupakan bagian dari cinta yang sesungguhnya karena menurut  teori cinta Sternberg, pengkategorian cinta yang sesungguhnya haruslah memiliki passion, intimacy dan commitment. Sedangkan dalam teori colors of love anak-anak atau remaja yang merasakan perasaan jatuh cinta memiliki kecenderungan tergolong pada tipe cinta eros dan ludus karena lebih menekankan pada pandangan mengenai penampilan fisik dan bentuk cinta main-main yang tidak terlalu serius, walaupun ada komitmen yang mengikat dalam pacaran.

Dengan demikian cinta monyet belum merupakan bagian dari cinta yang sesungguhnya karena perasaan yang dirasakan terutama oleh anak di bawah umur merupakan perasaan ketertarikan yang baru meliputi perasaan suka sebatas penampilan fisik saja belum memiliki tanggung jawab yang lebih mengenai hal yang lain terkait dengan perasaan yang dimilikinya.

Referensi

Aronson, E, Wilson. T.D., & Akert, R.M. (2007). Social Psychology (6th edition). Singapore: Pearson Prentice Hall.

Fricker, J., & Moore, S. (2002, August). Relationship satisfaction: The role of love
styles and attachment styles. Current Research in Social Psychology, 7(11).

Lee, J.A. (1988). Love styles. Dalam Robert J. Stenberg & Michael L. Barnes (Eds), The psychology of love. New Haven: Yale University Press

Sprecher, S., & Regan, P.C. (2000). Sexuality in a relational context. Dalam Clyde Hendrick
& Susan S. Hendrick (Eds.), Close relationship: A sourcebook. California: SAGE.